ide dan teknologi
yang mana yang mendahului : ide yang mendahului teknologi atau teknologi yang mendahului ide?
pembicaraan ini terjadi baru saja di taxi. Sebuah pertanyaan yang ditanyakan seorang sahabat.
ini pertanyaan yang sangat mendasar menurutku.
Dalam perspektif sederhanaku, hubungan antara ide dan teknologi adalah hubungan sebab akibat yang saling berkelanjutan. Akan tetapi, kita tetap berbicara dalam konteks manusia sebagai sumbernya. Ide dan teknologi, adalah hasil karya manusia yang melakukan interaksi berbagai informasi (perpustakaan informasi) dalam laboratorium pemikiran.
Pemikiranku membawa sebuah arah bahwa tetap saja idelah yang mendahului. Teknologi hanyalah alat. Akan tetapi, sebagaimana positioning teknologi itu sendiri, teknologi telah membawa kita dalam ranah percepatan yang menyebabkan ide itu hadir secara cepat.
Dalam buku Maha Karya John Naisbitt, Mind Set (Semoga lain waktu aku sempat membedahnya), dalam banyak area Naisbitt menjelaskan betapa teknologi telah membawa pertumbuhan ide menjadi semakin cepat dalam berjalannya waktu. Lihat berapa lama peristiwa jatuhnya apel menginspirasi Isaac Newton tentang teori Grafitasinya, berapa lama Einstain setelah “melihat” peristiwa dan menghasilkan teori relatifitasnya dan berbagai contoh lainnya yang juga dialami oleh Darwin, Galileo, Francis Bacon, bahkan filsuf-filsuf jalam jadul seperti Eratosthenes, Aristoteles, Nicolaus Copernicus, dll. Dan yang lebih parah lagi adalah masa masyarakat awam menerima postulat mereka sebagai sebuah karya nyata.
Teori-teori berbagai keilmuan tersebut terus mengalami perbaikan-perbaikan dan penyempurnaan. Saya bahkan baru tau, bahwa sejarah “manusia bisa terbang” tersebut sudah ada sejak sekian abad sebelum masehi, ketika anak-anak di china memainkan mainan anak-anak seperti helikopter, lalu Leonardo Da Vinci membuat beberapa rancangan pesawatnya, Bertolt Brecht yang menyempurnakan hasil karya Ludwig Berblinger yang telah membuat konsep gantole dan mati dalam eksperimennya 450 tahun setelah Da Vinci membuat rancangannya, lalu disempurnakan kembali oleh Otto Lilienthal, sampai akhirnya Wright bersaudara berhasil membuat pesawat udara pada tanggal 13 Desember 1903. Bayangkan, dari 4 SM sampai 1903 hanya untuk sebuah karya!
Bandingkan dengan ketika telex dan telepon ditemukan, lalu komputer hadir didepan kita,. Sejarah bagaimana Bill Gates mencuci otak kita dengan Microsoftnya, Steve Job dengan Apple-nya, atau yang paling banyak dibicarakan belakangan ini adalah duo pendiri Google, Larry Page dan Sergei Brin. Betapa teknologi mempercepat lahirnya ide, dan paradoknya, mempercepat matinya sebuah ide itu sendiri. Itulah sebabnya, di era knowledge society saat ini, pengetahuan dan inovasi atas pengetahuan itu sendiri menjadi kunci kesuksesan dimasa depan.
So, buat saya, idelah yang mengawali, dan teknologi adalah alat yang mempercepat proses ide itu sendiri.
walaupun ketika saya dan nanang berdiskusi soal ini, saya bisa menerima komentar nanang atas pertanyaan ini : GAK PENTING!
hehehhe… ya. kadang tidak penting membahas soal-soal seperti ini, jika itu hanya membuat kita SIBUK BERFIKIR namun LUPA BERBUAT, dan merealiasikan pemikiran itu sendiri ![]()
Popularity: 5% [?]
Saya setuju dengan Pak Edo. Sehebat apa pun kemajuan teknologi, bukankah itu berawal dari ide manusia juga? Ide sebagai pengejawantahan akal manusia merupakan basis kreativitas yang akan membimbing manusia pada peradaban yang lebih mencerahkan. Tanpa ide, bisakah lahir teknologi2 canggih? Wuih, postingan yang OK banget nih, Pak. Salam.
#sawali : hehehhe… terkadang kita suka terjebak dengan diri kita sendiri sih pak, sampe lupa akarnya :p. dan toh di hulunya segala hulu, semua berakar dari Sang Pemberi yang menginspirasikan hadirnya ide.
nanang itu yg mana ya ? he3x.
#antoub : nggg… anu… sing iku lo..