7.55 pagi..

aku baru saja sampai di kantor. pagi ini masih sangat sepi. pengelola kantorku sepertinya sangat sangat patuh dengan maklumat pemerintah bahwa hari kerja pasca lebaran dimulai tanggal 22 Oktober (atau karena pelit dan males ngurus? *sigh*). bahkan pintu kaca besar di gedung ala romawi ini tak ada yang terbuka, dan harus kubuka paksa. begitu masuk kantor, aroma bekas makanan langsung menyambutku. Hhhhhhh… tiba-tiba aku benar-benar kangen dengan Uci, rekan kerjaku yang bertanggungjawab atas kebersihan kantor. kantor ini benar-benar berantakan, berantakan karena ulahku sendiri, yang sejak hari ke 3 lebaran kupakai sendirian, dan tidak ku bersihkan. dan pagi ini aku harus menikmati ulahku sendiri.

azan subuh pagi ini, aku baru saja sampai dirumah, setelah sedikit melepas penat kepala dan bermain-main dengan beberapa teman di posko, nama tempat tinggal beberapa rekan kerja sekaligus base camp dan kantor dadakan jika ada lemburan. rencananya ingin tidur, tapi sepertinya mataku masih tidak berkompromi. dan akhirnya buku kedua dari tetralogi andrea hirata, menggodaku untuk dibaca, menggelitik keingintahuanku dari kelanjutan kisah laskar pelangi (thank ya Qei udah beliin bukunya. gw lupa euy belon gw bayar yah? heiuhiuehe). Buku ini sama hal nya dengan buku pertama, sangat sulit untuk tidak kubaca tuntas. Sesuai dengan judulnya, Sang Pemimpi, menceritakan dengan lugas kisah ikal dimasa SMA dan perjalanannya berikutnya menginjak Jakarta, yang diakhiri dengan diterimanya Ikal dan Arai, 2 tokoh sentral dalam buku ini, menggapai mimpinya untuk kuliah di Universite de Paris, Sorbornne, Paris. Dua anak kampung, kuli angkut ikan, tukang fotocopy semasa kuliah, pekerja pabrik tali plastik, tukang asah batu di Kalimantan, tukang sortir surat di PT Pos, mendapatkan beasiswanya untuk kuliah di Prancis. 7.05 pagi, buku ini tuntas ku baca.
komentarku tentang buku ini masih sama dengan komentarku tentang buku laskar pelangi: INSPIRED!. Aku tidak akan berkomentar banyak. Saranku, beli, dan baca. Buku yang sangat layak untuk dikoleksi. jika ingin membaca prolog nya, ada di website penulis di http://sastrabelitong.multiply.com/.

pagi ini dalam perjalanan, kembali buku ini membakar dan mengingatkanku akan mimpi mimpiku. Dulu, semasa SMP, aku sangat ingin untuk menjelajahi gunung-gunung di seluruh Sumatera. Dan perjalananku berakhir dengan pendakian di Simeru, semasa aku kuliah. Keinginanku untuk berkeliling terus bertambah, ingin menginjak seluruh pulau yang ada di negara ini. Keinginan inipun tercapai sudah. Berkat aktifitasku di Yayasan Sekolah2000, Airputih, kegiatanku di Tim jalin-Net dan UPPTI dulu dan aktifitas usahaku, hanya beberapa propinsi lagi yang belum ku injak. Keinginan ke Luar Negeri juga sudah tercapai. Tinggal keinginan untuk menjejakkan kaki di setiap benua. Membaca buku sang pemimpi seakan mengingatkanku akan mimpi masa lalu yang masih bertahan sampai sekarang. (Biarlah Andrea dengan Paris dan Endesor-nya. Aku tetap dengan Scotland dan Ireland, tempat yang banyak ditampilkan di salah satu film Favoritku, Brave Heart, dan Barcelona, negri yang sangat eksotis dimataku).
Buku ini juga mengingatkanku akan kuliahku yang terbengkalai di kampusku di Malang. Kuliah yang kutinggal sedemikian rupa ketika Proposal Thesis sudah disetujui. Keinginan untuk punya usaha sendiri juga sudah tercapai, meski masih sangat jauh dari harapan.
7 tahun lalu, bersama seorang sahabat, disebuah villa di kaki Gunung (gunung apa yah jar namanya?), sebuah pertanyaan ku ajukan kepada seorang bernama Dadang Muhammad, biasa ku panggil Buya. Seorang yang sebenarnya aku sangat iri padanya. Orang yang ku beri julukan Sufi kapitalis. Sebuah julukan yang merepresentasikan ke-iri-anku padanya. Figur yang sederhana, terlihat santai, salah seorang guru ngaji jaman di Malang, namun kaya raya. Pertanyaanku waktu itu bermula dari pertanyaannya yang sangat provokatif.

“Do, Aku saat ini memiliki 4 lahan perkebulan yang masing-masing luasnya seperempat gunung ini, 2 pabrik di Bandung, dan beberapa PTPN yang dipercaya padaku untuk di kelola. Ribuan orang bekerja di tempat-tempat yang aku kelola. Apa yang kira-kira akan kau miliki diumurku?”

Pertanyaan yang saat menantang. dan aku yakin, aset yang dia miliki jauh lebih banyak daripada apa yang ku lihat. Mobil Vitara yang dia bawa waktu berkenalan denganku, dan Opel Blazer di pertemuan berikutnya, aku yakin hanya “tipuan” atas kesederhanaanya.
Pertanyaan itu aku jawab dengan sebuah pertanyaan lagi.

“berapa umur buya sekarang?”

Dan buya menjawab ” 38 “.

Dan waktu itu aku kembali menjawab

“Dan aku akan memiliki aset yang jauh lebih besar dan mempekerjakan orang lebih banyak daripada apa yang Buya miliki sekarang”

Buya waktu itu hanya tersenyum. Dan melanjutkan perkataannya “Dan kau punya waktu 15 tahun untuk mewujudkannya”.

Omongan Buya ini kembali diingatkan oleh seorang deputi Ristek yang sepertinya dengan sengaja dipertemukan oleh salah seorang guruku dengan aku dan teman-temanku, ketika kami (mungkin) waktu itu dianggap terlalu bangga atas sebuah tindakan sosial yang kami lakukan saat Tsunami menghantam Aceh. Sampai saat ini, kata-kata itupun masih sulit untuk dilupakan.

“Kalian tau, ada berapa jumlah pulau yang ada di Indonesia?” Kami hanya diam. Dia lalu menyebutkan sebuah angka yang tidak ku ingat. kalau tidak salah sekitar 13 ribuan pulau.

“kalian tau, dari sekian banyak pulau yang ada di Indonesia, berapa banyak yang sudah dikelola dan digunakan untuk kepentingan bangsa?”. Kembali, kami hanya diam.

“Sudah berapa masyarakat Indonesia yang kalian pekerjakan dan bisa hidup dan menghidupi keluarganya karena kalian?”. Lagi-lagi, kami hanya diam sambil mengira-ngira, apa maksud dari seluruh pertanyaannya.

“Ada berapa jumlah orang yang aktif di yayasan kalian saat ini?”

Kali ini pertanyaan ini mampi kami jawab “Sekitar 64-an orang pak”.

“Dan kalian, 64-an orang, hanya karena kalian sudah berbuat untuk Tsunami di Aceh, mengais-ngais kebanggaan diatas penderitaan mereka, kalian sudah merasa pantas dan merasa bangga karena dianggap sebagai pahlawan kemanusiaan? Ngga malu?”.

Tiba-tiba kerongkonganku menjadi sangat kering. Kelenjer ludahku sepertinya berhenti berproduksi

Sambil meminum minuman didepannya, beliau menutup pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan

“Kalau kalian belum mampu bikin minimal 64 yayasan dan 64 perusahaan yang mampu mempekerjakan banyak orang, membuat sekian banyak pulau di negara ini terberdayakan, ngga usah belagu deh…”

Omongan ini ditutup dengan tawaan lepas HN, sementara aku mencoba senyum, senyum yang pasti sangat tidak indah sama sekali. Yang jelas aku sangat sebal dengan tawa lepasnya, meskipun aku tidak bisa membantah sepeserpun.
Dan, kembali, buku ini mengingatkanku pada janjiku pada diri sendiri. Menjadi seorang Sufi kapitalis (tapi sepertinya kata yang pertama masih sangat jauh dariku :(. Begitu pula yang kedua). Kata-kata iriku padanya merepresentasikan mimpiku saat itu. Mengingatkan juga ucapan sang Deputi saat itu.
Saat ini, diusiaku yang ke 30, aku juga telah memiliki beberapa mimpi yang baru, sebagai bentuk pencarianku akan aku. Dan buku ini, mengingatkanku bahwa ternyata masih banyak mimpi yang belum aku raih, termasuk beberapa mimpi yang dari dahulu kala ku inginkan. Dan bisa sangat panjang jika ku tulis satu persatu.
Then, Terima Kasih, Andrea Hirata.

Kemaren, melalui pembina toekang keboen, selebritis kelas atas yang telah banyak mempopulerkan teman-temannya, aku meminta tolong untuk bisa melakukan kontak dengan Andrea Hirata. Ada sebuah ide yang ada dikepalaku terkait Masterpiece yang telah dia sampaikan melalui Tetralogynya. Beberapa kontak yang ku hubungi mendukung ide ini. Semoga saja bisa berjalan. Nanti, jika si penulis mengijinkan, aku akan menyampaikannya disini, dan meminta dukungan dari teman-teman semua.

9.15.
Saatnya untuk kembali bekerja!

Popularity: 10% [?]

27 Responses to “still a must read book : Sang Pemimpi (buku kedua tetralogi Andrea Hirata)”

  1. mimpi hanyalah mimpi bagi para pemimpi..
    mimpi adalah kenyataan bagi para pejuang.

    -met berjuang-

  2. saran gue, kalo beli buku itu diinget-inget, udah bayar ato belom, huahahahaha

    bai de way Om Richard itu kalo ngomong emang lugas, jelas, ga pake tedeng aling aling, hehehe

  3. #antoub : setubuh, feb :).
    #upika : ya itu dia dan. kaya ngga tau aja lu penyakit kronis gw huehiuehie. ember. langsung dan menusuk :p. apa lagi kl lagi nongrong dengan “minuman khas” heiuhie. tambah seruuuuu

  4. weis bener bener pembaca novel sejati, iya neh bukunya andrea “ikal” hirata emang bagus tapi aq ragu sama buku buku selanjutnya coz biasanya novel2 yg diangkat dari cerita nyata bakalan bagus hasilnya coz penggambaran lingkungan ceritanya bakalan kerasa banget, secara si ikal emang sempet berbackpack ria dan belajar di negeri orang dan buat dia pengalaman itu berkesan banget jadinya pas di ceritain di novel bakalan tergambar baik, tapi coba nanti novel2 berikutnya :).
    Mungkin mas edo kudu baca “Mestakung” nya Yohanes Surya (atow jangan jangan udah), bukunya lumayan meningkatkan sugesti kita kepada kesuksesan :). Secara mas Edo orangnya rada rada hiperbolis juga kekekeke :)) gimana klo mas edo bikin novel yg isinya pengalaman pribadi mulai dari brojol (emang inget?) sampe jadi segede sekarang (eh gede apa kecil yah) huehuehue

    btw setubuh deh ma bukunya andrea hirata emang bagus

  5. #idham : hahaha…. mestakung. one of good book. comparasinya mungkin dengan sang pemimpi.
    in my comment, dalam konteks bermimpi, kerja keras, dan campur tangan Tuhan, mestakung ok. sesuatu yagn juga disampaikan andrea hirata. (dibuku endensor hirata lebih banyak bicara tentang statemen harun yahya bahwa ngga ada sesuatu yang kebetulan :P). tapi, buku laskar pelangi dan sang pemimpi buat gw ngga cuma sekedar buku yang mengajak bermimpi, tapi juga sekaligus bicara : inilah potret pendidikan bangsa kita, dan beginilah kondisi siswa didik kita secara umum. terus terang, ketika gw membaca buku ini, ada hal yang gw coba fikirkan : andai gw membaca diumur SMP or SMA :) (kl SD, kynya tulisan andrea agak sulit dimengerti)

    di comment buku laskar pelangi, temen gw dudi juga bilang pendapat dia tentang buku itu. lu baca comment gw deh. again, gw tidak menilai buku ini sebagai sebuah karya sastra. gw cuma ngeliat, di negara berpenduduk 240jt ini, yang udah terlalu banyak kena ama musibah, bangsa ini relatif telah menjadi bangsa yang pesimis. 2 buku pertama hirata buat gw punya value bagus soal itu.

    hiperbol? its depend on what for you do that. you are not completely wrong to mention that. but you need to know better and deeper to know me well :p

    tapi emang dham, gw baru aja kelar baca buku ke 3 nya. dan kali ini relatif buat gw endensor lebih banyak bercerita tentang pengalaman dia di luar negeri. tetap novel yang bagus. yang jelas memberikan pengalaman kl sapa tau gw suatu saat jalan2 ke LN hiuehiuehe. tapi messagenya ngga sedalem 2 buku pertama. ntar kl gw ada waktu gw comment juga deh ttg buku yang ke 3 :)

  6. hiperbol? its depend on what for you do that. you are not completely wrong to mention that. but you need to know better and deeper to know me well :p

    huehuehuehue hiperbol disini bukan jelek loh mas tapi tandanya mas edo ada bakat bikin novel :D huehuehuehue coba deh klo ada orang orang yg gak tau mas edo sama sekali buka blog ini, pasti dugaan pertamanya klo bukan Penulis , Pengamat (walaupun di indonesia semua orang juga pengamat).
    aq juga baca buku sebagian besar bukan karena unsur sastranya kebanyak justru karena isinya sesuai dengan yg ingin aq baca *Pemaksaan kehendak mode ON*. Makanya aq lebih sering review buku buku pembelajaran :D kyak Buku Kalkulus, PHP , linux dsb :) sastra mah gak ngerti huehuehue.
    Makanya kadang aq cuma tebak tebakan kira kira apa yg mau di sampein si penulis lewat novel yg isinya kisah hidup dia.
    baidewei pinjem buku bukunya dounx mas huehueheuhhue :D kyaknya bukunya mas edo bagus bagus. Klo novel2 terjemahan kyak Casanova The Gentleman Caller punya gak :)

  7. bantu diri sendiri aja belum bisa mau bantu orang lain

    kakakaka, gw seneng banget omongan pak richard yang itu. waktu beliau ke aceh nyinggung itu, gw cuman bisa cengengesan aja dengernya.

    emangnya mau makan daun apa? jadi mari kita selamatkan diri sendiri dulu :p

  8. Ed, mimpi sih boleh2 aja, mungkin malah harus bagi org2 muda. Tapi jgn jauh2 dulu deh milih mimpi yg mau diwujudin. Wujudkan dulu “mimpi kecil” yg mungkin keliatan sederhana tapi sebenarnya sangat kompleks, yaitu: MENIKAH. Rasul mengatakan “menikah berarti telah mengamalkan separuh ajaran agama” tentu bukan omong kosong belaka. ;)

    Sorry, no offense. ;)

  9. #idham :

    coba deh klo ada orang orang yg gak tau mas edo sama sekali buka blog ini, pasti dugaan pertamanya klo bukan Penulis , Pengamat (walaupun di indonesia semua orang juga pengamat).

    heiuheiuhie… jangan pengamat ah dham. gw pikir ini negara salah satu yang bikin brantakan karena kebanyakan pengamat :p. jago ngamatin duang. pas berposisi sebagai pelaku, tidak terbukti banyak apa apa yang disampaikan. lihat saja berapa banyak pengamat yang jadi mentri, staf ahli presiden/mentri, ngga banyak yang bisa berbuat seperti omongannya :)

    Makanya aq lebih sering review buku buku pembelajaran :D kyak Buku Kalkulus, PHP , linux dsb

    soal review, mungkin tergantung pemahaman dan keahlian masing-masing ya dham. gw kan ngga pinter urusan begitu. cuma bersyukur hidup diantara orang-orang pinter, termasuk teman2ku yang jadi rekan kerjamu sekarang :).
    lets do our part lah. buku2 ilmiah akan memberikan efek langsung di otak kanan, tapi buku-buku yang inspiring seperti ini ngenanya di otak kiri dan di hati menurut gw :) all is great lah.. daripada memperdebatkan hal ini, kayak orang debat mending mana sholat subuh pake qunut dan yang ngga. so, keynya adalah mari memperbanyak membaca dan menulis, sesuatu yang belum menjadi budaya bagi kita. gw sendiri ngerasain sulitnya memaksakan budaya baca tulis karena kebiasaan ngoceh :p

    baidewei pinjem buku bukunya dounx mas huehueheuhhue

    maen aja ke kosan gw dham. tapi buku gw banyakan buku managemen, psychology, SDM dan novel yang jelas :D sayangnya gw ngga punya novel2 yang lu sebut…

  10. # dudi :

    jadi mari kita selamatkan diri sendiri dulu :p

    TEBUL dud!. bener banget. mari kita hidupi diri kita dulu (walaupun bukan berarti ngga bisa dilakukan paralel). yang penting dalam fasa itu kita tetap menjaga idealisme kita. katanya sih, idealisme akan cenderung terkikis ketika kita sibuk mengurusi diri sendiri :)

    #bee : wah bee, kl itu bukan impian bee, tapi kewajiban. so, just keep praying for me ok? :)

  11. berjalan bersama para pelaku maka anda adalah pemimpi
    berjalan bersama para pemimpi maka anda adalah pelaku

    mari jalan jalan ..huehuehuhauheuheuhuehe

  12. #angus :

    mari jalan jalan ..huehuehuhauheuheuhuehe

    ayoo! ps: btw, emang lu ngimpi apa terakhir ini gus? hihihi

  13. kan udah ada yg ke-tiga: Edensor. Udah lama malah.

  14. #idak : hehehhe.. iya. udah baca juga kok. cuma belum sempet posting soal buku ketiga ini :p

  15. seru banget baca ulasannya,setuju deh, buku ini inspirasi yang membahagiakan, yang jelas buatku buku ini mengingatkanku akan keberartian diri bagi orang-orang disekitarku (evaluasi diri banget) dan juga mengingatkanku atas peran luar biasa setiap orang yang singgah dihidupku. Seneng ya…..bisa singgah disetiap tempat di Ina & luar, tapi pernah ke Mekkah ga?

  16. #ti : hiuehiuehie…ke luar negeri mah ngga sering euy. wong baru punya kesempatan 2 kali. mekkah? one day kali yah :) thank to visit…

  17. how wonderful masterpiece seorang penulis yang tadinya ga berniat menerbitkan buku.
    bahasa yang sangat jujur
    dan makna yang sangat dalam
    dalam sekejab, andrea hirata became my fave writer..

  18. Jadi orang tuh jangan di biasain ngutang ntar lama-lama jadi kebiasaan broo….hikss

  19. #isyana siregar : andrea memang layak untuk mendapatkan apreasiasi atas karya karyanya

    #darus : wah, saya punya utang apa ya sama darus?

  20. Thanks to Andrea,Karyamu udah banyak menyumbangkan inspirasi dalam perjalanan hidupku, ku tunggu karya-karyamu selanjutnya.

  21. Well smua bukunya Ikal emang bagus-bagus br kali ini ngefans bgt sm penulis lokal kyaknya bs disamakan dgn JK Rowlingnya Indonesia ya coz novelnya ditunggu byk orang, di sang pemimpi ini ada kata-kata yg sangat menohok tp lupa persisnya gmana mungkin kyak gini “Keamanan dari segi financial sekaligus memberikan kehidupan yg itu-itu” ooouch koq mirip bgt dgn kehidupanku ya hiks..hiks. pengen banget ktemu orgnya langsung deh syusah bangeddd, helppp mee…..

  22. bisa bantu kontaknya andria hirata gak yang langsung ke beliau atau menejernya ????
    bantuin yah.. bs di email ketempatku.thx

  23. jangan hanya bermimpi untuk meraihnmas depan tapi wujudkan mimpi menjadi kenyataan dengan berusaha secara maksimal maksimal tanpa mengenal putus asa setelah itu serahkan semua mimpi itu pada Sang Khalik, biarlah Dia yang menentukan dan mengarahkan mimpi tersebut.

  24. kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin.
    mimpi hari ini adalah kenyataan besok, insyaAllah

  25. saya sangat senang pada om hirata karena om sangat terkenal,dan pak presiden kita,bapak sby sangat bangga pada om hirata,dan pada saat saya menonton film yang berjudulkan laskar pelangi,saya sangat salut kepada om hirata karena,saat om masih sekolah di SD muhamadiah,bersama teman-teman bapak salah satunya:om lintang,om hirata sangat suka pada saudara om akyong yang bernama mey,pada saat mey pergi ke jakarta,om hirata sangat sedih karena mey tidak bilang pada om hirata,kalau dia akan pergi ke jakarta,tetapi saya sangat salut kepada om hirata karena,om sangat bisa memebuat novel yang sangat panjang sampai sisen 4,dan pada saat siang hari om hirata bekerja di kantor,dan pada malam harinya om menulis novel,pokoknya saya sangat salut pada om hirata pokoknya tetap cayo ya om hirata. cayo:semangat

  26. Ikal….you are The best writer…,karya-karya Andrea Hirata memeng tidak ada yang bisa menandingi.
    NOMERO UNO….,Go….ikal…Go …go…ikal go…

  27. yup saya sdh baca semua buku nya

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>