Pemanfaatan e-Government Dalam Komunikasi Data Kebencanaan
Apa yang telah menimpa bangsa ini dalam 2 tahun terakhir telah membuka mata dan membangunkan kita semua dari tidur nyenyak. Tsunami yang menimpa Nanggroe Aceh Darussalam, bencana gempa di Nias, Jogjakarta, banjir di Sulawesi Selatan dan terakhir yang masih hangat dikepala kita bencana tsunami di Pangandaran, telah menunjukkan, betapa kesiapan kita, system dan mekanisme yang kita miliki, kerjasama, dalam menangani bencana sangat diuji. Kredibilitas bangsa kita sebagai bangsa yang besar dipertaruhkan untuk dapat menghadapi berbagai permasalahan yang timbul. Banyak sekali masalah yang timbul, mulai dari kecepatan respon dalam menanganinya, mendistribusikan bantuan, sesegera mungkin membangun infrastruktur dan sosio-kultural masyarakat, masalah koordinasi dan integrasi antara semua pihak yang terlibat, sampai kepada isu pemerataan, transparansi, dan yang juga sangat penting adalah masalah antisipasi kita menhadapi masalah serupa dikemudian hari. Dan jika kita sadari, salah satu yang menyebabkan proses ini berjalan dengan lambat selain faktor birokrasi dan koordinasi adalah karena kita belum memiliki basis data yang benar-benar akurat, dan diseminasi informasi yang belum merata. Lebih parah lagi, dan semoga tidak terjadi, adalah kurangnya kesadaran kita mengenai pentingnya basis data itu sendiri dan informasi sebagai dasar untuk mengambil tindakan dan keputusan yang tepat, akurat, efektif dan efisien.
Pemerintah sebagai lokomotif aktifitas pemerintahan dituntut untuk bereaksi cepat untuk sesegera mungkin mengatasi semuanya. Meskipun hal ini bukan semata-mata tanggungjawab pemerintah, akan tetapi bagaimanapun juga, pemerintahlah yang berada sebagai ujung tombak, dengan didukung oleh berbagai aktifitas swadaya masyarakat, media, dan masyarakat itu sendiri sebagai subyek dalam kehidupan bernegara.
Disinilah pada dasarnya, jika program e-government telah terselenggara, permasalahan ini bisa diminimalisir. Karena salah satu kaidah e-government ditandai dengan peningkatan penyerdehanaan proses bagi seluruh pelaku dan penggunanya, dan juga memberikan kemudahan baik bagi masyarakat, private sector maupun berbagai tingkat manajemen pemerintah dalam memperoleh informasi dan pelayanan dari pemerintah daerah secara keseluruhan.
Keuntungan implementasi Teknologi Informasi (e-government) ini akan memberikan keuntungan yang nyata antara lain :
- Sistem yang terintegrasi antar unit kerja di pemerintah daerah
- Meningkatkan kolaborasi antara unit kerja pemerintah daerah
- Penyebaran informasi potensi daerah yang lebih luas dan efektif
- Biaya total implementasi TI yang lebih efesien
- Terbentuknya penyebaran prestasi yang sama antara unit kerja dalam pengembangan program TI di masa yang akan datang
- Pendorong SDM untuk mengadopsi teknologi yang sesuai dengan tuntutan kemajuan jaman
- Peningkatan kinerja di setiap unit kerja pemerintah untuk mencapai hasil yang optimal dan efesien
- Aplikasi pendukung Sistem Informasi yang sesuai dengan prosedur yang berlaku di pemerintah.
Kerangka Umum Penerapan E-Government
Dengan dilakukannnya Penerapan sistem e-government secara bertahap, yang dimulai dengan pengembangan infrastruktur, pembentukan pusat informasi/portal, pembentukan basis data, pengembangan aplikasi dan layanan online yang secara paralel dilakukan seiring dengan pengembangan Sumber Daya Manusia, maka e-government akan memiliki kontribusi luar biasa dalam penanganan bencana di negara ini.
Kembali kepada konteks penanganan bencana, maka point-point yang menjadi value dari sebuah implementasi e-government akan sangat bermanfaat bagi penanganan bencana. Karena dalam situasi bencana, kunci keberhasilannya relatif nyaris sama dengan nilai lebih yang ditimbulkan oleh implementasi e-government, yaitu sistem yang terintegrasi, kolaborasi antar unit kerja yang terlibat, penyebaran informasi yang merata dan menyeluruh, efisiensi disegala bidang dan peningkatan kinerja dan sebagainya.
Dalam penanganan bencana, jelas dibutuhkan suatu system kerja yang sangat efisien. Maka disinilah peran pemanfaatan Teknologi Informasi sebagai pendukung aktifitas penanganan bencana menjadi sangat signifikan. Memang, adanya media dan sumber daya informasi tidak secara langsung memberikan kontribusi dalam penanganan bencana, tapi sebenarnya sangat berpengaruh kepada banyak pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung, pendistribusian informasi secara cepat, tepat dan akurat, pembentukan dan distribusi opini serta informasi secara luas keseluruh penjuru dunia, memberikan alternative model fungsi control masyarakat agar proses berjalan dengan efektif dan efisien, , transparansi public, mendukung akselerasi proses rehabilitasi dan rekonstruksi di berbagai bidang, kesempatan terhadap adanya pemerataan, dan sebagainya.
Apa yang telah dilakukan oleh Yayasan AirPutih adalah salah satu bentuk kontribusi masyarakat untuk terlibat dan berpartisipasi secara aktif dalam mendukung aktifitas dalam melakukan penanganan bencana dalam kerangka dukungan berbasis Teknologi Informasi. Aktifitas yang kami lakukan di Nanggroe Aceh Darussalam dalam membangun infrastruktur komunikasi darurat secara cepat, menyediakan wadah informasi melalui portal www.acehmediacenter.or.id, membangun data center, membangun media center di beberapa kota, kegiatan community development dan transfer knowledge terhadap masyarakat lokal terbukti mampu memberikan kontribusi yang tidak kecil. Begitu pula dengan aktifitas serupa yang kami lakukan di berbagai tempat yang terkena bencana. Dan tentu saja hal ini tidak lepas dari dukungan banyak pihak; pemerintah, private sector, asosiasi-asosiasi ICT, rekan-rekan LSM dan media serta masyarakat itu sendiri sedikit banyaknya memberikan angin segar dalam konteks penanganan bencana.
Contoh lain betapa kolaborasi antar pihak dan pemanfaatan teknologi memberikan kontribusi yang luar biasa adalah kolaborasi cantik antara Pemerintah : Kementrian Komunikasi dan Informasi, Badan Metereologi dan Geofisika, Kementrian Riset dan Teknologi; Media; seluruh stasiun TV, dan beberapa stasiun radio jaringan, Private Sector dibidang ICT ; seluruh operator seluler dan Penyedia Jasa Internet serta didukung oleh Institusi Masyarakat dalam hal ini Yayasan AirPutih dalam mengembangkan Tsunami Warning System (TWS). Melalui system yang dikerjakan secara bersama-sama ini, diharapkan informasi mengenai tsunami dapat disampaikan ke masyarakat sesegera mungkin, dalam hitungan menit, bahkan dalam hitungan detik.
Akhir kata, Dengan diterapkannya e-government sebagai bentuk pemanfaatan teknologi informasi, didukung kolaborasi semua pihak terkait, maka penanganan bencana akan terselenggara dengan lebih baik. Yang dibutuhkan hanya kerelaan hati, untuk duduk bersama-sama, berdiskusi bersama-sama, dan bertindak bersama-sama secara terkoordinasi dan terintegrasi, dalam menangani berbagai bencana yang menimpa bangsa ini..
*disampaikan dalam seminar yang diselenggarakan oleh BAKORNAS, Atas Nama Yayasan AirPutih, Hotel Cemara, September 2006
Popularity: 14% [?]
Leave a Reply