memberi tanpa ingin menerima

Edo on February 15th, 2007

dari dulu, gw ngga pernah percaya ada makhluk dimuka bumi ini yang iklas. seiring dengan perjalanan waktu, gw memahami itu cuma sebuah kadar. sebuah level. dalam kadar tertentu, yah, rasulullah dan para nabi berada di level tinggi lah. buat gw juga nyokap gw termasuk sedikit dibawah itu…

kata penting dalam kalimat judul itu buat gw adalah “ingin”. kl mengacu kesitu, in my all life, ada beberapa teman gw yang menurut gw  udah bisa dalam hal-hal tertentu “wes gak nduwe karep” alias udah bisa ngga punya “ingin”. tapi ya tetep aja paling hanya dalam kondisi tertentu atau hanya dalam tema tertentu.

tapi mungkin ngga sih ada orang yang memberi tanpa ingin menerima?

ada guru yang dibilang pahlawan tanpa tanda jasa. yang bekerja tanpa pamrih. artinya ya mereka memberi tanpa embel-embel apapun. tapi, tanpa ingin mendeskritkan profesi tertentu yang termasuk kategori profesi mulia buat gw, in practice? silahkan jawab sendiri.

di salah satu buku alchemist, gw sempet baca, berbuat baik itu seperti menabung di “bank budi” (ps : budi bukan nama orang lo). dimana suatu saat nanti, kita akan memperoleh “manfaat” atas perbuatan baik kita. tetep ngga iklas dong?

kita2 ibadah juga  rata2 karena pengen masuk sorga. point bahwa “mo sorga ada apa ngga kek, pokoknya gw mah ibadah buat Tuhan aja. ujung-ujungnya dia mo masukin gw sorga apa neraka ya terserah aja.” sepertinya nyaris seperti jargon yang sangat sulit diimplementasikan. bahkan beberapa teman dan kadang saya sendiri, bahkan Ahmad Dhani dalam salah satu lagunya malah bilang (yang intinya) “emang sorga dan neraka ada?”

ada ngga sih orang yang mencintai  tanpa pamrih? yang mencintai apa adanya? ini juga kayaknya hanya jargon yang ada diawang2 (dan gw sendiri kayaknya juga belum bisa nih hihihi… paling hanya belajar untuk menerima pasangan saya apa adanya walaupun secara periodik ada perasaan campur aduknya).

so, mungkinkah kita memberi tanpa INGIN menerima? kalau ada orang yang kayak gini, gw pengen berguru kayaknya..

atau jangan2 malah ini membunuh sisi manusia gw

adoooooowh… au ah elap! *onos set mode on…

*kok jadi tambah ruwet gini yaks gw? ampun dijeeeeeeeeee…

Popularity: 4% [?]

4 Responses to “memberi tanpa ingin menerima”

  1. sempurnakan niat
    sempurnakan usaha
    sisanya biar Dia yang ngurus, n mendingan kita ngabisin stock dikamar ini yuk? hehehe

  2. setubuh pe
    tapi menghabiskan stok di rumah dengan dirimu? apa ngga ada opsi yang lebih menarik?
    bukan soal stoknya..
    tapi kok ya kenapa harus dengan dirimu?
    *sigh…

  3. Nggak usah khawatir manusia lain memberi dengan pamrih, yang penting sesama manusia harus saling memberi. Kalau satu memberi yang satu nerima doang siapa sih yang mau.

  4. nah lo..
    dateng2 numpang ngenet cuma buat nulis ini duang?
    hihihihi
    anyway, setubuh kok ted :) namanya juga lagi “ngeroweng”

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>