tentang hidup…
cerita 1 :
alkisah, adalah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk berkeliling desa membawa seekor onta milik mereka. mereka mengunjungi 4 desa. ketika mereka mengunjungi desa pertama, si bapak menyuruh anaknya naik ke atas punggung onta. sedangkan si bapak berjalan kaki seraya memegang tali kendali onta. ketika melewati desa pertama, segerombolan penduduk desa berkomentar
“ckckckck…. sungguh anak tidak tau diri. dia enak2an duduk diatas onta, dan dia membiarkan orang tuanya berjalan kaki. sungguh anak yang durhaka…”
ketika akan melewati desa ke 2, sang bapak meminta anaknya bergantian dengannya. si bapak duduk dipunggung onta, dan sianak berjalan kaki memegang tali kendali. dan ketika melewati desa ke 2, penduduk desa berkomentar :
“ckckckck… kasihan sekali anak itu. orang tua itu tidak pantas menjadi orang tua. masa dia membiarkan anaknya yang masih kecil berjalan kaki, sementara orang tuanya enak2an duduk diatas onta…”
ketika akan memasuki desa ke 3, sibapak meminta si anak untuk duduk bersamanya diatas onta. dan penduduk di desa 3 pun berbisik2 :
“ckckckckck…. tega sekali mereka. tega2nya mereka menaiki onta yang sudah kelelahan itu berdua. kasihan onta itu…”
dan ketika akan memasuki desa 4, sibapak mengajak anaknya untuk berjalan kaki. sambil memberi waktu bagi ontanya untuk melepas lelah. dan penduduk desa 4 pun berujar :
“ckckckck.. bodoh sekali keluarga itu. punya onta kok tidak ditunggangi. malah berjalan kaki. buat apa membawa onta kalau toh akhirnya berjalan kaki juga…”
—————
Cerita 2 :
alkisah, adalah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk berkeliling desa membawa seekor onta milik mereka. mereka mengunjungi 4 desa. ketika mereka mengunjungi desa pertama, si bapak menyuruh anaknya naik ke atas punggung onta. sedangkan si bapak berjalan kaki seraya memegang tali kendali onta. ketika melewati desa pertama, segerombolan penduduk desa berkomentar
“ckckckck…. sungguh berbahagia anak itu, memiliki ayah yang sangat sayang dan cinta padanya…”
ketika akan melewati desa ke 2, sang bapak meminta anaknya bergantian dengannya. si bapak duduk dipunggung onta, dan sianak berjalan kaki memegang tali kendali. dan ketika melewati desa ke 2, penduduk desa berkomentar :
“ckckckck… anak yang berbakti. beruntung bapak itu memiliki anak yang berbudi seperti dia…”
ketika akan memasuki desa ke 3, sibapak meminta si anak untuk duduk bersamanya diatas onta. dan penduduk di desa 3 pun berbisik2 :
“ckckckckck…. betapa mesranya mereka. mereka terlihat begitu akrab…. “
dan ketika akan memasuki desa 4, sibapak mengajak anaknya untuk berjalan kaki. sambil memberi waktu bagi ontanya untuk melepas lelah. dan penduduk desa 4 pun berujar :
“ckckckck.. ternyata masih ada manusia yang begitu peduli kepada makhluk-Nya. dia memberikan kesempatan kepada ternaknya untuk istirahat sejenak. jika kepada binatang saja dia memiliki adab seperti itu, apalagi kepada sesama manusia…”
————-
kesimpulan??
Popularity: 6% [?]
Kesimpulane black label enak dicampur ambek cola, asal tepak campurane kekekeke
Ibrahim iso ngelakoni koyok ngono iku perkarane dia Nabi
setujuuuuuuuuuuu… but bacardi still the best.
btw, sejak kapan ibro jadi nabi? hihihih..
pe, kita bisa memilih untuk berpositif thinking atau tidak. so, berterima kasihlah jika ada yang menganggap seorang tape mampu melakukan apa yang dilakukan sang nabi. karena itu artinya mereka menghargai tape setinggi itu…
kesalahan dari cerita itu karena mereka naik onta, coba kalo naik kuda. pasti ceritanya cuman satu
kl misalnya naik motor / mobil pasti ceritanya jg laen.. :p
dudi, naik kuda? jadi inget….
halah
dudi : iya yah?
eko : durung ono motor critane ko
epat : weik? ono rahasia opo kie? :p
anu do, tape yang naik kuda sama … ke pantai lampuuk. halah… halah…
heh? ambe sopo? ambe onta?
ckckckckck….
loh ya, anak buahe seng paling ayu dewe diomongke onta???
Tego..!!!!
HAH?
sahir kon omongi ayu?
wadoh, mabok tenan kie arek iki…
Haha… jadi mana yang bener tuh… makanya naik onta itu ada tipsnya.. nih.. baca aja