turunkan tanganmu jendral!
“turunkan tanganmu jendral! siapa yang kau hormati. tak pantas kau mengangkat tanganmu. mereka yang melewati jalan inilah yang seharusnya mengangkat tangannya dan memberi hormat padamu..!”
bergidik. merinding. terpukul. tercenung. jangkrik!
itu perasaan yang aku rasakan ketika naga bonar berteriak, menaiki patung sudirman yang berdiri megah di ujung jalan sudirman, berteriak seraya menitikkan airmata, menarik tali yang tergantung di tangan patung pak dirman yang tengah direnovasi.
jangkrik? ya. berbagai caci maki hadir di pikiranku. mencaci maki diriku sendiri. puluhan bahkan ratusan kali aku melewati jalan itu. tidak sekalipun terpikir olehku ada yang janggal dengan patung itu. entah kemana pikir dan rasaku selama ini. sedih.
dan sampai saat ini, perasaan sedih itu masih saja ada…
asyem!
Popularity: 2% [?]
Sedih??
klo gitu buku La Tahzan nya harus di baca
kekekekekek
aku shahadat, aq berteriak