ah.. akhirnya bisa nulis lagi. Setelah akhir tahun diuber-uber oleh deadline yang harus diselesaikan.

First of all, Selamat Tahun Baru buat semuanya. Semoga tahun ini akan menjadi masa yang lebih baik lagi.

Semua orang pasti berharap hidupnya dimasa yang akan datang menjadi lebih baik. Kalau dipikir-pikir, betapa sederhananya hidup itu. Hidup yang hanya terdiri dari 3 masa : masa lalu, sekarang dan masa depan. Formulasinya pun sederhana : Belajar dari pengalaman masa lalu, menjalani apa yang harus dijalani saat ini, dan merencanakan masa depan seraya berharap sesuatu akan menjadi lebih baik.

Banyak hal yang ada di otak ini. Mengingat-ingat apa yang telah saya lakukan dimasa lalu. Men-trace lamat-lamat apa yang telah saya hasilkan setahun belakangan ini. Terus mundur kebelakang. Lalu berfikir apa yang ingin dijalankan kedepan.

Saya termasuk orang yang tidak terlalu menyenangi sejarah. Impact-nya, saya menjadi tidak terlalu telaten untuk memperhatikan langkah-langkah saya sendiri. Sering sebenarnya berefleksi, berkaca pada diri sendiri. Proses yang secara alami saya latih agar mampu secara konsisten memperbaiki diri. Namun jarang saya bernapak tilas lebih panjang, memperhatikan langkah-langkah. Mulai dari langkah diri sendiri, bersama orang-orang terdekat, dan terus meluas. Belakangan baru saya memahami kenapa kita perlu mempelajari sejarah. Aktifitas ini ternyata sangat membantu kita untuk memahami siapa kita sebenarnya, jati diri kita, dan apakah kita sudah on the track. So, sepertinya hal ini adalah salah satu yang perlu saya pahami di tahun depan.

Selanjutnya? Fokus. Sepertinya ini PR yang cukup besar yang harus saya lakukan. Sebagai seorang Aquarius, saya benar-benar mengalir. Tak terhambat. Terus mengalir. Berencana, namun menjalaninya secara mengalir. Saya lupa bahwa air juga karakter yang sangat konsisten, yang konsistensinya bisa meluluhkan batu karang yang amat keras. Ternyata setiap prinsip itu punya konsekwensi. Sebagai individu yang menganggap threat dan weakness itu tidak ada (toh, threat, weakness dapat dianggap sebagai opportunity bukan?), terkadang semua hal dijadikan opportunity. Perlu sebuah saringan yang baik agar saya bisa mendapatkan bahan-bahan yang berkualitas, sehingga waktu ini menjadi lebih bermakna.

Then? Sabar. Seorang teman mengajarkan kepada saya bahwa kekuatan itu tidak selalu ditunjukkan dengan otot yang besar. Penting untuk bisa “menenangkan diri” agar diri ini mampu menangkap pesan-pesan Tuhan, menemukan blink, mendeteksi buzzing, dan kembali bergerak pada saatnya. Bergerak secara efektif. Bekerja secara cerdas. Sehingga pada akhirnya mampu mengerjakan pesan-pesan besar sebagai bentuk tanggungjawab.

Ah, ternyata banyak hal yang masih harus dikerjakan. Sedih rasanya belum mampu berbuat banyak terhadap negeri indah nan terus ditempa bencana, berbuat lebih banyak agar lahir anak-anak negeri yang tidak hanya cerdas karena bakatnya namun juga karena system pendidikan yang baik, ikut serta membangun permata khatulistiwa yang tidak hanya diberi keindahan, kekayaan, namun juga tempat berkumpulnya kekuatan-kekuatan besar. Negeri yang pernah jaya dimasa lalu. Negeri yang pernah jaya dan bersatu dibawah panji Sriwijaya dan Majapahit. Dan entah kenapa, saya percaya, ditengah carut marut yang ada, negeri ini akan kembali ke puncak keemasannya, sebagaimana yang pernah terjadi dahulu kala.

Beberapa hari belakangan ini saya banyak diperdengarkan dan mendapat pengetahuan dari banyak orang, tentang hebatnya negeri ini. Bahwa untuk memperbaiki dan membesarkan diri tidak hanya dengan belajar pada kemajuan orang lain, namun juga bisa dengan cara memahami sejarah nenek moyang. Sepertinya bapak-bapak di DPR dan para pemimpin lainnya perlu menyisihkan sebagian dana, sebagian waktu, sebagian hobi studi banding (baca : jalan-jalan) ke Luar Negeri untuk melakukan “studi banding” terhadap sejarah masa lalu. Toh, jadi diri itu ada di dalam, bukan diluar sana.

Diskusi-diskusi belakangan ini membuat saya semakin sadar betapa hebat negeri ini. Membuat saya semakin optimis. Semakin yakin. Hanya masalah waktu, butuh kepercayaan diri, rasa bangga dan kerjasama dari seluruh komponen, bahwa suatu saat nanti, akan lahir sebuah negeri adi daya bernama Republik Indonesia. Semoga saya masih ada ketika masa itu tiba. Semoga saya mampu memberikan lebih dari hanya sekedar setitik kontribusi.
2008. 100 tahun lalu kesadaran kita dibangkitkan. Dan sepertinya saat ini adalah waktu yang tepat untuk kembali membangkit kejayaan tersebut.

2008. Waktunya untuk berlari. Sekuat tenaga, pikiran, rasa dan karsa.

2008. Selamat Tahun Baru. Saya bangga sebagai orang Indonesia

*ajakan moral menyambut 100 tahun Kebangkitan Indonesia. Ajakan moral untuk Bangga sebagai Orang Indonesia.

19 Responses to “2008 : Saya bangga sebagai orang Indonesia”

  1. Indonesia atau bukan, 2008 atau kapan pun, 1 Januari atau 31 Desember atau tgl berapa saja, sebenarnya gak penting… itu hanya atribut pelengkap. Akhirnya kebanggaan pun jadi gak penting… kecuali sbg motivator yg semu dan sempit.

    Esensinya ada dalam diri kita masing2… mau berubah lebih baik nggak? Baik pada diri sendiri, org lain, alam, dan Tuhan. Kalo memang diniatkan dan dilakukan sungguh2, fungsi ruang dan waktu jadi gak penting.

    Itu saja. Simpel.

  2. selamat tahun baru 2008 pak edo yak semoga menjadi awal yang baik untuk melakukan sebuah perubahan. semoga sukses selalu mengiringi langkah pak edo sekeluarga.
    btw, saya juga bangga lo, pak, jadi bangsa indonesia, hehehehehe :lol:

  3. ah pak edo ini masih pandai berorasi ternyata.
    bwat keturunan yang baik, kasih keturunan kita dgn makanan yg lebih baik dari kita, beri mereka pendidikan yg lebih baik, dan juga ksh contoh perilaku yg lbh baek.
    beRharap pada yg tua2 ini? ah gw mah realistis aja, taiklah (maaf) mereka semua…
    *mangkane ndang rabi! huehehe

  4. #bee : hehehhehe.. setuju kok bee. yang hidup siapa ya yang bertanggungjawab siapa. tapi kan kl ngga salah nih bee, tanggungjawab itu kan ada tanggungjawab personal dan ada tanggungjawab komunal.
    mungkin agak gak nyambung. tapi ini sama dengan logika orang azan lah. toh ibadah juga tanggungjawab pribadi. kalau kita cuma melihat dari sudut itu, maka kita nanti bisa bilang, ngga usah ada azan aja. abis berisik :)
    so, perlunya ada sesekali melakukan refreshment toh tidak ada salahnya. just reminding. mengingat kita makhluk yang suka alpha. suka mleset. kalo masalah tanggungjawab pribadi mah, ya kita masing masing aja tho? :)
    btw, met tahun baru ya bee…

    #sawali : sama-sama pak sawali. sama dong kita hehehe..

    #epat : yo, makane ndang rabi pe hehehhe

  5. Kau sendiri dulu pernah bilang… gak usah sok nyalahin org lain, atau pemerintah, atas kebobrokan negeri ini kalo kita sendiri belum becus hidup. Gak akan ada tanggung jawab komunal sebelum ada tanggung jawab personal. Gmn mau tanggung jawab komunal, kalo personal aja gak bisa? Kalo tanggung jawab personal udah ada, otomatis tanggung jawab komunal akan terbentuk dgn sendirinya. ;)

    Refreshment perlu, bahkan penting, tapi setahun sekali mah kelamaan. Everyday is a new day. :)

  6. hmmm.. ini tulisan positif thinking.. sementara saya kemarin agak pesimis… btw
    semoga saja sifat aqua yang ada dalam diri bos Edo mengalir juga sama saya..

    Ohyaa menyemangati itu bisa juga kibarkan sang bendera di blog gimana … saya temukan seperti punya k’tutur…

    http://stietn.wordpress.com/20.....perpakajan

  7. #kurt : hehehhehe.. sesama aqua ternyata. yah, jangan gitu atuh kang. yang ada saya yang harus berguru sama sampeyan :)

  8. #bee : hihih… masa sih gw bilang gt bee? yah, you know me lah, gw kan pikun :)
    setuju soal refreshingnya…
    yuk?

  9. Semangat 45 MERDEKA!!!!!! maju terus pantang mundur (jangan mundur ntar kepentok)

  10. semoga semua orang indonesia selalu bangga jadi bagian dari bangsanya..
    met taon baru mas

  11. #V3 : ada yang kurang. “maju terus pantang mundur wow kereeeen” hihihih

    #brainstorm : amiiinn.. selamat tahun baru juga mas

  12. negeri ini. Membuat saya semakin optimis. Semakin yakin. Hanya masalah waktu, butuh kepercayaan diri, rasa bangga dan kerjasama dari seluruh komponen, bahwa suatu saat nanti, akan lahir sebuah negeri adi daya bernama Republik Indonesia … Semoga saya mampu memberikan lebih dari hanya sekedar setitik kontribusi.

    … Saya bangga dengan kalimat cerdas model begini. Tapi, jujur tidak termasuk optimis. Mungkin generasi Sampeyan bisa ‘memperbaiki’ negeri ini. Negeri yang dibanyak bidang tidak diurus oleh ahlinya, rusak jadinya. Saya menunggu pemimpin dari generasi Sampeyan, … kalau luput … dalam perspektif sejarah … negara hancur, bahkan imperium hal biasa.

    Selamat Tahun Baru yang terlambat.

  13. #ersis : amiiinn.. semua toh dimulai dari sebuah niat baik bang. biarlah hasilnya diurus sama yang Kuasa. selamat tahun baru juga, bang ersis

  14. Negeri ini membutuhkan orang-orang optimis, karena hanya orang-orang optimis yang dapat melihat peluang…sedang yang pesimis melihatnya sebagai hambatan.

    Selamat tahun baru 2008, semoga mendapatkan banyak peluang untuk kebaikan.

  15. #edratna : amiiin. selamat tahun baru bunda enny :)

  16. aNE bangga menjadi diri sendiri !

  17. #rajaiblis : lha, itu justru yang lebih mendasar. gmana mo bangga jadi orang indonesia kl ama diri sendiri aja ngga bangga? kekekke

Trackbacks/Pingbacks

  1. ThrowInside » Kegelisahan Rang Minang : Kebangkitan Melayu?
  2. #!/Dudi/Gurnadi » Indonesia Berkokok

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>