Bangsaku bangsa BOTOL?

Edo on October 8th, 2006

statement A: Sekali lagi, kita memang bukan tipikal bangsa perawat.

respond B-1 : Wah, jangan sembarangan ah ngatain bangsa sendiri dengan begitu asal-asalan.
Orang negara lain tidak ngomong begitu sembrononya bicara tentang negara mereka sendiri…
Saya yakin, bukan pepesan kosong orang tua berpesan: ‘Hati-hati kalau bicara, bisa betul-betul kejadian’.
Kecuali, kalau anda bukan orang Indonesia, baru saya gak keberatan.

respond C : saya yakin bhw rasa sayang & kecintaan saya pada bangsa ini tidak berada dibawah “sayang & kecintaan” yg anda miliki. Tetapi tdk ada salahnya jika kita ingin jujur bilang bahwa bangsa ini memiliki banyak masalah. Saya punya pendapat, secara umum kita ini selayaknya bangsa BOTOL (bodo & tolol), dimana saya adalah satu diantara-nya. Banyak list yg bisa kita urai disini untuk memberi gambaran ttg kebodohan & ketololan kita sebagai sebuah bangsa.

respond B-2 : Kita?

Kok bawa-bawa semua orang Indonesia? (*Enak aja, kasihan tuh para atlet
yang udah capek latihan dari subuh ampe malem buat ngeharumin nama
bangsa*).

Yakin segitu jeleknya?

Nggak ada harapan?

Kalo ada harapan, kenapa gak disebut?

…. Apa… karena takut berjuang?

Apa karena kita sudah sangat yakin Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang
sudah diam saja, paling tidak bakal ‘jatuh kasihan’ waktu melihat
kepercayaan umat-Nya bahwa Ia akan menolong mereka?

Katanya kita bangsa relijius? Gimana?

Kasihan generasi ‘45 dan sebelumnya, dan begitu banyak para pahlawan di
era berikutnya yang sudah ngucurin darah dan mati biar anak cucunya bisa
merdeka. Untuk Arif Rahman Hakim sampai Elang dari Trisakti. Karena banyak
anak, cucunya, saudaranya yang sudah merdeka begitu tidak takut memandang
lebih tinggi bangsanya sendiri.

Eh, waktu ketemu bule, langsung manggil: Mr… Mr… (*dengan ekspresi
hormattt sekali*). Duhh sedih deh. Well, sorry, I’m not like that. Gak
ikut-ikut.

Itu adalah potongan diskusi yang saya ikuti di salah satu milis. sangat menarik. membaut saya jadi tergelitik untuk ikut berdikusi. Senangnya terlibat dengan komunitas yang kritis. Membuat adrenalin bergerak :)
Ketika ada yang menunjukkan betapa bangsa ini sangat “BOTOL” (BODOH dan TOLOL), yang menyampaikan data menyatakan bahwa apa yang disampaikan hanya sebuah kejujuran. Yang ngga suka, akan protes karena ngga setuju jika hal ini digeneralisir. Masak iya bangsa ini sudah sebegitu hancur

Ketika ada yang sangat optimis menunjukkan keberhasilan bangsa, yang setuju akan merasa sangat bangga dengan keberhasilan itu. yang ngga setuju akan mengeluarkan data2 bahwa keberhasilan itu tidak seimbang dengan kebobrokan kita. Atau sebagian akan apatis dengan mengatakan ”masa sih?”.

sama yang apatis kalimat yang benar pun akan bisa diplesetin ”lalu kl ada atlet yang latihan dari pagi ampe malem bisa digeneralisir kl bangsa ini bukan botol? Heuiheuihuie

Jadi inget (lagi) omongan teman saya, ketika saya diskusi soal bencana yang terus menerus menghantam bangsa ini.

Ketika banyak orang yang menyatakan bahwa Tuhan tengah murka dengan bangsa ini karena telah terlalu banyak melanggar jalan Tuhan dan bermaksiat, makanya Tuhan ngasih bencana, rekan saya ini cuma bilang

”yah, ama Tuhan aja gak berpositif thinking. Tuhan kan seperti bagaimana hambanya berfikir tentang Dia. Makanya, ketika sebagian bangsa indonesia berfikir tentang kemurkaan-Nya, ya Tuhan tinggal meng-amini. Karena seperti itulah Tuhan dimata kita. Kl Tuhan gw mah pengasih penyayang”.

Kalimat tersebut bisa dipolemikkan? Sangat bisa. Tapi buat saya yang masih belum banyak tahu ini, Inilah indahnya berbeda hehehe

Jadi inget omongan seseorang ”perbedaanlah yang membuat kita berfikir..”

Cuma, mengomentari kalimat rekan saya itu, saya jadi merasa, jangan2 indonesia ini memang isinya banyak rusaknya karena kita memang berfikir bahwa memang kita ini bangsa yang rusak. Saya pernah berdiskusi dengan seorang psikolog. Dia bilang, dalam ilmu psikologi, otak itu bekerja berdasarkan kata keyakinan kita. (mungkin kata2 saya kurang pas). Ketika kita lagi ujian lalu kita berfikir ”kynya ini soal ujian susah deh”, maka otak akan membuktikan bahwa soal itu memang susah. Dan ketika kita berkeyakinan ”gw bisa!”, maka otak akan bekerja untuk membuktikan bahwa kita memang bisa.

Senangnya ketika ada salah satu perserta milis yang saya ikuti itu mengajak kami semua untuk ”Sayangi Indonesia”. (moga2 topik ini suatu saat bisa saya sikapi khusus). Dan komentar bertebaran. Ada yang berpendapat, mulailah dari hal yang kecil2, seperti berhemat, membuang sampah pada tempatnya, sampai ke ide2 berat seperti hajar koruptor dan sebagainya. betapa indahnya. Semakin banyak yang menyayangi Indonesia, mo pake cara sederhana atau tidak, gak penting!. yang penting mah ikut dan berbuat. Buat saya mah dua2nya sama kerennya

Senangnya saya mendengar optimisme rekan saya diforum tersebut tentang bangsa ini. Semoga kapan waktu saya bisa ketemu dan berdiskusi dengan beliau. Agar saya sendiri tetap optimis :)

Senangnya denger peserta forum yang berkomentar tentang bangsa BOTOL ini. At least, ketika saya denger soal statement BOTOL itu, saya selalu terpancing untuk membuktikan, bahwa ”Saudara, maaf, anda telah salah berstatement. Karena saya bukan BOTOL. Kalaupun anda dengan parameter anda menganggap saya masih botol, at least saya adalah orang yang sedang berusaha untuk tidak jadi botol”. Dan saya yakin banyak orang negara ini yang ngga BOTOL. tapi protes saja tidak cukup. Butuh BUKTI untuk menjawab statement BOTOL tersebut.

finally, HIDUP BOTOL!

Popularity: 2% [?]

2 Responses to “Bangsaku bangsa BOTOL?”

  1. Apakah anda-anda termasuk orang BOTOL?

  2. hehehhe… tentu saja tidak pernah berfikir dan ingin seperti itu. dan pendapat apakah saya botol apa tidak jelas bukan saya juga :)
    yang jelas, saya termasuk orang yang optimis bahwa masih banyak dari bangsa ini yang perlu diperjuangkan :)

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>