15 minutes
Sudah lama ada keinginan untuk sedikit menumpahkan isi kepala dalam untaian kata-kata. Menulis, adalah cara berbagi dan berdiskusi yang efektif, kata seorang teman. Sayang, tidak mudah untuk bisa membuat jari jari ini menari merangkai dan mengurai berjuta makna dalam fikir, rasa dan zikir. But theres always a moment to start, dont we?
So, i wanna start from what that i got from the movie a saw last night :). Actually im not a movie addict. Just sometimes when i need a break for a while, or theres something to do. Honestly, i have to confess that i got a lot when i watch a movie. Specially for holiwood movie :p. Terlepas dari segala individualisme, komersialisme, kapitalisme dan kepalsuan yang ada, i dont care :). i just learn from what that i feel, what that i see, what that i heard. Pepatah dari kampung halaman mengingatkanku akan alam sebagai tempat belajar yang sesungguhnya. Indonesian movie? tanpa ada maksud untuk tidak mencintai produk dalam negeri, tapi sepertinya baru seorang Garin Nugroho yang bisa membuatku berdecak kagum atas makna dalam dari pesan yang ia selipkan dalam potongan-potongan filmnya, memberikan sentuhan inspirasi dan membakar “inside”ku.
Last 2 days theres nothing to do. 2 minggu nonstop mengaduk-aduk isi bumi ternyata cukup melelahkan, Dan satu hal. Selain bermain ke pantai dan banyak tempat indah disini, di Aceh, bukan hal gampang untuk menemukan tempat menghibur diri :). dan menonton adalah salah satu media untuk menghibur diri sekaligus berkontemplasi.
Beberapa waktu lalu aku membeli beberapa dvd, dan kemaren aku mengambil 1 diantaranya. One of my favourite actor, Robert de Niro play on this movie tittled 15 minutes. Its a thiller/spy movie. Believe me, dari berbagai perspektif ini film layak untuk dikoleksi.
Film ini bercerita tentang seorang polisi terkenal di NY, Eddy Flamming (Robert De Niro), karena prestasinya yang luar biasa, polisi yang handal yang kemampuannya bersahabat dengan media, dia menjadi icon banyak acara TV yang mengangkat kegiatan polisi NY ini. Kegiatannya menangkap penjahat menjadi acara televisi tersendiri, dan memiliki rating yang cukup bagus.
Film ini fokus ke sepasang psikopat, yang satu dari Cekoslovakia dan satunya dari Rusia, yang datang ke amerika untuk menemui temennya yang menyimpan uang rampokan mereka. Apa daya, uang itu ternyata sudah ia habiskan. Dan Oleg, si psycopat membunuh rekannya ini, dan seorang perempuan, dan membakar tempat tersebut. Disinilah peristiwa itu berawal, dan melibatkan Eddy, mempertemukannya dengan seorang detektif spesialis kebakaran, Jordy (Edward Burn).
But, now i dont wanna talk about the point of this movie. i wanna talk about love :). as a thiller movie, it just take a 5 minutes and only 1 scene. dan beberapa point pendukung yang tak lebih 20 detik. so lets talk about love
Dalam salah satu scenenya, dijelaskan Eddy menjalin hubungan dengan salah satu reporter TV bernama Dahphne (Vera Varmiga), seorang gadis spanyol. Secara samar, terlihat beberapa adegan dimana Eddy, setiap dia dikamar toilet, mencoba menghafalkan kata-kata berbahasa spanyol, dan untaian bahasa untuk melamar Daphne. Off course, both of them are busy people. they have no time for date, not easy to make a date. one day, they make a date. Eddy berupaya menghapalkan kalimatnya, tentu saja dengan sebuah cincin yang telah dipersiapkan. Eddy mencoba mengawali pembicaraan, mengarahkan pada tujuannya. Eddy ingin menyampaikan maksudnya, sambil ngeluarin kotak cincin dari sakunya. dia bilang “ada sesuatu yang aku ingin bicarakan padamu, sesuatu yang udah ingin aku sampaikan dari lama”. belum sempat Eddy melanjutkan omongannya, telefon Daphne berdering. Konsentrasi mereka buyar. Hanya saja Daphne mengerti maksud Eddy. Dia paham, dan terlihat dia sangat menunggu moment itu, moment besar dimana Eddy akan melamarnya. Dia mengabaikan teleponnya, dan bicara “Sudah, biarkan saja. Lanjutkan omonganmu”. Eddy tersenyum, Bukannya melanjutkan omongannya, dia malah bicara “Angkat dulu saja telfonnya. Siapa tahu penting”. Daphne mengangkat telefonnya. Intinya, dia diminta ke kantor untuk sebuah berita besar.
Sadar bahwa Eddy ingin menyampaikan sesuatu yang penting, Daphne meminta Eddy untuk melanjutkan ucapannya. Tapi Eddy menolak. Eddy tahu Daphne menunggu moment pekerjaan besar itu, dan akhirnya Eddy memasukkan cincin yang telah dia siapkan ke kantongnya, meminta Daphne untuk melanjutkan pekerjaannya, dan berjanji untuk bertemu malam harinya.
That’s why I love holiwood movie. Walaupun hanya dideskripsikan selama 5 menit, tapi buat saya, kejadian singkat itu cukup menyentil saya.
To be continued
Popularity: 1% [?]
Leave a Reply