kenapa nge-blog?

Edo on October 25th, 2007

wah.. sepertinya aku terkena penyakit kronis bernama mentok. Dan masalah ini seperti mendapatkan “pelarian” melalui sebuah penyakit kronis lainnya bernama “ngeblog”. Dan untuk mengurangi rasa bersalahku, aku ingin membuat justifikasi kenapa nge-blog itu fine-fine saja :)

kenapa harus ngeblog?

Aku akan memulai dengan sebuah reason serius.

Biar ngga taat taat amat, tapi memahami Tuhan dan agama yang aku yakini adalah salah satu topik favoritku selain tema management (terutama SDM), psikologi, pendidikan traveling, dan music&movie.

Dulu, aku pernah bertanya kepada kakakku yang aku anggap memiliki pemahaman agama yang memadai.

“Kenapa Tuhan menjadikan surat Al Alaq sebagai surat yang pertama Turun?”

“Kenapa di ayat itu, Tuhan bilang “Bacalah”, sampai 2 kali, tapi di ayat ke 4 Dia mengatakan “yang mengajari Manusia melalui perantara pena (qalam, menulis)? Kok gak matching? Kenapa Tuhan mengajari manusia dengan menulis? Bukankah belajar itu harusnya melalui membaca dan mendengar? baik membaca yang tertulis maupun yang tidak tertulis, yang tersurat maupun yang tersurat?”

Itulah saktinya Kitab bernama Alquran. Bukan saja one step a head, tapi 2 step a head. Banyak pesan yang harus kita pahami dan fikirkan sebelum mendapatkan maknanya.

Aku memahaminya, sekarang. Karena ketika kita menulis, harus ada sesuatu yang di tulis. Kita harus memiliki knowledge. Secara alamiah, perintah menulis memberikan 2 makna dan perintah sekaligus : Menulis dan membaca!. Karena untuk menulis secara alami kita harus membaca agar tau sesuatu. Dahsyat memang Tuhanku itu. Walaupun suka bikin susah dengan membuatku berfikir terlebih dahulu untuk memahami pesan-Nya :)

Itu baru dari perspektif perintah Tuhan. Berikutnya masih dengan alasan serius, atas nama bangsa (keren banget dah istilah gw hiuehieuhie)

Indonesia sepertinya tidak didirikan dengan budaya membaca yang baik. Apalagi menulis. Budaya yang populer adalah berbicara. Dan aku adalah salah satunya. Susah banget sepertinya disuruh baca, tapi kalau disuruh ngoceh? whew… lancar deh.. Lihat berapa jurnal ilmiah yang dilahirkan oleh doktor-doktor bangsa ini. Lihat, bahwa setelah 62 tahun Indonesia Merdeka, bangsa ini belum bisa menghapuskan buta huruf, masih diatas 5%. Itu masih sebatas bisa mengerti huruf!

Pernyataan Mentri Pendidikan yang saya kutip dari Koran Tempo :

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah buta aksara mengalami penurunan sejak 2000 lalu. Dari 205,6 juta penduduk, 18,18 juta atau 9,6 persen di antaranya buta aksara. Pada 2003 turun menjadi 15,41 juta atau 7,4 persen, seiring bertambahnya jumlah penduduk menjadi 213,6 juta.

Pada 2005 jumlahnya kembali menurun hingga 14,89 juta orang atau 6,59 persen dari 215,2 juta penduduk. Data terakhir pada 2006 menunjukkan jumlah tadi menurun kembali 12,88 juta atau 8,07 persen dari 218,7 juta penduduk.

data statistiknya dapat di lihat di website BPS

itu jika dibatasi di umur 15 tahun kebawah. Berapa jumlah yang tidak bisa baca tulis jika umur tidak dibatasi? pasti lebih banyak.
beberapa website juga menuliskan referensi tentang pentingnya membaca. bisa dilihat disini, disini dan disini

Terakhir yang serius, membaca, menulis, identik dengan ilmu dan pengetahuan. Ilmu pengetahuan, identik dengan kualitas SDM suatu bangsa. Kualitas SDM, berkorelasi linier dengan harkat, martabat, daya saing bangsa, kesejahteraan dan kemakmuran, dan berbagai hal penting lainnya.
ok, then, kenapa harus ngeblog? menulis tidak harus ngeblog bukan?

- gratis. tidak menghabiskan kertas, pulpen. cuma menghabiskan bandwidth. Tapi toh bandwidth nya gratis. jadi santai aja

- archiving yang memungkinkan seluruh catatan tersimpan dan tertata dengan baik

- bisa jadi ajang silaturrahmi

- ngeblog adalah sebuah tren baru, sebuah bentuk civilization journalism. Tempat dimana kita bisa mencurahkan pikiran secara terbuka. Ngeblog membantu untuk mensukseskan kebebasan berekspresi, berdemokrasi. Tapi hati-hati, sepertinya kita belum terbiasa dengan perubahan dan perbaikan ini. jangan sampai apa yang terjadi dengan Bang Jarar Mas Blonthank Poer, Mas Sunu, or Mr Kurt terjadi pada anda (bang aip, dan ndoro kangkung, mohon ijin ngutip).
- biar biasa nulis. lalu keahliannya dikembangkan untuk bikin proposal, merencanakan pekerjaan, bikin laporan yang baik agar client puas dan dapet duit deh heheh
- masih banyak lagi…
Nah, mengingat waktu menulis ini emang ngga niat serius, berikut beberapa alasan penting lainnnya kenapa saya nulis (blog)
- bentuk pelarian positif kalo lagi mentok dan kram otak bekerja. Refreshing dulu. Kalau ada yang protes tinggal bilang “daripada gw macem2?” hayooo… yang jelas, sampai saat ini ada 3 kegiatan yang menarik sebagai pelarian : sevenskop, broadwar dan ngupi di olala sambil cuci mata
- biar keliatan pinter. bukankah katanya baca tulis berkorelasi dengan kepintaran? hiuehiueheiue

- ngg… bingung udah ah.. wong niatnya ngga serius

*yang lagi terjebak sama benang kusut. cayo! mari kita benahi dan selesaikan

17 Responses to “kenapa nge-blog?”

  1. Alasan ngeblog Bapak hampir sama dengan apa yang saya tulis di blog http://sawali.wordpress.com/ Yak, salah satu di antaranya adalah untuk menjalin sliaturahmi. Selain itu, juga untuk berdiskusi dan brainstorming; salin belajar dan berguru, hehehehe :D Maka dari itu, agar blog ini juga membudaya di kalangan guru, agaknya perlu ada imbauan dari Direktorat PMPTK *hanya imbauan, bukan instruksi* agar guru ngeblog. Manfaatnya? Kalau blog bisa dijadikan sebagai salah satu bukti pengumpulan angka kredit untuk pengembangan profesi guru, saya yakin banyak guru yang berlomba2 bikin blog, Pak Ini hanya sekadar curhat lho, Pak. Selain mengelola blog di WP, saya juga mengelola blog http://sawali.info/ Hanya untuk jaga2 kalau blog WP suatu ketika di-cut oleh Mr. Matt, boss WP. OK, makasih kunjungannya, pak, ya.

  2. Tambahan, pak, ada yang lupa, nih. Kalau tulisan saya ada yang layak dimuat di web yang Bapak kelola, silakan saja, Pak. Makasih, salam hangat. Saya link balik blog bapak yang ini, ya?

  3. Waah benar² menjadi bahan “iqro” yang ringan, cerdas, slengean tapi nikmat kaya minum kopi.. memang tulisan² di blog sebaiknya jangan berat² kali yaa.

    alesan ngeblog gk usah serius² ya. Sebab kalau terlalu serius nanti kecewa. TQ kasusku di deres ke mari. Tapi sekarang berkat divaksin virus bang Ersis Warman Abbas, dari bang Aip dan dari tulisan sampean saya jadi semangat lagi… sekarang orang ngomong apa bae, saya katakan: gitu aja repot…

  4. #sawali : heiuheie.. thank mas udah berkunjung

    “…gaknya perlu ada imbauan dari Direktorat PMPTK *hanya imbauan, bukan instruksi* agar guru ngeblog. Manfaatnya? Kalau blog bisa dijadikan sebagai salah satu bukti pengumpulan angka kredit untuk pengembangan profesi guru, saya yakin banyak guru yang berlomba2 bikin blog,

    hehehhe.. inilah sesuatu yang tidak gampang pak sawali. saya yakin bapak mahfum tidak gampang merombak sebuah budaya apalagi dalam kultur pemerintahan :) .

    sejak tahun 97 saya di kampus, lalu 2001 masuk di area goverment, belajar pengalaman gerakan massa di dunia IT seperti yang dilakukan kang onno, pemerintah seperti akan sulit diberi pemahaman seperti ini. saya tetap melakukan, tapi saya fikir dari lini grass root juga harus lebih proaktif. lihat bagaimana teman-teman IT bisa memaksa postel membebaskan frekuensi 2.4 GHz, lalu gerakan RT/RW Net yang memaksa persaingan pasar harga internet semakin murah, dan sebagainya.

    saya sering menyampaikan di beberapa seminar, ayo aktif menulis. ketika websitenya (misal website jugajuru.com) aktif, saya bisa menjadikan hal ini sebagai verifikasi kepada pimpinan di diknas. lihat, guru-guru pada aktif. lalu kita bisa mulai dengan memberikan penghargaan ketika hari pendidikan nasional, tulisan terbaik, penulis teraktif, guru kreatif dan sebagainya. pelan-pelan, ketika pemerintah melihat efeknya, saya yakin dorongan tentang kredit akan lebih mudah dilakukan

    saya malah berfikir lebih dari itu pak. saya justru waktu itu beberapa kali berdiskusi dengan pak fasli jalal, seharusnya sudah ada jabatan pranata komputer dalam strata ketenagaan di diknas. sehingga ada jalur karirnya malah :)

    saya sih lebih cenderung menggunakan strategi, mari memberi, sehingga meminta adalah suatu hal yang lebih gampang untuk dilakukan :)

    butuh “provokator-provokator” seperti bapak yang bisa membuktukan, bahwa blog, website dan sebagianya memiliki korelasi positif terhadap proses pengajaran, proses pencarian ilmu dan sebagainya kekekke…

    kayaknya kapan-kapan lucu juga jika saya minta PMPTK ngadain acara tentang IT, tapi yang memberikan materi adalah tenaga-tenaga pengajar yang aktif menggunakan teknologi seperti pak sawali, atau saya kenal pak ari di gunung kelud yang keukeuh ada internet di gunung kelud sampai sangat serius belajar bikin antena wireless pake kaleng, rekan saya guru SMK di ternate yang pengen bikin WAN, pak kwarta, guru SMK di malang yang menggagas adanya JIS-WAN di malang, dan sebagainya :p

    Saya link balik blog bapak yang ini, ya?

    dengan senang hati pak sawali

  5. # kurt : selamat datang mas;. thank sudah berkunjung

    Waah benar² menjadi bahan “iqro” yang ringan, cerdas, slengean tapi nikmat kaya minum kopi.. memang tulisan² di blog sebaiknya jangan berat² kali yaa.

    wah, soal berat atau tidak saya mah cuek aja. toh blog kan area pribadi. kekekke.. kl pengen serius ya serius, kl pengen sante ya sante. yang penting nulis :p
    *inget pengajian zainuddin jaman baheula. brantem soal sholat subuh itu kudu pake qunut apa ngga? ah, itu kan cuma masalah pemahaman. yang penting kan subuhan kekekkeke…

    Tapi sekarang berkat divaksin virus bang Ersis Warman Abbas, dari bang Aip dan dari tulisan sampean saya jadi semangat lagi… sekarang orang ngomong apa bae, saya katakan: gitu aja repot…

    hehehhe… iya mas. lucu juga sih. saya pas baca kasus2 ini awalnya juga sempet takut. wong saya juga terkadang suka kritis termasuk dalam hal hubungan saya dengan TUhan saya. kl mas baca beberapa tulisan saya pasti mas bisa liat heiuheiuhiue

    sometimes, budaya, kebiasaan, etika, telah menghambat kreatifitas pencarian kita akan sesuatu yang lebih hakiki. padahal kl inget peristiwanya nabi ibrahim, kurang kurangajar bagaimana sang nabi?

    banyak sekali kasus tentang bahwa kebiasaan dan rutinistas telah merusak esensi dari suatu kejadian…

  6. selamat goblog….kekekek

  7. #epat : iyo. kon sing ngajari goblok. gak sopan!

  8. wah bisa-bisa, nggak lama lagi nge-blog masuk kurikulum nasional :) .hosting dan domain free, hampir tiap sekolah sekarang udah ada internet.

  9. #toni : hmmm… hati2 lho ton, jangan terjebak kepada kulit lalu menghilangkan substansi heiuheiuhiue..

    ini sama seperti apa yang terjadi dalam penyusunan kurikulum. ketika tokoh2 pendidikan kita menyusun, aku yakin at least masih banyak benernya. tapi ketika politik bicaralah yang menyebabkan banyak terjadi penyelewengan. ketika kurikulum dibawa ke rapat pimpinan, lalu tiba2 ada yang komentar “saat ini banyak anak-anak yang kena narkoba. so, narkoba harus masuk kurikulum.”

    lalu ketika di bawa ke legislatif, hal yang sama terjadi “indonesia negara tsunami, maka perlu pendidikan tsunami masuk kurikulum..” atau “pergaulan bebas sudah meracuni kita. penyakit AIDS meraja lela. maka, perlu AIDS masuk dalam kurikulum kita”

    walhasil, carut marutlah kurikulum pendidikan kita. karena setiap issue, menjadi kurikulum. dan terbuanglah esensi-esensi pendidikan. konyolnya, banyak kita juga mengiakan bahasa bahasa populis itu, yang sebenarnya cuma digunakan untuk meningkatkan popularitas. padahal esensinya cuma pada moral dan akhlak. ngga perlu semua jadi item2-item tersendiri. substansi, menjadi tergeser karena issue populis semata..

    so, kl menurut gw, tentang blog, cukup ajarkan bahwa sudah ada tools bernama internet yang menjadi jendela dunia. semangat belajar dari berbagai sumberlah yang perlu ditekankan. konsep alam takambang jadi gurulah yang perlu ditanamkan. konsep berfikir, selalu ingin unggul, menyadari bahwa dari awal Tuhan sudah menyuruh kita menulis dan membaca sejak ayat pertama diturunkan, (Sebagaimana ini menjadi salah satu alasan gw untuk ngeblog :p). blog, seperti halnya internet, hanya media. jangan alatnya yang ditonjolkan, tapi hakikatnya yang perlu ditanamkan :)

    ini cuma opini lo ton. boleh sepakat atau tidak :)
    btw, iki “toni” tho? ojo2 aku salah wong :p. udah nyebut nama aja heheheh

  10. na’am,,iQro..iQro..iQro..selalu begitu.. membaca menulis, kegiatan yang gak pernah ada habisnyaa.. semangat selalu, berantas buta aksara. (hehe..)

    salam kenal!

    -yusako-

  11. #yoe : salam kenal juga yusako.. ayo kita brantas itu yang namanya buta-butaan…biar rada cerdas ini orang-orang

  12. Tapi yg jlaz, saya gak stuju klo ada yg bilang nge-blog itu cuma tren sesaat aja…

    Hohoho…

    ~ Salam kenal semuanya…

  13. #praditya : heiuhiuehiue… akur dit.. :) thank for visiting anyway…

  14. hehe keren banget postingannya pak, senang saya baca postingan ini. kalo saya sendiri dulu ngeblog buat iseng2 , baru deh setaun belakangan ini blajar cari tambahan lewat ngeblog.. lumayan buat kesehatan dompet.. :D

  15. #ika : saya malah ngeblog karena dipaksa temen :p

Trackbacks/Pingbacks

  1. ThrowInside » 133
  2. Kenapa oh Kenapa? Cerita 3 Blogger, Kenapa Kita Harus ngeBlog | Ayo ngeBlog!

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>