“Selamat, anda memenangkan Quiz JakJazz Festival 2007!. Tunjukkan SMS ini di Tebet Utara IIID No 11 Jakarta Selatan untuk pengembilan tiket. Paling lambat hari Jumat 22 Nov jam 12 siang, dan tidak dipungut biaya. Salam Redaksi. Warta Jazz

jam 10.45 tengah malem, lagi enak ngobrol sambil ngupi-ngupi di Oh la la Kemang, tiba-tiba SMS itu masuk. Nomor tidak dikenal. But Good News! Eureka! Asyik!. Yippikayee!

But wait. jangan seneng dulu. jangan-jangan spam. Atau SMS tipuan. Yah ku tunda dulu kesenangannya. Aku balas smsnya :

“Whew.. Great news. Moga-moga ini bukan SMS Spam. I will call tomorrow for sure”

Eh, tiba-tiba dibales lagi

“Tenang Pak Edo. Ini beneran heheheh. Salam Kenal”

Nah lo dia kenal nama ku. Agak tenang juga nih. Kayaknya beneran.

Barusan, jam 6 sore, setelah meeting di Yayasan, aku call ke kantor WartaJazz. Yang angkat cewe. They confirmed. Malem ini bisa diambil sebelum jam 9 malem.

Sekarang, tiket itu ada ditangan heheheh

Kenapa aku sangat exciting?

Karena aku punya pengalaman ngga enak soal konser-konser Jazz. Yang namanya pengen nonton Java Jazz or JakJazz itu sudah dari tahun 1997. Tapi adaaaa… aja penghalangnya. Sepertinya aku dikutuk untuk tidak bisa menonton acara ini.

Meski sudah mengenal Jazz (and blues) dari SMP, tapi waktu itu aku belum terlalu suka, Kakakku nomor 4 yang meracuniku dengan Casiopea, Yellow Jacket, Gary Moore, George Michael (ini masuk kategori Jazzer ngga yah?), termasuk yang lokal jaman-jaman karimata, dll. Masa-masa teman-temanku lagi demen-demennya sama Gun N Roses, Metallica (2 group ini mah aku juga demen hehehe), Sepultura, dan beberapa group Trash metal, kakakku dirumah muterin kaset-kaset Jazz. Asing memang. makanya belum terlalu suka.

Aku berat sebenarnya untuk mengakui. Tapi bangsat yang meracuniku dengan Jazz adalah seorang sahabat bernama Anjar Ari Nugroho (Bangsat ini pula yang meracuniku menonton bola dan F1. Asyem dah…). Awalnya dia mengenalkanku dengan Lee Reteneur, Alchemy Acoustic dan Rippington. Ngga tau kenapa aku cepet masuknya. Pelan-pelan, mulai mendengarkan yang lain. Earl Klugh, Tom Scott, Four Play, Tuck and Patty, John Pizarelli, sampai model-modelnya Jimmie Cullum (i like this boy!). Termasuk yang ngga jazz-jazz amat tapi masih jazzy lah seperti Phil Perry. Ngga lupa tentu saja legenda-legenda Jazz Nasional seperti Bil Saragih, Ireng maulana, Bubi Chan, Shakatak, dll.

Era MP3, dan “kekuasaan” teman-teman pintarku yang kebetulan bertanggungjawab mengelola sekitar 20-an server dan beberapa puluh (mungkin ada kali sekitar 40-60) PC Router 1 kampus, menyebabkan si kunyuk satu itu leluasa menyimpan puluhan (mungkin ratusan) koleksi-koleksi MP3 nya (selain koleksi bo*ep, film dan anime tentunya hehehhe) yang diselip-selipkan diantara mail server, DNS server, Proxy, dan sebagainya. Sampai akhirnya Abazh, sang penguasa server mulai heran kok itu server pada cepet penuh (padahal dia juga suka nyimpen benda-benda aneh!. Dasar…).

Aku sudah ingin menonton konser-konser ini sejak tahun 1997. Tapi itu masa-masa ekonomi sulit hehehehe.. Sehingga tidak memungkinkan. Cuma bisa ngimpi.

Tahun 2003, seorang teman yang kuliah di Psikologi UI mengajakku menonton Jazz Goes to Campus di Kampus UI. Disaat yang bersamaan, Jurusanku ulang tahun perak. Biasa, di Indonesia kan yang ngasih ide yang jadi Koordinator heheheh… Dengan 13 kegiatan selama 1 bulan, mulai dari Seminar Internasional yang mendatangkan 12 pejabat-pejabat yang berhubungan dengan pe-rekayasa-an.keteknikan, lengkap dengan beberapa profesor dari Jepang yang ber tele-conference dari Nagoya, Kampus Keio di Tokyo, sampai dari AIT, Bangkok, Seminar IT Nasional yang menghadirkan 12 tokoh IT Nasional, Lomba Web, Lomba Tamiya, Konser Musik sampai lomba gaple. Dan sempurnakan aku bulan itu ngga bisa kemana-mana…
Tahun 2004, masih acara temen-temen UI. Lagi-lagi, gara-gara kegiatan School On the Internet, sebuah program kerjasama pembelajaran jarak jauh dengan beberapa negara di Asia, yang digagas oleh pemerintah Jepang dan dikoordinasi oleh Keio University, waktu para profesor-profesor dari Jepun itu berkunjung ke kampusku. Sebagai General Secretary program ini, aku kembali harus meredam keinginanku.
Akhirnya tahun 2005 aku dapat kesempatan nonton JavaJazz. Dan waktu itu aku dapet gratis lagi, mulai dari Gala Dinner kari Kamisnya, melihat para tokoh-tokoh Jazz itu hanya berada seseberangan meja denganku, sampai tertakjub-takjub melihat setelah acara gala dinner beberapa dari mereka ber jam session di depan. asik abis!. Dan dilanjut sabtu minggu (jumat waktu itu ngga bisa). Puassss… Yang menariknya, tiket ku dapatkan gratis dari Pak Junardi, Presiden Direktur dari sebuah group perusahaan yang memiliki saham di XL (sebelum Malaysia membelinya) yang secara tidak sengaja memberikan tiket waktu kita sedang meeting tentang Aceh. Waktu itu, aku mewakili yayasan AirPutih yang melakukan deployment beberapa fasilitas ICT di NAD dan Nias bertemu dengan beberapa asosisasi seperti IDI, IAI, AMI dan sebagainya, membentuk kerjasama penanganan Aceh bernama Komunitas Lintas Profesi. Thank to him!
yang tragis tahun 2006. Bela-belain beli tiket JavaJazz terusan 3 hari, plus konser Jimmie Cullum, 2 tiket. Untung ada program bank BNI Buy One Get Two. Tapi tetep aja habis 950rb. Dan tiket itu sekarang gw laminating, mengingat persis hari Jumat, gw tepar. Asyem!.

So, seneng banget dapet tiket gratis lagi, dan kali ini dari Warta JAzz heheheh…
Padahal waktu itu cuma iseng. Kapan hari, aku iseng buka WartaJazz. Eh, ada quiz. Dan quiz itu udah tahap 2. Hadiahnya tiket gratis. waktu itu pertanyaannya begini :

1) Selain di Istora Senayan Jakarta, sebutkan minimal 2 nama tempat lain yang pernah dijadikan tempat pagelaran Jak Jazz Festival
2) Siapakah nama saudara Dave Grusin yang akan tampil di Jak Jazz 2007

Aku memang suka jazz. Tapi jangan tanya soal nama, nomor dan tempat padaku. Memoriku kacau balau tentang ini.

So, tanya om google. pertanyaan kedua ada di website Warta Jazz sendiri. tapi pertanyaan pertama, ku cari-cari tidak ada informasinya di website-website resmi. Ujung-ujungnya, info ini aku dapatkan dari Blog Walking! hehehhe…

Jadilah quiz ini ku jawab dengan lancar :

1) Selain di Istora Senayan Jakarta, sebutkan minimal 2 nama tempat lain yang pernah dijadikan tempat pagelaran Jak Jazz Festival

a. Jak Jazz 1996 di Pasar Festival Kuningan

b. Jak Jazz 1997 di GOR Sumantri Kuningan

c. Jak Jazz 1993, 1994, 1995, Parkir Timur Senayan

d. Jak Jazz 1988, 1991, Ancol

2) Siapakah nama saudara Dave Grusin yang akan tampil di Jak Jazz 2007

a. Don Grusin

Well, terlihat sangat mengikuti jazz bukan? Padahal cuma nemu di blog heheheh…

So, see u at JakJazz 2007!

Popularity: 15% [?]

11 Responses to “im going to Jakjazz 2007! *thank to om google & blog :)*”

  1. Jazz, rada-rada mulai naksir!

  2. Setuju, Jimmie Cullum emang keren! Mind Trick-nya nendang banget! :D

  3. #pudakonline : dengerin aja terus. lama2 paling suka kekekke… gw ngga setuju kl orang2 bilang jazz musik yang susah dinikmati. depend on lah. for me, semua musik itu menarik :p

    #bee : tebul. petakilan emang tuh anak hiueheihie

  4. Alhamdulilah, aku ikut seneng da, akhirnya kesampean juga jakjazz nya jd ga penasaran lagi dech. Met nonton and have fun ya da :)

  5. #v3 : thank you hun… maap yah ngga ngajak2. perekonomian lagi ngga bagus nih heiuheiuhei..

  6. Taon ini, sebenarnya saya punya kans buat nonton JakJazz. Karena rencananya tgl.22 s/d 26 Nop 2007 ada tugas ke Jakarta. Tapi apa daya. Rencana tersebut digeser menjadi tgl.28 s/d 31 Des 2007.

    Dari sekian kali penyelenggaraan, baru 2006 saya berkesempatan menikmati JakJazz. Rasanya exciting banget. Ga terasa saya larut dalam goyangan irama Jazz.

    Setelah usai. Saya baru sadar kalo selama pertunjukan hampir semua penonton cuma dia terpaku duduk atau berdiri. Malu rasanya. Koq cuma saya & sedikit penonton yang excited. Sementara yang lainnya diam.

  7. Alhamdulilah, aku ikut seneng da, akhirnya kesampean juga jakjazz nya jd ga penasaran lagi dech. Met nonton and have fun ya da

    Huahahaha… dalem euy ! daleeemmmm….

    #v3 : thank you hun… maap yah ngga ngajak2. perekonomian lagi ngga bagus nih heiuheiuhei..

    Nyadar juga gak ngajak hun-nya, but pengakuan yang “jentelmen” !

  8. #erander : hehehhe.. lets the music play :p kynya itu emang tipikal indonesia banget yaks. jaim wakakkaka…. kemaren ane juga gt. diem. tapi pas rieka roeslan lagunya asik banget. mana ane nonton dari food center, jadi diatas, deket pager. cuek aja dah ikutan berputar2. untung yang gila ngga cm gw. jadi cuek beibeh!

    #he he : hush. he he dilarang ikut campur urusan rumah tangga

  9. hi,
    gak sengaja blog walking…nemu komen anda disini. sbnrnya jazz sama aja spt musik laen. cuman sering kali, orang yg belum kenal jazz (sok) menuding jazz itu rumit. padahal jenis jazz ada banyak sekali. salam!

  10. #agus :wah.. donatur saya nongol huakakkaka… blog reader, perkenalkan ini dia mas agus, dari wartajazz, yang menghadiahi saya tiket jakjazz :) thank to visit mas agus..
    agree about your statement. saya awal2 dulu juga menganggap jazz itu mbulet. now? whew… musik paling ekspresif dan menyenangkan yang pernah saya dengar :)
    jangan kapok bagi2 tiket gratis ya mas :)

Trackbacks/Pingbacks

  1. again…:(

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>