apakah tuhan punya cinta?
mungkin terdengarnya iseng…
tapi tiba-tiba pertanyaan itu timbul di otak. setau gw, di Islam sifat Tuhan itu dinyatakan dengan Maha Pengasih dan Maha Penyayang. pernah ngobrol sama temen2 kristiani, sama sesekali iseng nontonin acara siraman rohaninya temen2 kristiani di TV, yang sering di ungkap adalah kasih yesus. gw ngga tau di budha dan hindu.
so, ada ngga sih di kitab-kitab suci yang menyatakan sifat Tuhan sebagai Maha Pencinta?
balik lagi. apakah Tuhan punya cinta?
lalu, apakah kita sebagai mahkluk (related dengan topik tulisannya “Happy Valentine”) juga harus mencintai Tuhan? atau hanya ber kasih dan sayang pula?
apakah sebenarnya cinta itu cuma milik manusia?
kalo dirunut lagi, apa sih definisi cinta?
di wekipedia, love is :
The definition of love is the subject of considerable debate, enduring speculation, and thoughtful introspection. In ordinary use, love usually refers to interpersonal love, an experience felt by a person for another person. Love often involves caring for or identifying with a person or thing, including oneself (cf. narcissism). Dictionaries tend to define love as deep affection or fondness.[1] In colloquial use, according to polled opinion, the most favoured definitions of love involve altruism, selflessness, friendship, union, family, and bonding or connecting with another.[6]
orang indonesia memisahkan cinta, kasih dan sayang. dalam bahasa inggris ngga tau deh. perasaan semua definisi itu diartikan sebagai “love” juga. secara parsial gw coba cari dengan terbaik, kasih mean “affection”, sedangkan sayang mean “dear”. tapi disetiap definisi itu tetap ada kata2 padanan “love”. ternyata untuk urusan satu ini, bahasa indonesia lebih details
tapi juga dijelaskan di wikipedia :
Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Para pakar telah mendefinisikan dan memilah-milah istilah ini yang pengertiannya sangat rumit. Antara lain mereka membedakan:
- Cinta terhadap keluarga
- Cinta terhadap teman-teman, atau philia
- Cinta yang romantis atau juga disebut asmara
- Cinta yang hanya merupakan hawa nafsu atau cinta eros
- Cinta sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
- Cinta dirinya sendiri, yang disebut narsisme
- Cinta akan sebuah konsep tertentu
- Cinta akan negaranya atau patriotisme
- Cinta akan bangsa atau nasionalisme
in my definition, love is dimana semua rasa (atau tidak ada sama sekali) berkumpul disana. ada kasih, sayang, nafsu, hasrat, marah, benci, dan sebagainya. sedangkan kasih dan sayang
kalau mengacu pada definisi gw, berarti malaikat jelas ngga punya cinta. kan katanya malaikat ngga napsuan :p
kadang2 temen2 (gw juga sih, kadang) suka becanda soal Tuhan. kadang Tuhan dianggap juga Maha Pencemburu, Maha Kesepian etc. walaupun gw sih terkadang suka ngga sepakat. seakan-akan sifat Tuhan adalah representative sifat manusia, tapi ada embel-embel “Maha” (emang dah manusia kadang suka kurang ajar!). dalam analisa lain, gw mengganggap ya ngga bisa begitu. Karena kadang gw berfikir, jika ada zat yang segala sesuatu selama masih bisa gw logikakan dalam pemikiran manusia, maka dia tidak pantas gw Tuhankan, karena masih “on my imagination”. Karena Tuhan seharusnya “beyond of our imagination”. sayang gw juga kadang suka nakal, jadi suka juga menggunakan istilah2 tersebut.
kl dari terjemahan wikipedia yang mendefinisikan bahwa cinta itu bermacam2, tergantung obyeknya, ya beres deh. tapi jika konsepnya adalah lingkaran besar dan kecil, apa iya kasih dan sayang itu adalah bentuk cinta kepada sesama? kl gitu kasih dan sayang berada di dalam/bagian cinta dong? kalo memang gitu, kenapa Tuhan ngga sekalian aja bilang sebagai Maha Pencinta? kan udah sekalian masuk Pengasih dan Penyayangnya?
lha, kok ini jadi ngebahasnya kemana2 yah?
kayaknya mending gw sepakat dengan wikipedia aja, bahwa cinta itu debateble object. cuma bisa dirasain aja.
so, back to the topic : Tuhan punya cinta ngga yah?
dan gw yakin ada temen2 gw yang ketika baca blog gw ini akan berkomentar :
NGGA PENTING!
* yg lagi ruwet…
Popularity: 5% [?]
Gak penting!
tuh kan… udah gw tebak
elo sepertinya harus nonton film beautiful mind do. Dan coba cermati waktu si John Nash mau ngelamar si Alicia ;). Hanya orang gila yang tidak mau mengakui dirinya gila. John Nash masuk kategori “orang gila yang mengakui bahwa dirinya gila”
great. gw cari dulu film nya :p
(lagi pengen serius) Bagi gue semua cinta di dunia dan alam semesta punyanya Tuhan. Even cinta harta juga milik Tuhan. So kalo kita bertanya apakah Tuhan punya cinta??? waksss… salah besar!!! karena Tuhan itu adalah cinta. kita ada karena cinta Tuhan… (dan ceritanya gak pantes gue terusin disini… agak2 gaib, menurut pengetahuan sufi gue).
(lagi pengen santai) “Apakah elo sudah menemukan cinta elo, do?” nah, itu baru masalah yang perlu dipertanyakan… huehehehe…
heheheh.. boleh juga tuh pemahamannya
*ternyatahendribisaseriusjuga
wahh…? Gila tuh pertanyaan, masa Allah S.W.T ga punya cinta!!! Sudah jelas2x AllaH S.W.T Maha Penyayang lagi Maha Pengasih, so jelas tanpa perasaan sayang ga mungkin ada rasa cinta juga sebaliknya bila ada rasa cinta pasti didasarkan oleh perasaan sayang. Gituuuu!!!!
Sekian dari gw, mudaha2xan lo ngerti dengan penjelasan singkat gw ini. Thanks !!!! Bye….
hehehe… kalem mas :). jangan liat judulnya aja. i just try to say by definition, cause sometimes we have a different definition :p
saya setuju bahwa sayang adalah “salah satu” langkah menuju cinta. tapi apakah “selalu” ketika sayang ada, cinta akan lahir?
jika saya mendefinisikan cinta adalah ketika semua rasa ada : sayang, benci, nafsu, etc, apakah jika saya setuju Tuhan punya cinta, berarti Tuhan itu punya rasa benci, dan nafsu juga?
satu lagi “pesan” penting sebenarnya yang saya pertanyakan. apakah kita sudah berbuat benar dengan “membahasakan” sifat Tuhan sebagai representative sifat manusia dengan menambah kata-kata “Maha”? apa kita bukannya jadi salah kaprah? bahwa Tuhan adalah sama dengan manusia tapi Dia Maha? bukankah Dia adalah zat yang “beyond of our imagination”?
finally, buat saya, filosofi ilmu (berdasarkan filsafat ilmu) adalah apa, mengapa, dan bagaimana. Tuhan telah memberikan saya otak untuk berfikir. saya yakin Tuhan tahu, bahwa kelebihan yang dia berikan, efeknya juga termasuk digunakan untuk “mempertanyakan” Dia :). tapi, yang penting lagi buat saya adalah, bahwa tidak berhenti ke pertanyaan “apa”, tapi sampai “bagaimana”. saya “mempertanyakan” Tuhan hanya agar keyakinan saya terhadap Tuhan semakin kuat, sampai disatu titik saya berada diposisi “tidak bertanya dan tidak mempertanyakan”, sampai dititik paham dengan kalimat “la ila ha illallah, tidak sekedar tau dan membacanya
anyway, thank for visiting my website and discuss . moga-moga gak kapok. i just ordinary people who learn, still and always
HANYA ORANG BEGO YANG NGOMONG KAYA GITU
dalam religi islam kan sifat-sfat ALLOH dirangkum dalam ASMAUL HUSNA , 99 sifat TUHAN….. kalau mengenai cinta,, yaitu adi terangkum dlm sifatnya yg maha pengasih dan maha penyayang. bila ditilik apakah kita butuh cinta TUHAN…… ya kt balik lg pada sifat TUHAN… maha pengasih dan penyayang… lam kenal deh coy…