sebentar lagi bulan ramadhan akan datang. menyambut bulan puasa, ada banyak yang dilakukan orang. ada yang pulang, minta maaf sama orang tuanya. ada yang dari sekarang udah sibuk nyiap-nyiapin mudik lebaran (biar masih sebulan lebih lagi, tapi katanya sih susah ngurusin mudik). ada yang siap-siap nyetok belanjaan, abis ntar lagi harga barang meningkat. tv juga mulai sibuk menunjukkan perubahan program siaran. macem-macem pokoknya. grebekan di tempat cafe-cafe juga mulai gencar terdengar. tempat ajeub-ajeub juga siap-siap tutup, ditandai dengan berbagai program gencar “menyambut” puasa. sexy dancer yang biasanya cuma 1 kali seminggu, tiba-tiba jadi full sampa H-1 puasa. kejar tayang jek:p. grebekan mulai kedengeran menyatroni tempat-tempat maksiat..
diperusahaan juga akan terjadi perubahan macem-macem. perubahan jam kerja, regulasi selama bulan puasa, dll. ada efek yang cukup signifikan yang akan dirasakan pengelola (baca : manager dan direksi) dan pemilik perusahaan. bahwa jam menjadi berkurang, sementara pengeluaran perlu dipersiapkan drastis, ya untuk menyediakan sedikit camilan untuk buka puasa (siapa tau ada yang mo nunggu buka di kantor) sampai pusing nyiapin pengeluaran ekstra untuk THR. secara umum, sepertinya sudah menjadi budaya bagi kita (ngga melakukan generalisasi lo ya. kynya kok gitu. di salah satu tulisan ane, malah ada yang posting agar ane ngga usah pusing-pusing mikir mikirin idup. mending zikir aje, bla bla bla), bahwa puasa identik dengan “menurunnya aktifitas duniawi”, karena katanya bulan puasa adalah bulan untuk meningkatkan ibadah, yang notabene identik dengan “mengurangi kegiatan duniawi dan meningkatkan aktifitas akhirat”.

salahkah? jelas tidak. kalo saya bilang ini salah, bisa-bisa saya diuber-uber oleh banyak LSM Islam garis keras, dan bisa-bisa darah saya dianggap halal :). hanya saja, saya tidak bisa menolak untuk menyatakan bahwa ada efek samping yang saya ngga sepakat.

kata kitab-kitab di agama saya, dan orang-orang yang menurut saya pemahaman agamanya lebih baik dari saya, Ramadhan adalah bulan 1000 bulan, bulan kebajikan, bulan pensucian, bulan yang sangat tepat untuk meningkatkan berbagai kegiatan peribadatan. untuk hal ini, saya mah no complain. setuju. 1000%. wong itu udah pesan dari sononya. bukan sesuatu yang ingin saya pertanyakan. yang kadang-kadang saya agak gak sreg adalah efek samping dan cara penilaian dan penyikapan kita atas hadirnya bulan suci ini.

apakah ibadah itu hanya berkaitan dengan kegiatan-kegiatan langitan?, seperti sholat, ngaji, berdzikir, sedekah, etc?.

apakah ngaji itu = baca alquran saja? apakah belajar dan “mengkaji” tanda-tanda kebesaran-Nya tidak dianggap sebagai bagian dari “ngaji”?

apakah menciptakan lapangan kerja itu lebih tidak mulia daripada sedekah?

apakah bekerja menghidupi orang banyak itu tidak lebih baik dari pada berzakat?

apakah bekerja, membuat orang yang tidak makan menjadi bisa makan dan menghidupi orang lain itu tidak lebih mulai daripada orang-orang yang berpuasa, menahan diri dari lapar dan haus dan berbagai hal yang membatalkannya itu, yang salah satu hikmahnya adalah agar kita dapat merasakan derita kaum duafa?

apakah memotivasi orang untuk hidup lebih baik, menyadarkan orang tentang bahwa kita hidup dimuka bumi ini adalah sebagai khalifah, pemimpin, menjalankan amanah yang Tuhan sudah berikan untuk memimpin dan menciptakan kebaikan dibuka bumi, memuja Tuhan melalui perbuatan bukan salah satu bentuk berzikir yang lebih real?
bukankah katanya berbuat itu lebih baik daripada hanya talk only?

bahwa sholat, puasa, zakat, haji itu diwajibkan oleh Tuhan mah ngga usah dipertanyakan. itu mah wajib hukumnya. ngga sholat, ngga puasa, ngga zakat ya dosa. end of discuss. pembicaraan ini tidak dalam rangka melakukan pembenaran-pembenaran untuk tidak menjalankan ibadah yang diwajibkan, dengan alasan “mencari makna dan esensi dari ibadah itu sendiri”. sebuah jebakan berbahaya yang ujung-ujungnya hanya untuk melakukan pembenaran atas ketidakbenaran kita.

bahwa selama bulan ramadhan ngajinya kudu tambah joss, setuju. ibadah sholat (baca : menghadap Tuhan) meningkat, jelas. lebih banyak sedekah, ok banget. akan tetapi akan lebih indah jika kita mampu memaknai ibadah itu secara lebih universal, lebih dalam, lebih memberikan impact yang besar bagi kemaslahatan ummat.
betapa indahnya jika dibulan puasa ini akan semakin banyak pengangguran yang mendapatkan lapangan pekerjaan karena perusahaan-perusahaan bekerja semakin giat, sehingga omsetnya meningkat, kebutuhannya terhadap tenaga kerja juga meningkat..

betapa indahnya jika dibulan puasa ini makin banyak orang miskin yang ngga miskin lagi, tidak hanya dengan berempati melalui puasa, tidak hanya dengan bersedekah agar dia punya duit buat beli beras, tapi dengan memberikan kail agar dia bisa menanam beras sendiri dan menghidupi banyak orang…

betapa indahnya jika dibulan puasa ini pertumbuhan perekonomian Indonesia meningkat tajam, hutang menurun, ekspor meningkat, korupsi menurun drastis, sehingga derajat bangsa ini akan tumbuh semakin tinggi dan dihormati oleh bangsa lain (dan tentu saja akan semakin disayang ama Tuhan :) )

yang jelas, karena bulan puasa ini tempat ajeub-ajeub pada tutup, pasti ada temen gw yang tersiksa hihihihi…. pisss (Tenang bro.. ntar kita stok ok? :p)

so, haruskah dibulan puasa aktifitas kita menurun drastis? kynya ngga nyambung deh :)

Finally, Marhaban ya Ramadhan!

Popularity: 3% [?]

9 Responses to “puasa = penurunan kinerja? ngga nyambung kali…”

  1. jadi gimana caranya pada saat bulan puasa tetep biasa ajeub ajeub? :D

  2. wadooh sindromatika romadhon ….
    bulan romadhon mulai dah yang dibahas reliji (religi :red) … ninggalin ramadahon … yang dibahas biji…

  3. Pada dasarnya setuju banget. Cuman perlu dipertimbangkan sudut pandang lain, Do. Rasanya hampir setiap muslim yg masih menganggap dirinya Islam (emang ada yg nggak? :P) pasti ingin melakukan sesuatu perubahan positif yg spesial di bulan Ramadhan (kasarnya, tobatlah). :D

    Apa yg kau bilang semuanya betul. Tapi kalo semua itu bisa dilakukan juga di luar bulan puasa, lalu apa spesialnya bulan puasa? Kan ini kesempatan emas, bulan penuh rahmat jes. Yg biasanya sholat bolong2 jadi pengen komplit, yg biasanya ngaji seminggu/sebulan sekali (ato gak pernah ngaji) jadi tiap malem (kalo perlu semaleman ngaji terus), yg tukang ngegosip (mencoba) jadi pendiam, yg biasa sholat shubuh jam 6 (itupun kalo bangun) jadi shubuh tepat waktu di masjid, dlsb, dst. Terlepas itu kemudian berdampak negatif pada produktifitas kerja, perusahaan ya harap maklum aja. Toh, Ramadhan gak dateng tiap bulan. :P

    Tentu kondisi ideal itu sangat indah, bulan puasa yg penuh ibadah tanpa harus mengganggu produktifitas kerja, sapa yg gak mau? Tapi ingat juga, kondisi ideal pasti membutuhkan prakondisi dan requirement yg ideal juga. ;) Lagian, hasil yg kau inginkan itu gak mungkin bisa dicapai hanya dgn kerja di bulan Ramadhan, Ed. Kerja setahun aja belum tentu bisa, apalagi cuman sebulan. :P

  4. Asal ada koneksi internet, puasa pasti lancar
    *memastikan*

  5. #dudi : tanya epat ae dud
    #agus : iya gus. abis gmana ya. dari sekarang kan udah gosip2 urusan jam kerja, cost selama puasa, bla bla ba hehehe
    #bee : hehehe, setuju banget bee. makanya tak tekankan, ini tidak dalam rangka mengabaikan kondisi wajibnya :).
    justru karena bulan puasa itu bulan penuh rahmat bee, makanya SEMUAnya seharusnya meningkat di bulan ini. justru karena specialnya bulan ini lah, yang tidak akan ketemu dibulan lain, selaga kegiatan kita kudunya ditingkatkan. kadang, ya yang namanya manusia kan suka pinter mencari justifikasi atas berbagai aktifitas demi menutupi sesuatu yang sebenarnya lebih bersumber atas rata MALAS kekekke.
    soal sudut pandang ini, gw lebih seneng berfikir positif euy :p. hidup ini toh harus diawali dengan prasangka baik. masalah hasilnya gmana, ya itu urusan nanti :)
    #indra : wah, jelas iku ndra heiuhiuehiue

  6. hehehe.. iya.. setuju aja deh.

    met berpuasa buat yang menjalankan.. hormatilah yang tidak berpuasa..

  7. # irdix : hooh deh

Trackbacks/Pingbacks

  1. ThrowInside » selamat hari raya : mari tingkatkan ikhtiar dibulan Pembuktian (Syawal)!
  2. Ramadhan

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>