susu dan nila

Edo on February 15th, 2007

kali ini saya bukan ingin membahas soal susu, nila, wanita bernama nila, apalagi membahas su**nya nila..sungguh bukan! judul ini hanya sekedar memanfaatkan respon cepat pikiran anda-anda (atau kita?) jika ada hal yang rada2 nyerempet2. anggap saja strategi advertising…

kembali ke laptop..

hidup sepertinya emang harus dijalani dengan penuh ke hati-hatian.

dari beberapa peristiwa belakangan saja, banyak sekali contoh. mulai dari yang bener sampe yang ngga bener. liat anggota DPR kita yang *katanya nyaris mau jadi mentri agama*, kepala kompartemen agama disebuah partai terbesar di republik ini, langsung tenggelam setelah video pornonya dengan sang simpenan tersebar luas. gubernur provinsi ter-elit di negri ini yang sebentar lagi mau lengser, yang mencoba menyelesaikan banyak problem ibu kota dengan berbagai gebrakan besarnya (terlepas dari benar dan salah. disini ngga dibahas) langsung dihajar kanan kiri ketika banjir melanda ibu kota. seorang david beckham yang memutuskan untuk pindah ke amerika langsung divonis tidak akan dipakai lagi oleh club nya oleh sang pelatih. seorang dai yang sangat populer tidak saja dinegara ini langsung nyungsep ketika para “fans” nya kecewa berat karena dia memutuskan berpoligami. peristiwa ini berlaku untuk siapa saja; kacung, mentri, etc; dalam kondisi apa saja, mulai dari urusan hubungan pribadi, urusan bermasyarakat, sampai hubungan bernegara.
dititik itu, semua orang akan melupakan kontribusinya selama ini. semua orang akan menghujat, memusuhi, dan habislah semua kebaikan yang pernah dia buat bertahun-tahun dalam sekejab.

makanya ada pepatah :

“karena nila setitik, rusak susu sebelanga”

so, tidak perlu nila seember untuk merusak susu di belanga tersebut…
saya tidak ingin menyalahkan siapa2. juga tidak ingin membenarkan siapa2.

dulu, seorang sahabat berujar

“dalam setiap masalah, sebenarnya kedua belah pihak memegang peranan atas kesalahan tersebut. yang membedakannya adalah porsi kesalahannya”
ketika saya membuat kecewa seorang guru saya ketika dipercaya mengelola sebuah organisasi, seorang teman berkata

“kekecewaan itu sebuah viasualisasi atas harapan. jika menurut elu dia kecewa berat sama elu, artinya dia menaruh harapan yang luar biasa tentang elu”

beberapa waktu lalu seorang teman bule baru berkomentar

“the reaction that come to you is the effect of your action”

terlepas dari berbagai pendapat, saya hanya mencoba berfikir tentang satu hal : berintrospeksi
dan saya akan mulai dari diri saya sendiri…

Popularity: 5% [?]

11 Responses to “susu dan nila”

  1. nobody is perfect bro,
    i’m nobody? :-D

  2. alright! :p

  3. Setuju dengan memulainya dari diri sendiri, namun kok kadang susah ya :)

    *No baby is perfect lah*

  4. wakakakka…
    simple word. thats life :p
    susah, senang, gampang, sulit, itu cuma rasa. so, ujung2nya balik ke kita. ingin dikendalikan rasa, atau sebaliknya :p
    anyway, thank for visiting medon…

  5. Kamu belum akan menemukan arti hidup yg sebenarnya sebelum menikah dan punya anak. :P

  6. gitu yah bee?
    wah, berarti salah gw berguru. abis kl kata tape ngapain memenjara diri dalam perkawinan?
    kekekkeke
    pisss

  7. Loh ya, aku maneh….. deuh mbuh kah, nanti kita klarifikasi aja di padang mashar!

  8. emang ada? :-”

  9. kalau menurut gw sih:
    dalam setiap masalah, sebenarnya kedua belah pihak memegang peranan atas kesalahan tersebut. yang membedakannya adalah posisi personalnya, apakah dititik yang benar atau dibenarkan, atau di posisi salah atau yang disalahkan “oleh publik, atau komunitas yang kebetulan berkuasa, atau oleh pihak-pihak yang kebetulan bisa membantu membenarkan (dibayar :red)”

  10. nobody is perfect ngik. jadi tolong dimaafkan..
    halah…uloya

  11. to angus : ampuuuun guuuuuuusssssss
    to tengik : iyo heng. wes tak maafkan…

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>