team leader

Edo on September 24th, 2007

*ini tulisan udah lama banget ndendon. ada kali 3 minggu. ngga kelar-kelar. akhirnya dengan segala keterbatasan, rilis aja deh. moga-moga ada banyak yang ngasih masukan…:)*

ini bukan lagi belajar berhitung..
dan jelas bukan hitungan lagi pagi teknik. kan kl teknik cuma ampe 3 :p

tulisan ini ingin bercerita tentang LEADERSHIP dan TEAM

beberapa waktu yang lalu saya diskusi dengan seorang agus, tentang membangun team. dia bercerita tentang sejarah, tentang pandawa lima, tentang punakawan, tentang perang bharatayudha. terus terang, saya dari dulu memang tidak terlalu menyukai sejarah. (belakangan ini, saya merasa benar-benar merugi, dan merasa bahwa pelajaran dan cara pengajaran sejarah di dunia pendidikan kita telah membuat kita tidak banyak tertarik dengan sejarah itu sendiri. pelajaran sejarah hanya sebuah hapalan peristiwa, sama sekali jarang bercerita tentang “esensi” dan makna dari peristiwa itu sendiri). salah satunya karena pusing ama penamaannya hiueheiuhiue..

Dulupun sebenarnya saya juga suka curios dengan beberapa teman kerja saya yang membentuk team, mereka menamakannya dengan brajamoesti. kl ngga salah dulu tiap-tiap orang didalamnya punya “nama” nya sendiri. saya sih yang jelas ngga apal. tapi setiap nama seperti memberikan makna dan karakter tersendiri. (satu-satunya yang gw inget ketika bertanya apa itu brajamoesti, yang gw inget itu adalah bahwa brajamoesti nama salah satu pukulan sakti milik gatot kaca, hasil penitisan pamannya yang merelakan diri melebur ke tangan gatot kaca dan menjadi pukulan sakti mandraguna).
teman saya mencoba menjelaskan fenomena “team leader” dengan bercerita tentang sejarah pandawa lima dan macem-macemnya. Kebetulan, saya belakangan emang lagi banyak curious tentang membangun team (im not a good learner. biasanya nyari sesuatu ketika mentok dan butuh tau sesuatu hehehe). but ketika saya bertanya kepadanya lebih banyak, dia malah merefer saya kepada nanang, sahabat saya lainnya.

lain kesempatan, saya menanyakan hal ini kepada nanang. dan dia menjelaskan kepada saya tentang tokoh-tokoh yang ada dalam sejarah tersebut (buat nanang dan agus, kl gw salah tulis dan menterjemahkan, cmiiw yah :) . btw, buat yang baca, ini hanya hasil terjemahan saya. so, kalau ada yang salah-salah, berarti saya yang salah menterjemahkan. akan menyenangkan kalo ada yang bisa menambahkan wacananya.. (ps : om dheche, ditunggu masukannya…:) ).
(btw, gara-gara pengen tau, jadi muter-muter cari informasi soal pandawa dan teman-temannya ini. beberapa referensi yang sempet gw surf selain di wiki tentunya :

www.geocities.com/pondowolimo/pandawalima.html
www.kisahislam.com
www.pks-anz.org

http://kajianislam.wordpress.com.

Di pandawa lima ada yudhistira/puntadewa/(ada beberapa nama lain. ngga hafal euy), simbol arif bijaksana. tokoh tertua di pandawa (tapi belakangan protes ama agus. kata agus, karakter arif dan bijaksana itu dimiliki oleh hampir semua tokoh pandawa. tapi gw lupa gus! lu semalem ngomong apa yah?). terkenal dengan kejujuran, welas asih, pemaaf dan sabar. simbol perdamaian, persatuan, ketuhanan.
Ada bima/bratasena/(banyak nama lain juga), seorang yang saya bahasakan sebagai “penjaga gawang”. berbadan besar, brangasan, tapi berhati baik, jago bertarung, tidak banyak tampil, tapi selalu berada didepan, ketika ada yang macem-macem sama sahabat-sahabatnya. suka ngga mikir kl berbuat. terkenal karena kesaktiannya. juga sangat dikenal karena kesucian jiwanya, jujur, jarang bertendensi atas berbagai kepentingan. simbol keamanan dan kekuatan.
Lalu ada arjuna/lelanang jagad (sda) , tokoh yang relatif paling banyak dibicarakan, populer. sudahlah bangsawan, jago brantem, ganteng pula, (tapi kata agus, gantengan si nakula..), pintar bertutur kata. pendobrak. cerdas. sulit ditebak dan dimengerti (kayak lagi aja… :p), pengelana, suka berkelana kemana-mana. kadang suka menyendiri, bertapa, dan berguru. pribadi yang cukup kompleks. simbol kesuksesan, solidaritas, setia kawan.
Terakhir, ada si kembar nakula dan sadewa. sepasang bungsu ini selalu kemana-mana berdua. simbol kecerdasan dan problem solver. ketika “kakak-kakak” nya lagi mentok, nakula dan sadewa hadir memberikan jalan keluar. (lagi-lagi, agus punya terjemahan sendiri tentang nakula dan sadewa. tapi gw lupa lagi gus. please correct yah..). pasangan kembar layaknya simbol yin-yang, saling melengkapi. pintar, senang melayani. simbol kesejahteraan dan kemakmuran.
Lalu diluar 5 tokoh tadi, ada juga tokoh krisna. nah, ini gw juga lupa, pandawa lima ini mengabdi sama krisna yah? CMIIW…
Lalu juga ada cerita tentang punakawan. tentang semar, sosok dewa yang turun kebumi. juga simbol kearifan. kearifannya itu tercermin kepada bagong. lalu ada juga petruk, dan gareng. simbolitas-simbolitas karakter mereka (serupa tapi tak sama) dengan pandawa lima.
Terus terang, ketika saya mendengarkan cerita tentang tokoh-tokoh ini, tidak hanya pengetahuan dan inside tentang team leader yang saya temui. banyak banget. saya mendapatkan ilmu tentang siklus, tentang takdir, tentang keikhlasan, macem-macem. pasti ngga cukup untuk dibahas. saya ingin menfokuskan pada 1 topik : team leader.
selama ini, sebuah team leader yang jadi acuan saya adalah rasulullah, yang dibantu oleh 4 orang yang dikenal dengan khulafaurrasyidin.

ada abu bakar as shiddiq, khalifah yang sangat terkenal dengan kearifan dan konsistensinya untuk selalu berbuat benar (makanya bergelar as shidiq),

lalu ada umar bin khattab, tokoh yang terkenal paling brangasan, keras, pendobrak, tapi juga pembela rasulullah nomor 1. namun diluar kekerasannya, umar juga karakter yang sangat lembut.

ketiga, ada usman bin affan, seorang saudagar kaya yang dermawan, pemalu, yang oleh rasulullah dinyatakan sebagai seorang sahabat yang sifat-sifatnya paling mirip dengan dirinya,

lalu ada ali bin abi thalib, simbolitas seorang pemuda yang cerdas, ahli strategi perang.

secara simple, mungkin terfasilitasi oleh 4 sifat rasulullah : shiddiq, amanah, tabliq, fathonah. intinya ya berkata benar/jujur, terpercaya, penyampai wahyu/risalah dan cerdas. oh ya. ini sepertinya perlu diperhatikan oleh para menulis sejarah islam. ngga tau apa emang ngga boleh atau gmana, tapi karakter para sahabat nabi saya googling di internet, tidak ada penjelasan yang clear. rata-rata disampaikan melalui peristiwa. ujung-ujungnya kita diminta menyimpulkan sendiri hehehe..
ada banyak cerita soal team leader. kita bisa liat kerjasama three musketeer (kl ini bertiga), dan yang paling banyak memang team leader “duo”, sebut saja mulai dari Gajah Mada dan hayam Wuruk, Soekarno-Hatta, dan banyak lagi.
IMHO, jarang, atau bahkan mungkin tidak ada pemimpin tunggal dalam sejarah kepemimpinan. meskipun (mungkin) yang populer hanya salah satu saja. misal, orang lebih banyak membicarakan tentang soekarno saja, meskipun seorang soekarno baik secara langsung maupun tidak sering menceritakan Moh. Hatta sebagai soulmate kepemimpinannya. atau tokoh hittler, mussolini, don corleone. tapi ketika kita membaca lebih dalam, tokoh-tokoh sentral ini selalu didampingin minimal 1 orang tokoh tersembunyi yang kapasitasnya tidak berada dibawah sang tokoh itu sendiri. terkenal atau tidak, itu hanya peran. tapi pada prinsipnya, posisi ini semakin menjelaskan bahwa Esa itu hanya milik Tuhan.

Dalam kondisi team leader yang minimalis (2 orang), kedua orang ini memiliki karakter yang saling melengkapi. kecenderungannya, yang satu karakternya selalu lebih dominan : lebih populer, visioner, pendobrak, kharismatik, orator yang baik, liar dalam pemikiran, lengkap dengan sifat-sifat minusnya. sedangkan yang satunya cenderung sabar, telaten, runut dan terstruktur, terencana, pemerhati yang baik, dan sebagainya.

5, 4, 3 ataupun 2 orang, pada prinsipnya hidup ini tidak bisa diselesaikan sendirian. pemimpin sekaliber apapun, dia membutuhkan “mitra”, “soulmate”, saling melengkapi. leadership adalah sebuah kerja team. kepemimpinan seperti apapun menurut saya pribadi tidak bisa diwakili oleh 1 orang saja. majalah business week bahkan juga menulis tentang ini (saya tulis di tulisan sebelumnya) ini yang terkadang sering tidak kita sadari. terus terang, inilah yang juga selalu mendasari saya, kenapa saya tidak pernah bekerja sendirian. selalu ada “mitra” yang saya butuhkan dalam menjalani sesuatu. hanya didasari oleh sebuah kesadaran, that i just an ordinary person who wanna be extra ordinary. and to be extra ordinary, i need an extraordinary partner too…

so, ada baiknya bagi siapa saja yang ingin membentuk sesuatu, entah organisasi, perusahaan, atau apapun, berangkat dari kesadaran ketidaksempurnaan kita sebagai manusia. we need a partner. untuk itu, kunci awal dalam membentuk team leader adalah pengetahuan atas jati diri kita sendiri. jika kita tau kita siapa, lebih kurangnya, kita akan tau, karakter seperti apa yang kita butuhkan untuk mendampingi kita. karakter seperti apa yang kita butuhkan untuk membentuk sebuah team yang kuat.

jika kita sudah berkoloni, berkelompok dengan orang-orang yang kita percaya, tidak ada salahnya jika kita lembali melakukan review, apakah koloni kita sudah dilengkapi dengan seluruh komponen team leader. tidak ada salahnya jika kita melakukan review, dan melibatkan pihak lain yang menurut kita dapat memperkuat team kita, menyangga sisi lemah yang selama ini memang tidak ada dalam team kita.

Yang tidak kalah pentingnya, adalah bahwa posisi itu hanyalah peran. tidak sedikit sebuah team akhirnya bubar, ketika kita mulai mempertanyakan posisi. seseorang yang berada di posisi didepan, lalu dia menjadi populer, lebih terkenal dan sebagainya harus sadar, bahwa itu hanya peran. popularitas yang dia dapatkan sebenarnya tidak akan pernah optimal tanpa dukungan orang-orang yang merelakan diri berada di belakang layar, tanpa publisitas. begitu pula sebaliknya. banyak orang yang terkadang mulai terjangkiti penyakit hati, mulai timbul benih-benih iri dan dengki, ketika atas kerja kerasnya, lalu orang lebih mengenal rekan kerjanya. dan pada akhirnya hanya akan menimbulkan perpecahan. ketika kita mengambil peran yang bukan core kita, pada prinsipnya kita tidak akan pernah bisa optimal. disisi lain, tetap butuh ada 1 orang yang memang lebih “di-tua-kan”, sebuah simbol pemersatu, individu yang dipercaya ketika terjadinya deadlock, yang diyakini oleh seluruh komponen dalam team leader sebagai kunci akhir. karena bagaimanapun juga, koleksivitas harus ditutup oleh sebuah keputusan tunggal. kesetaraan secara buta akan menyebabkan tidak terciptanya sebuah keputusan. kompromi tidak selalu bisa menghasilkan keputusan yang benar, dan terkadang bisa menjadi bibit sebuah perpecahan yang besar atas sebuah ketidakpuasan yang tertahankan.
dan pada akhirnya, kita akan menyerahkan diri pada kekuatan tunggal, kekuatan yang esa, kekuatan yang menentukan output dari segala macam daya upaya kita dalam meraih sesuatu. hanya Dia-lah sang Esa. yang berhak menjalani perannya tanpa siapapun…

*image copy from www.dorsetsoftware.com

8 Responses to “team leader”

  1. Gak seru kalo cuma ngomongin pandawa lima, terlalu hitam putih. ntar malah jadi kayak gaban, ksatria baja hitam, dkk deh. Makanya aku lebih seneng ama tokoh togog (gak disemua versi perwayangan ada tokoh ini) instead of semar. hihihihi

  2. hiueheiuhei… gw kan pemula che. mana doyan gw membedah karakter2 ky gini dari dulu :)
    gw baca dikit tuh tentang togog di wiki, waktu nyari2 info soal punakawan. Bathara Antaga (togog), Bathara Ismaya (semar), dan Bathara Manikmaya (Bathara Guru). togog diutus sebagai pamong untuk para ksatria dengan watak buruk. hmmm… interesting character…

  3. > pelajaran sejarah hanya sebuah hapalan peristiwa, sama sekali jarang bercerita tentang “esensi” dan makna dari peristiwa itu sendiri

    Salah guru loe kali, Ed. Guru sejarahku dulu asik2 kok, jadi kayak pendongeng gitu. Dan di akhir “dongeng” disimpulkan hal2 apa yg bisa kita ambil hikmah darinya. Makanya aku suka sejarah, terutama sejarah org2 terkenal (sukses).

    > tapi karakter para sahabat nabi saya googling di internet, tidak ada penjelasan yang clear

    Dalam beberapa hal, internet gak selengkap yg kita bayangkan. Coba beli bukunya Haekal. Beliau lengkap menulis 5 org tokoh: Muhammad, Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, masing2 dalam 1 buku ekstra tebal. Kalo kurang, silakan beli buku2 bertema sama dari penulis2 lainnya, banyak kok.

    Aku dulu sempat baca2 juga tentang Pandawa Lima dan kisah2 seputarnya. Tapi terus terang, membaca kisah2 itu rasanya “kering”, ada yg “kurang”. Aku baru terpuaskan membaca tentang team-leader dan team-work justru dari kisah2 Nabi dan para sahabat2-nya, termasuk juga kisah2 Nabi dan para istri2-nya. ;)

    Akhirnya, aku sampe pada kesimpulan: Tim yg baik membutuhkan pemimpin yg baik dan anggota tim yg baik pula. Salah satu tak terpenuhi, tim yg baik mustahil terbentuk. Gak peduli secanggih apa leader-nya, kalo anggotanya lemot, pasti gagal. Sebaliknya juga begitu.

    Secuil kisah yg selalu kuingat terkait team-leader dan anggota tim, dari Ali bin Abu Thalib ra, sbb:

    Suatu hari, ada seorang muslim -anggap namanya Fulan- mendatangi Ali yg saat itu telah menjadi Amirul Mukminin. Si Fulan ini protes pada Ali.

    Fulan: “Ya Ali, engkau adalah pemimpin yg gagal. Saat Rasul, Abu Bakar, dan Umar memimpin, umat Islam bersatu dan sejahtera. Tapi saat ini engkau memimpin, umat Islam terpecah dan sengsara.”

    Ali: “Hai Fulan… saat Rasul, Abu Bakar, dan Umar memimpin, yg mereka pimpin adalah org2 seperti aku. Tapi sekarang, saat aku memimpin, yg aku pimpin adalah org2 seperti kamu.”

    Singkat sih, tapi dalem. ;) Dalam tim, ada 2 tipe hubungan, aku istilahkan hubungan vertikal (pemimpin vs anggota) dan hubungan horisontal (anggota vs anggota). Kedua hubungan ini pun harus bagus. Misal, jgn sampe ada “anggota ekslusif” yg baru bekerja kalo ada leader-nya atau hanya atas perintah leader-nya, tapi gak bisa kerjasama dgn anggota tim lainnya (peduli anggota yg lain dalam kondisi terjepit). Hubungan vertikal yg baik, artinya ada komunikasi 2 arah yg saling menghargai dan saling memahami masing2, antara leader dan anggota. Dgn demikian, leader gak akan semena-mena sama anggota, dan anggota pun akan respek sama leader-nya. Salah satu jenis hubungan ada yg gak beres, dan gak segera diatasi, bisa dijamin tim tsb gak akan berumur lama. :)

    BTW, aku gak liat kau nyinggung2 ttg Jalin. :D

  4. Nambahin dikit tentang Khulafaur Rasyidin, 4 sahabat Rasul yg utama. Masing2 punya karakter unik yg saling melengkapi, tidak hanya diantara keempatnya, tapi juga terhadap Rasul. Andaikata Rasul gak “dikawal” 4 org ini, gak mungkin dakwah Islam dan misi kerasulan bisa sukses. Tentu ini atas kehendak Sang Sutradara Besar pula. ;)

    Abu Bakar: pengikut yg paling patuh dan setia. Dalam beberapa hal kadang seperti menghamba pada Rasul. Apa pun yg Rasul kerjakan dan katakan, selalu diikuti dan dituruti, tanpa reserved. Rasul menganggap Abu Bakar sbg “kembaran” atau “soulmate” beliau, personally amat sangat dekat dgn Rasul.

    Umar: pengikut yg berani dan kritis. Gak begitu saja mau mengikuti perintah Rasul tanpa ada penjelasan yg memuaskan. Berani berinovasi, berlandaskan penjelasan2 Rasul sebelumnya. Seringkali Rasul “dikoreksi” oleh Umar, dan koreksi tsb dikuatkan oleh wahyu. Rasul menganggap Umar sbg calon Nabi (andai Rasul bukan nabi terakhir atau andai Muhammad bukan Rasul). Umar adalah pelopor ijtihad.

    Utsman: pendukung dakwah paling bermodal dan dermawan. Utsman adalah sahabat yg terkaya, tidak hanya diantara 4 sahabat, tapi juga di lingkungan Mekkah/Madinah. Hampir seluruh modal dakwah, baik uang, senjata, makanan, pakaian, dlsb dibantu oleh Utsman. Rasul menganggap Utsman sbg pribadi yg paling berakhlak, terutama dalam hal malu dan dermawan, serta sbg suami. Personally kurang dekat dgn Rasul krn Utsman sering berdagang ke luar kota, tapi kapan pun Rasul memanggil, Utsman langsung datang memenuhinya.

    Ali: sahabat yg paling banyak menerima ilmu dari Rasul. Ali adalah sahabat yg termuda dan paling banyak ilmunya. Dakwah keilmuan (tarbiyah) paling sering dibebankan pada Ali. Rasul menganggap Ali sbg wakilnya dalam hal keilmuan. Sepeninggal Rasul, Ali adalah rujukan utama bertanya tentang keilmuan Islam.

    Keempat sahabat utama ini menurutku menggambarkan karakter2 yg harus ada dalam sebuah tim yg baik dan lengkap. Ada yg setia (simbol Abu Bakar), ada yg kritis (simbol Umar), ada yg bermodal (simbol Utsman), dan ada yg pintar (simbol Ali). Rasul, tentu saja, sbg leader-nya. Namun perlu pula diingat bahwa ada sifat/karakter tertentu yg dimiliki oleh seluruh ke-4 sahabat tsb, seperti: berani, rela berkorban, jujur, dan cerdas. Dari sini kita bisa lihat apa requirement sebuah tim secara keseluruhan, dan apa requirement anggota tim secara personal.

    Ya, kira2 begitulah. Loh, ini blogmu toh, Ed. Aku pikir aku nulis di blogku. Jadi nulis blog di komen nih. Ma’af, salah tempat. :D

  5. #bee
    > Salah guru loe kali, Ed. Guru sejarahku dulu asik2 kok, jadi kayak pendongeng gitu.

    hihihi..iya kayaknya bee

    > Dalam beberapa hal, internet gak selengkap yg kita bayangkan. Coba beli bukunya Haekal.

    haekal? nama pengarang? lengkapnya? btw, ngga tertarik melengkapi soal khulafa ur rasyiddin di wiki bee? biar informasinya imbang..

    >Akhirnya, aku sampe pada kesimpulan: Tim yg baik membutuhkan pemimpin yg baik dan anggota tim yg baik pula.

    hehehe.. setubuh bee. cuman, salah satu strong point yang ingin ku sampaikan, bahwa tidak ada pemimpin tunggal. kualitas rasulullah mungkin sebuah cerita pengecualian buat aku. bahkan, dalam masa sekarang, selain anggota tim yang baik pula, think tank or team leadernya juga harus strong.. meskipun nanti, akan ada 1 orang di dalam team leader itu yang terlihat menonjol. tapi, menonjol tidak berarti menunjukkan, dia lah kunci segalanya..

    >BTW, aku gak liat kau nyinggung2 ttg Jalin.
    hehehe.. beda tema paling bee. but asal dirimu tau aja, cuma ada 2 peristiwa besar yang sangat tercatat dalam kehidupan (atau kehidupan karier) gw. TIM JALIN dan AIRPUTIH. 2 tempat sekolah, 2 tim luar biasa yang telah menggembleng gw seperti sekarang. sampai detik ini, 2 tim ini tetap 2 tim terbaik yang pernah gw rasain…

    finally, thank soal penjelasan karakter khulafa urrasyiddinnya. mereka tetep tokoh gw kok :p

    *btw, lucu kali ya bee, ada reuni tim jalin… :)

  6. > haekal? nama pengarang? lengkapnya?

    Dr. Muhammad Husain Haekal, Ph.D. Haekal adalah seorang politikus, ahli hukum dan ahli sejarah dari Mesir. Karyanya “Hayatu Muhammad” (Hidup Muhammad) adalah salah satu karya monumental beliau krn mampu menjawab semua tudingan negatif orientalis barat thd hidup dan kehidupan Rasul, dgn “cara”/”gaya” barat. Selain karya tsb, karya Haekal lainnya adalah sejarah hidup Khulafaur Rasyidin. Aku punya beberapa buku Haekal, kalo kamu mau, silakan pinjam. Tapi ambil sendiri ke rumah ya. ;)

    > btw, ngga tertarik melengkapi soal khulafa ur rasyiddin di wiki bee? biar informasinya imbang

    Not now, Ed. Someday perhaps. Aku belom ngerasa pede (scr keilmuan) mau ikutan ambil peran di wikipedia, apalagi yg terkait agama (Islam).

    > cuman, salah satu strong point yang ingin ku sampaikan, bahwa tidak ada pemimpin tunggal. kualitas rasulullah mungkin sebuah cerita pengecualian buat aku.

    Bahkan Rasul pun bukan seorang pemimpin tunggal! Rasul tanpa sahabat2 yg tangguh, pasti gagal. Aku yakin tak ada seorang pun yg mampu menjadi pemimpin tunggal. Krn secara konsep itu adalah konsep ilahiah. ;)

    > meskipun nanti, akan ada 1 orang di dalam team leader itu yang terlihat menonjol. tapi, menonjol tidak berarti menunjukkan, dia lah kunci segalanya.

    Sangat setuju! Kita sama2 pernah dalam satu tim dalam hal ini, gak perlu dibahas lebih panjang lagi. ;)

    > btw, lucu kali ya bee, ada reuni tim jalin

    Ide menarik dan bukan gak mungkin untuk diwujudkan dlm waktu dekat. Ntar coba aku bicarakan dgn tokoh2 Jalin lainnya. Halal bi halal ala Jalin kayaknya menarik. ;)

  7. Good article bro… Definisi yg bagus tentang tim dan kepemimpinan. Memang benar bhw seorang leader akan selalu butuh partner yg bisa melengkapi dia dlm melakukan tugas atau kewajibannya sbg seorang leader. Partner yg bisa mengerti, menopang, melengkapi, serta menjadi penyeimbang bagi karakter seorang leader itu sendiri. Aku sdh merasakan sendiri betapa pentingnya para wakilku yg melengkapi diriku scr pemikiran maupun karakter ketika aku menjabat sbg seorang leader dr sebuah tim bbrpa waktu lalu

Trackbacks/Pingbacks

  1. ThrowInside » Kegelisahan Rang Minang : Kebangkitan Melayu?

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>