generalist or specialist?

Edo on August 31st, 2007

hihihi… kynya ada yang protes ama posting *tulisan berikutnya* kekeke..

padahal sih niatnya cuma biar ada motivasi untuk nulis secara teratur.. :p. tapi emang dah, susah ternyata hihihi.. gw ngalah aja deh. kl nulis ya nulis aja :p
btw, aslinya sih lagi ngga pengen nulis. cuma ngerjain kerjaan kok juga lagi males yah? dari tadi oprek2 but theres nothing i can do :p ya sudah lah, iseng2 aja nulis.. kekekke

btw, kali ini gw pengen ngomong soal LEADER.

business week terakhir salah satunya ngebahsa soal LIMA wajah pemimpin abad 21. dimajalah itu dijelaskan, bahwa sekarang, semakin sulit mencari seorang leader generalis. maksudnya, seorang leader yang complete, yang jago semuanya. tingginya tuntutan kerja, semakin cepatnya waktu berjalan sebagai akibat globalisasi informasi, menyebabkan banyaknya hal yang harus dipelajari jadi tidak seimbang lagi. James M Cintrin, seorang head hunter, pemilik beberapa perusahaan teknologi, komunikasi, dan media Spencer Stuart, menyatakan, sudah waktunya para owner perusahaan untuk realistis, untuk menerima kehadiran CEO specialist, bukan lagi mencari leader yang sempurna.

masih dari Citrin, dia menduga, akan ada 5 karakter leader specialist yang akan banyak dicari orang :

1. THE THINKER
dibidang apapun, seorang thinker semakin banyak dicari. persaingan yang ada saat ini menuntut inovasi-inovasi baru dilahirkan. perusahaan yang dipimpin oleh seorang thinker diharapkan mampu menciptakan daya saing dengan memberikannya keleluasaan untuk think and realized the new product

2. THE AMBASSADOR

globalisasi menyebabkan pengenalan dan knowledge tentang pasar global semakin tinggi, tidak cukup lagi hanya mengetahui lingkaran sempit di seputaran kita. pertumbuhan yang terjadi di India, China, Rusia, etc menuntut hadirnya seorang CEO yang berwawasan luas, memahami pasar global, kultur wilayah lain, dan mampu menjadi ambassador bagi perusahaannya, dengan membangun kerjasama dan pemetaan strategis terhadap kondisi pasar.

3. MR/MS DEALER

akuisisi, jual-beli perusahaan, aktifitas memperkuat core perusahaan dan membuang aset non inti menjadi salah satu ciri permainan global saat ini. sehingga seorang pengambil kesepakatan yang handal, yang memiliki nyali dan confidence yang tinggi untuk membuat deal yang menguntungkan akan banyak dicari-cari.

4. THE CONDUCTOR

kolaborasi (merger, kerjasama, grouping etc) menjadi salah satu model yang sering terjadi belakangan ini agar perusahaan semakin kuat, dan ide-ide liar dan kreatif dimungkinkan untuk dijalankan. untuk itu dibutuhkan pemimpin yang mampu menjaga harmonisasi, ritme, keutuhan team yang sering berangkat dari kultur yang berbeda, dan tetap mampu menghasilkan music orchestra yang menggetarkan hati pendengarnya

5. THE HEADHUNTER
bukan hal yang gampang saat ini mendapatkan SDM-SDM yang berkualitas : berbakat-berdedikasi-bersemangat tinggi-memiliki attitude yang baik- etc. sementara saat ini dunia usaha semakin sadar bahwa era revolusi industri yang menjadikan produksi sebagai ujung tombak, atau era revolusi hukum dimana para legal advisor memegang kunci terhadap deal-deal bisnis, sampai revolusi capital dimana pada ahli analisa finansial yang menjadikan analisa finansial sebagai kunci menjalankan usaha, telah berada dititik nadir. saat ini para pemegang kekuasaan kunci sadar, bahwa apapun itu, : produksi, distribusi, proses selling, dan semua hal yang terkait dengan rantai industri ujung-ujungnya bersumber pada 1 kunci : the man behind the gun. SDM adalah kunci segalanya. sutradara dibelakang setiap skenario yang dijalankan. oleh karena itu, seorang pemandu bakat, yang memiliki kemampuan secara secara jeli, memiliki insting yang kuat dalam menemukan bakat-bakat besar yang belum tampil, mengendus mutiara-mutiara yang belum mengkilat, yang akan berpengaruh besar dalam kemajuan perusahaan…

so, if we are a leader, tipikal yang manakah kita?

beruntunglah mereka yang memiliki lebih dari 1 bakat specialist diatas :)
dan beruntunglah perusahaan yang memiliki pemimpin-pemimpin seperti itu..

21 Responses to “generalist or specialist?”

  1. duitnya virtual juga do,
    main games monopoli aja pake uang palsu :P

  2. lelangnya pake e-procurement, hahahaha pake duit monopoli. mungkin anjar belum mengenal yang namanya paypal, e-banking, dsb-nya. tolong dikenalken do.

  3. woi woi..
    gw blon nulis euy
    udah nebak2 aja lu pada yak kekekke

  4. Pak dirut, njauk duwek! kekeke

  5. sip.
    materine wis uapik.
    bahasane lugas, langsung ke sasaran.
    sistematika penulisane layak diacungi jempol.
    jian eram tinem, tak akoni topik iki uapik poll..

  6. lha opo to yo kamsudte

  7. #tengik : daleeeeeeeem kekekkeke. pis heng piss
    #pha : gak ngerti kan? makane dang :p

  8. welcome back to the blogging world, bro! ;)

    Jgn lupa juga, DO… sebaik-baiknya seorang leader tetap gak akan sukses kalo gak didukung bawahan yg baik pula. :)

  9. # bee : setuju bee. gw pikir itu bukan area perdebatan, karena sifatnya MUTLAK :D

  10. hmm.. kalau gitu misal ada 5 orang:
    1. kerjaannya cuman tidur makan mikir… tidur makan mikir .. nonton pilem baca buku .. bikin puisi .. ngelukis ..

    2. kerjaannya shoping.. jalan jalan ke mall… jalan jalan ke luar negeri … melancong … pindah pindah hotel … pindah pindah temen tidur

    3. keluar masuk tempat kayak las vegas ..main judi .. taruhan adu ayam … nonton bola

    4. main gitar .. ngamen .. kalau ada karaoke ikutan nyanyi .. suka banget ama nyaweran …jadi panitian 17an agustusan antar RW, ngadain acara lomba-lomba.. bikin EO ..ngerumpi di kantin

    5. suka ngeceng di SMA -SMA liat liat ABG cantik/ganteng ganteng … suka juga cuci mata di mall .. suka main di tempat gaul

  11. #agus : ini posting belum lengkap ya gus?
    btw lu bagian yang mana gus? pasti nomor 5 :D

  12. enakan jadi panitia 17 agustusan kayaknya :D

  13. # papabonbon : wah, blon pernah gw. perlu dicoba tuh

  14. Waaah, ternyata banyak juga yaa tipikal leader itu. Btw, leader² kita yang memiliki saham banyak dan menjadi korporat kenapa yaa justru makin menggeeser alam bisnis for low strata… juga para “leader kapitalis” di BUMN juga kenapa pada gak bisa mengurus justeru yang terjadi banyak yang menguras uang rakyat untuk mengongkosi produksinya. …

    kasus “hayalan” tersebut jenis leader seperti apakah bos???

  15. #kurt :

    Waaah, ternyata banyak juga yaa tipikal leader itu. Btw, leader² kita yang memiliki saham banyak dan menjadi korporat kenapa yaa justru makin menggeeser alam bisnis for low strata… juga para “leader kapitalis” di BUMN juga kenapa pada gak bisa mengurus justeru yang terjadi banyak yang menguras uang rakyat untuk mengongkosi produksinya. …

    kasus “hayalan” tersebut jenis leader seperti apakah bos???

    wah kang kurt, kl menurut saya, ini mah ngga ada hubungan ama jenis2 leader seperti dijelaskan diatas. itu mah kaitannya dengan moral dan akhrlak kekekke…
    ditulisan saya yang laen, saya ngebahas soal contoh historis team leader yang pernah ada seperti pandawa lima, atau khulafa urrasyiddin, dll. tokoh2 team leader ini juga memiliki 5 karakter diatas. cuman bedanya, team leader yang dulu kelebihan “managerial” itu diimbangi ama moral dan akhlak :p. simple aja sih heiuehiei

  16. Waah moral yaa sebenarnya yang menjadi “hati” dari para leder.. duuh krisis oooh krisis di negeri kita.. so leader siapakah yang mampu mengubah moral² low itu bos… ?

  17. #kurt : hehehheh… pemimpin2 seperti para nabi om, para khulafa, seperti pandawa, seperti punakawan. orang-orang yang balance dalam hidup. orang-orang seperti disini

    tenang om.. pasti akan lahir pemimpin-pemimpin seperti itu. siapa tau orang itu adalah kang kurt. eh, kang kartubi ding  :p

    sudah banyak sumpah serapah yang kita keluarkan tentang pemimpin bangsa ini. what the hell lah. lets start from what we can do for this country. kasihan ini bangsa disumpahin mulu. nanti di-amin-i sama Tuhan kita juga yang susah :)

  18. Dalam perusahaan selalu ada perdebatan, sebaiknya generalis dulu atau spesialis dulu. Dulu, disalah satu perusahaan menganut paham spesialis dulu, baru nanti generalis, agar saat telah menjadi General Manager siap ditempatkan dimana saja.

    Kenyataannya, persaingan yang makin ketat, era keterbukaan menuntut orang lebih spesialis…jadi akhirnya tetap harus dibuka ruang perpindahan antara generalis dan spesialis tadi, namun tetap harus ada tambahan ilmu atau melalui pendidikan agar lebih siap ditempatkan.
    Postingan saya tentang hal ini dapat dilihat di
    http://edratna.wordpress.com/2006/11/19/
    generalis-atau-spesialis/

  19. #edratna : wah.. malu nih. udah dibahas tahun kuda, saya baru ngebahas sekarang kekekeke… inspired abis baca business week bu ehhehehe…
    thank for refference. i will read it first

Trackbacks/Pingbacks

  1. ThrowInside » lima.. empat.. tiga.. dua.. satu!
  2. ThrowInside » universitas atau multifakultas? (pembelajaran di jalan tol..)

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>