Did I undergo the boring life?

Edo on November 11th, 2007

Barusan, setelah mentok berkutat dengan dokumen yang harus ku submit esok hari, aku berjalan-jalan ke blog beberapa teman. salah satunya ke blog temanku ini. Entah kenapa, aku tergelitik dengan tulisannya. (tenang bro, gw tau kok yang lu ceritain bukan gue. Anggep aja gw lagi introspeksi diri :p) Dan tiba-tiba mempertanyakan hal yang sama pada diriku sendiri : Apakah hidupku membosankan? Dan apakah aku sehari-hari pergi mencari…… mati? well, syerem amat  hiuehiuehie
Meski tidak sama (dan yakin ngga gitu-gitu amat :p), hidupku memang tidak jauh-jauh dari tema tersebut : bekerja!. Rumah dan kantor adalah 2 jalur yang rutin ku lalui. Contohnya hari ini. Minggu-minggu, aku di kantor. Dan sedang….. bekerja!.

Ada penolakan memang didalam.Ngga ah. gue lo doyan nongkrong, ngupi (kalo ngga percaya tanya ama oh la la dan starbuck), ngumpul ama temen-temen, sometimes maen bilyar (ya kan meng?), ngegame (ayo ngebrood!), maen kartu (sekarang lagi kecanduam sevenscoop. gara-gara aris nih!), sesekali dugem (sesekali kok. suer! Paling sering sih dengan teman gue yang katanya udah tobat dugem…:p. sampe-sampe gw janjiin nraktir pas dia ulang tahun ditolak euy…! cool :p), kencan, dan belakangan tengah kerajingan hobi baru : blogging :p

Im thinking again. Memang, tidak sedikit yang protes padaku. Omongan “week end kok masih ke kantor” atau “hah? jam segini masih meeting?” adalah 2 kalimat favorit yang ditujukan padaku. Bahkan kalo dikantor aku seharian ngendon, temen-temen malah bingung dan heran “tumben ngga ada meeting hari ini” hehehhehe… jangan-jangan mereka bener lagi…

Aku memang sering week end ke kantor. Dan di hari kerja, andai pulang kerumah, ngga jarang aku akhirnya keluar lagi, mencari warung kopi, dan kembali membuka laptop. eh, iya yah. Belakangan juga kalau nongkrong di warung kopi relatif sendirian, dan… kerja! hihihihi… Iya sih. Aku memang rajin “ngantor” di warung kopi. abis enak sih. Ngga ngebosenin. Banyak pemandangannya hiuehiuehiue.. Dan kalau pulang ke rumah, relatif udah malem banget. Bisa jam 1, jam 2, bisa jam 5 pagi. Dan kalaupun nongkrong bareng temen-temen, belakangan memang rata-rata diisi dengan diskusi. Tidak sedikit pula yang protes “woi, lagi nyante nih! obrolannya jangan berat-berat doong..”

Hobi traveling pun sudah lama tidak ku jalani. Dulu, sebelum umurku menyentuh angka 30 (cool bro.. sampe saat ini, setiap gw ketemu orang baru, ngga pernah ada yang nebak umur gw udah kepala 3. Paling banter 28. Dan rata-rata orang nebak umur gw 25 or 27 heiuheiuhiue…*narsis set mode on*) aku rajin banget keliling Indonesia. berbagai cara ku lakukan. Mulai dari ngumpulin duit lalu dihabiskan dengan jalan-jalan, atau terakhir-terakhir aku sering memaksa ada kegiatan yang mengharuskanku berkeliling.

Naik gunung? well, hobiku yang satu ini benar-benar sudah sangat lama ku tinggalkan. Padahal dulu jaman SMP-SMA, hampir tiap bulan (sometimes tiap minggu) kuhabiskan di puncak gunung.

Suer. Ini bukan excuse. Tapi jangankan menikah, beberapa tahun terakhir bahkan aku malas berpacaran. Just a simple think. Kasian cewe gue. Karena aku lebih banyak menghabiskan waktuku untuk bekerja, dan… berteman. Bukan pertama kali aku mendengar kata-kata “kayaknya mending jadi temenlu deh do daripada cewe lu. makan ati!”. Im a dreamer who wanna reach mine. Untung wanita yang menemaniku 3 tahun terakhir sangat penyabar (thank hun…). Cantik luar dalam. I’m sure its not easy for her. Semoga dia masih cukup tahan menghadapiku….
Back to the topic : Did I undergo the boring life?

Saat menulis inipun, aku masih sangat yakin that i didn’t undergo the boring life. Mungkin terdengar aneh, tapi justru aku merasa hidupku lebih bermakna belakangan ini. Tidak bisa ku pungkiri bahwa sesekali aku menemukan titik jenuh. Bosan. Capek. Berat. Tidak jarang aku kurang ajar kepada-Nya, karena heran atas ujian yang tak kunjung henti. Untung Sang Penguasa Semesta-ku Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Menyenangkan? hmmm… aku agak lama untuk menjawab ini. Relatif sekali rasanya untuk menjawab apakah hidupku menyenangkan atau tidak. Aku sudah pernah menjalani hidup yang sangat menyenangkan bagi diriku sendiri. Tapi saat ini, belajar dari suatu peristiwa di masa lalu, aku tengah belajar untuk merasa bahagia ketika orang lain bahagia, semakin banyak orang senang dan aku punya peran atasnya. Nikmat sekali ketika perasaan itu datang. Bisa menghilangkan seluruh kepenatan yang kurasakan…

Otak ini belum bisa berhenti bertanya : Kenapa? Kok Bisa? Apa yang mendasari?

Kata-kata yang pertama kali keluar di fikiranku adalah tanggungjawab. Klise memang kedengarannya. Dan ini resiko atas sebuah pilihan tentang hidup yang TELAH ku pilih. Menerima takdir yang telah ditetapkan untukku. Yap, i have been chosen my life, including the consequences…
And? apa lagi?

Mimpi. Ya. aku adalah seorang pemimpi. Tapi tidak ingin menjadi pemimpi yang cuma ngimpi.

Mimpi dan tanggungjawab seperti 2 mesin besar yang mensuply tenaga maha dahsyat untuk tubuh kecilku ini. Tanggungjawab dan mimpi sebagai anak, saudara, teman, calon suami dan bapak, urang minang, rakyat indonesia, dan tentu saja sebagai manusia yang katanya telah ditakdirkan untuk menjadi khalifah dimuka bumi ini. Aku tidak akan menuliskannya disini. Karena kalau ku tuliskan semua, tidak cukup 3 hari 3 malam untuk menulis mimpiku :)

So, again, Did I undergo the boring life?

Kali ini aku sangat yakin bahwa jawabannya adalah tidak. Dan pertanyaan berikutnya tentang pergi mencari mati tidak perlu aku jawab. Mati tidak perlu ku cari. Dia yang akan datang sendiri menghampiriku. Ngga usah dipikirin. Saat ini aku tengah hidup dan ingin lebih hidup lagi. Mengutip iklan sebuah rokok, ingin membuat hidup lebih hidup lagi :)

office, 20.59

*tebakan : paling kl ada yang comment sama tulisan ini, ngga jauh2 ama pertanyaan “so, kapan kawin?, mampu tha?” :p 50+50 deehhh….

Popularity: 2% [?]

16 Responses to “Did I undergo the boring life?”

  1. kawin ? bukannya udah ? :P

  2. #dheche : wakakakka… iya yah? salah tuh tulisan gw :p

  3. hehehe…numpang lewat om… :D pa kabar neh?

  4. #yoppi : weik? wait wait.. ini yoppi architect?

  5. Banyak kontradiksi di tulisan ini. :P Ini…

    > Kata-kata yang pertama kali keluar di fikiranku adalah tanggungjawab. Klise memang kedengarannya.
    > Tanggungjawab dan mimpi sebagai anak, saudara, teman, calon suami dan bapak, urang minang, rakyat indonesia, dan tentu saja sebagai manusia yang katanya telah ditakdirkan untuk menjadi khalifah dimuka bumi ini.

    Bagaimana org bisa percaya kamu bertanggung jawab atas pekerjaan besar, sementara thd pekerjaan kecil kamu kurang (atau gak) bisa bertanggung jawab? Menyenangkan pacar, misalnya. Atau membagi waktu dgn pacar (scr proporsional tentu saja), misal yg lain. :D

    > Mimpi. Ya. aku adalah seorang pemimpi. Tapi tidak ingin menjadi pemimpi yang cuma ngimpi.

    Yg namanya pemimpi ya tukang mimpi. Kerjanya tidur mulu. Kalo pemimpi yg gak cuman ngimpi, itu ya bukan pemimpi. Tapi pengejar mimpi. Mimpinya 5 menit, ngejarnya bisa 5 taon. ;)

    Kontradiksi lain? Apa perlu aku jelaskan lagi? :P

    Anyway, congrats bro. I’m proud to be one of your friends. Honestly. I believe you’ll have a bright future, jadi mentri barangkali. We’ll see. :)

  6. anuh do, bukane…. iku loh… sakjane..
    lha yo ngono iku, halah….kekeke

  7. #bee :

    Kontradiksi lain? Apa perlu aku jelaskan lagi? :P

    wakakakka… aku fikir “you know” lah bee. bicara hal hal seperti ini pada prinsipnya akan memberikan banyak paradoks-paradoks. bicara kualitas-kuantitas, bicara small-big, bicara start now or ba patient, etc. buat aku kadang hal hal seperti ini bukan untuk mendiskusikan benar-salahnya. but insight yang didapat. so we should look at all side view :)
    and in this side, off course gw setuju ama pendapatmu :)
    thank to remind this stuff for balanced :)

    I’m proud to be one of your friends.

    so do i bro. dari awal kita-kita pada ngumpul dulu aku mah udah yakin. meminjam istilahnya nanang, kucing cuma berteman dan berkumpul dengan kucing. kl ada yang ngga, pasti ada yang salah kaprah :)
    sampai ketemu diujung sana…

  8. #epat : paham pe… ngerti aku. ancen lek wes ate rabi awakmu kudu tobat ancene pe. tak dukung wes :p

  9. Pak Edo memang masih sendirian, yak? Wah kayaknya hidup Pak Edo nggak pernah membosankan, ya? Mungkin itu resep untuk tetap awet muda, ya, pak. Selalu enjoy.
    *Wih, kok jadi suka main tebak-tebakan nih*

  10. #sawali : yah.. si bapak, sitanyain lagi heiuhiuehiue…. ngga pak rame2. ini sekarang lagi ber 14 orang :p resep awet muda? wah, kl saya mah resep aset mudanya “dont worry be happy” aja pak. banyakin ketawa hieuhiuehiuehiue

  11. ada lagunya nich da,
    “berjuanglah kasih, kejarlah keinginanmu, selagi masih ada waktu..uuuuuuuuu
    jangan hiraukan diriku, aku rela bersabar demi untuk dirimu, smoga tercapai, sgala keeeinginanmu”
    hehehehe :)

  12. saya terima nikahnya dengan mas kawin seperangkat router beserta bandwidthnya :p

  13. #v3 : ehem.. jadi malu *tersipu2…

  14. #dudi : saya terima nikahnya dudi gunardi dengan mas kawin tersebut diatas…

  15. weks lu udeh merit che ….. kagak bilang2 hiks….hiks…hiks

  16. #done_cccp : wah.. telat banget..

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>