Episode baru seorang AA Gym
Semalam, saya menonton salah satu acara favorit saya yang dipandu oleh Hermawan Kertajaya (HK). Kali ini beliau menampilkan tokoh yang sangat populer, tapi kemudian sempat menghilang lama setelah masyarakat. Para pengagum beliau, meninggalkan beliau karena sebuah pilihan yang dianggap sebuah dosa besar bagi mayoritas penduduk bangsa ini, yaitu berpoligami. Beliau adalah AA Gym.
Masih jelas diingatan saya popularitas beliau yang membius banyak orang. Pondok Daarut Tauhid tiba-tiba menjadi obyek wisata rohani yang sangat populer. Konsep Management Qalbu sempat menjadi sangat digandrungi, layaknya konsep ESQ yang dipopulerkan oleh Ari Ginanjar Popularitas beliau juga mengingatkan saya akan fenomena Partai Keadilan Sejahtera, yang tidak saja dicintai oleh pengikutnya, umat muslim pada umumnya tapi juga membius seluruh masyarakat Indonesia. Bukan hanya itu, bisnis AA Gym melalui label MQ (Management Qalbu) berkembang pesat diberbagai bidang. Masyarakat di sekitar Daarut Tauhid-pun ikut merasakan manfaat kepopuleran AA Gym. Lalu tiba-tiba semua sirna, atas sebuah “dosa versi masyarakat” yang dilakukan oleh AA Gym. Sebagaimana yagn disampaikan AA Gym dalam acara tersebut, beliau terkenal karena media, dan media pulalah yang pada akhirnya “membunuh”nya. Inilah periode ke 4 dalam kehidupan seorang AA Gym. Periode ke 4 setelah beliau melalui masa intelektual, emosional dan spiritual. Konsep ini sepertinya menjadi wacana baru pasca popularitas konsep ESQ yang sangat digandrungi banyak orang saat ini.
Acara semalam; sebagaimana juga diakui oleh Pak HK sebagai host; menurut saya sungguh luar biasa. Entah disengaja atau tidak, Pak HK mencecar AA Gym dengan pertanyaan yang mungkin selama ini menjadi tanda tanya besar bagi mayoritas pengagum beliau. Pertanyaan yang sangat mendasar. Yang mempertanyakan eksistensi beliau selaku figur orang banyak.
Entah kenapa. Tapi acara semalam justru menimbulkan kekaguman luar biasa dari saya terhadap beliau. Dengan besar hati ; sesuatu yang pasti sangat sulit untuk dilakukan oleh orang sekaliber AA Gym; beliau mengakui bahwa beliau sempat terlena oleh popularitas dan lalu mengalami penurunan kepekaan. He’s a completely gentlemen. Berulang kali beliau mengingatkan kita, agar hati-hati ketika berada dalam sebuah kepopuleran. Berhati-hati atas pujian.
Yang miris adalah, dengan tegas beliau menyatakan “I’m not a criminal”. Ya, Tuhan toh tidak melarang apa yang dilakukan oleh AA Gym. Islam men-sah kan tindakan AA Gym. Namun dosa versi masyarakat telah menghukum beliau sedemikian rupa. Dan inilah episode menyedihkannya, yang menunjukkan secara jelas potret bangsa kita. Hukum Tuhan ternyata dalam prakteknya telah kalah dengan hukum konsensus manusia yang terstigma sekian lama. AA Gym telah dihujat melebihi koruptor kelas kakap, tirani besar, politisi yang busuk. Ketika media saat ini; mulai dari berita sampai infotainment; memberitakan berbagai hal tentang Presiden Kedua kita, dan permintaan dari banyak pihak termasuk tokoh-tokoh besar sekelas Amin Rais untuk memaafkan Pak Harto, lengkap dengan berbagai demo yang mendoakan dan mendukung beliau, AA Gym lenyap dan relatif masih tak termaafkan (meskipun menurut saya, apa yang harus dimaafkan? wong ngga salah…). Sebuah kontradiksi. Tulisan Mas Imam tentang dukungan luar biasa bagi Pak Harto, yang jauh berbeda dengan dukungan terhadap Bung Karno, tokoh proklamator kita yang tak terurus ketika sakit menghampirinya, mempertegas tingkat kesadaran kita tentang yang benar dan yang salah, yang pantas dan tidak pantas, yang baik dan yang tidak baik. Perspektif Bang Yusril di Blog nya juga sangat pas buat saya, bahwa jika bangsa ini memang ingin memaafkan Pak Harto baik dengan memberikan Grasi, maka mulailah dari merehabilitasi dan mengembalikan harkat dan martabat Bung Karno sebagai Bapak Bangsa, The Founding Father yang sejarahnya banyak tak terungkap. Analisa beliau sebagai ahli tata negara yang melihat dari sudut hukum juga merupakan referensi yang perlu kita pahami sebagai orang awam. Sebuah pandangan yang pas menurut saya.
kembali kepada AA Gym..
Dalam wawancara tersebut, AA Gym semakin menunjukkan kelasnya ketika HK memaksa beliau untuk mengomentari pendapat masyarakat terhadap dirinya. Ketika HK meminta statement dari AA Gym tentang pandangannya terhadap masyarakat Indonesia terkait permasalahannya, dengan sangat sederhana AA Gym tidak sedikitpun ingin membahas. Beliau lebih memilih untuk melakukan self correction. Berkontemplasi. Berkaca. Kembali beliau mengingatkan kita untuk berhati-hati atas popularitas. Berhati-hati terjebak dalam kesombongan. Dan mengingatkan bahwa semua itu akan menghapus kepekaan kita atas berbagai kondisi yang ada. Begitupula ketika disinggung tentang bisnis-bisnisnya, dengan jantan AA Gym mengakui bahwa personal brandingnya yang berlebihan menyebabkan profesionalisme tidak berjalan dengan baik di berbagai unit usahanya. Semua datang dengan mudah. Label AA Gym telah menyebabkan keuntungan bisnis datang dengan sendirinya. Dan kini, ketika personal branding itu pupus, terasalah bahwa bagaimanapun juga, profesionalisme harus ditegakkan. Rasa syukur justru menghampiri beliau, karena hujatan yang datang justru membuka matanya, mengembalikan dia menjadi sosok yang peka, dan menyadarkan beliau siapa saja orang-orang disekelilingnya yang benar-benar profesional, dan siapa yang hanya mendompleng nama besarnya.
Terlepas dari diskusi yang menarik itu, ada 3 hal besar yang tercatat cukup dalam untuk saya dari tontonan semalam. Sebuah statement yang luar biasa yang sangat perlu kita patri dalam-dalam.
Pertama, dan ini adalah ungkapan luar biasa yang keluar dari seorang tokoh agama yang terkadang menurut saya relatif sering “terlalu melangit”, AA Gym mengingatkan kita untuk hidup dalah realita. Bahwa hidup adalah realita. Ketika ada peristiwa yang membuat kita tidak lagi realistis seperti puji-pujian yang membawa kita keawang-awang, maka berhati-hatilah. Hantaman, masalah, polemik yang terjadi, itulah realita hidup yang sebenarnya. Hidup itu tidak selalu indah. Justru, kita harus mensyukuri ketika masalah itu tiba. Masalah-lah yang membuat hidup ini menjadi realistis. Membuat kita sadar akan keberadaan-Nya. Membuat kita tangguh. Hidup bukan dongeng cinderella, bukan kisah cinta yang selalu indah layaknya film dan lirik-lirik lagu cinta. Kesempurnaan hidup adalah ketika kita mampu menyikapi kebaikan dan keburukan, keberuntungan dan kemerosotan secara adil. Jadilah seperti seorang peselancar, bukan seperti orang yang hanya menikmati ombak dari pinggir pantai. Ketika orang-orang takut menghadapi ombak, peselancar malah menghampirinya, dan hidup mengalir bersama ombak, dan menikmatinya. Seorang peselancar mampu menikmati ombak besar yang menakutkan. Seorang manusia yang sempurna, mampu menikmati masalah dengan baik.
Diujung omongan beliau, meski hampir tidak terperhatikan dan tersamarkan, beliau mengingatkan bangsa ini agar tidak seperti orang yang hanya dipinggir pantai, yang takut akan ombak, namun akhirnya mati dihantam tsunami. Sebuah pesan luar biasa menurut saya. Bahwa selama mind set kita lebih mengagungkan kulit belaka, menghargai orang hanya dari harta dan jabatan yang dimiliki, selama hidup dan bekerja hanya semata-mata karena uang dan simbolisasi lainnya, maka bencana dan peringatan Tuhan belum akan berakhir dari bumi Indonesia ini.
Kedua, AA Gym menjelaskan bahwa ketika orang memuji kita, sadarlah, itu bukan karena kita benar-benar hebat. Itu terjadi hanya karena Tuhan telah menutupi segala kebusukan dan sisi-sisi jelek kita dari pandangan banyak orang. So, tidak ada yang perlu dibanggakan secara berlebihan ketika kita dipuji orang, meskipun kita juga jangan sampai kufur nikmat dengan menutupi kelebihan kita. Hidup tidak lebih dari sekedar mencari kenyamanan. Oleh karena itu, hal yang paling tepat adalah seperti sepatu. Beliau menganalogikan bahwa semahal dan sebagus apapun sepatu tapi jika tidak pas (kebesaran atau kekecilan) maka hidup tidak akan nyaman.
Ketiga, bahwa hidup hanyalah sebuah peristiwa yang menjembatani antara dunia dan Tuhan. Hidup hanyalah sebuah peristiwa untuk memanfaatkan apa yang ada dimuka bumi ini dalam rangka mencari Sang Maha Pemberi Hidup. Dan ketika kita tidak menjalankannya, maka rasa nyaman itu tidak akan pernah ada.
Dalam wawancara sebelumnya di MetroTV di acara Kick Andy, AA Gym juga “dihajar” oleh Andy F Noya dengan pertanyaan “Apakah AA Gym tidak memperhatikan bagaimana perasaan istri beliau atas keputusan berpoligami”, AA Gym menjawab, bahwa peristiwa itu adalah vaksin bagi istrinya. Saya kagum atas statement tersebut. Analogi sederhana, namun sarat akan makna yang dalam. Dalam perspektif saya, AA Gym dengan besar hati mengakui bahwa dia telah menyakiti hati istrinya. Namun, peristiwa itulah yang justru telah menjadikan istrinya menjadi kuat. Layaknya vaksin, “racun baik” yang menyakitkan ketika disuntikkan, tapi vaksin akan membuat kita menjadi kuat dari berbagai penyakit. Dan ini perlu disyukuri.
Berbagai hikmah baik ini juga mengingatkan saya akan 2 pesan yang pernah saya terima.
Saya jadi sangat sadar tentang maksud quote yang beberapa hari belakangan ini sering dijadikan status di YM seorang sahabat. Wanio ambe sing angel, wedhio ambe sing gampang. Artinya, Beranilah pada yang sulit, dan takut/berhati-hatilah terhadap yang gampang.
Saya juga menjadi sadar dengan nasehat kakak saya dulu. Bahwa untuk menjadi baik, menjadi seorang Mursyid, kita bisa memilih melalui jalan steril atau jalan imun. Kedua orang ini sehat, namun sangat berbeda secara filosofis. Orang yang sehat namun steril adalah orang yang sehat karena memang tidak pernah bersentuhan dengan penyakit. Sedangkan orang yang sehat karena punya daya imun adalah orang yang sehat meskipun dalam kondisi dikelilingi dengan berbagai sumber penyakit. Kakak saya ingin mendidik anaknya menjadi anak yang memiliki daya imun. So, jika kita menjadi baik karena memang hidup dilingkungan yang taat beragama, sekolah di pesantren, bergaul hanya dengan lingkungan yang baik, ini hal biasa. bahkan bisa berbahaya. Namun orang yang luar biasa adalah orang yang tetap bisa baik dan berbuat benar, meskipun hidup dari orang tua yang broken home, berteman dengan pemadat, maling, dan “kotoran-kotoran” lainnya.
Finally, saya ingin mengucapkan selamat datang kepada AA Gym. Sama seperti pak HK, saya juga menunggu gebrakan dari AA Gym. Menunggu episode ke 5 dari hidup seorang AA Gymnasiar. Semoga AA Gym sadar betul, bahwa beliau adalah orang pilihan, dan bangsa ini butuh pemimpin seperti beliau. Semoga AA Gym benar-benar mampu membuktikan, bahwa konsistensi beliau membuka mata kita, bahwa hidup yang baik hanya akan dapat tercapai melalui cara-cara yang baik pula.
AA Gym. Kami tunggu movement anda. Welcome back, a’…
Popularity: 5% [?]
Jadi? Mau berpoligami juga, Ed?
tambahan dari saya:
Yang pasti, kalau berpoligami itu dianggap dosa, berarti individu tsb. telah mendekatkan dirinya kepada kekufuran.
Dan berhubung sangat banyak masyarakat Indonesia yg menganggap berpoligami itu adalah hal yg jelek, pantas saja jika Allah SWT banyak “menghukum” bangsa ini.
Logika yg sangat mudah dari Al-Qur’an surat An Nisa ayat 3 dimana Allah SWT bersabda,
“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”
Yang dianjurkan pertama oleh Allah SWT adalah “dua, tiga atau empat” bukan “satu”. “satu” itu jika kita takut tidak akan dapat berlaku adil.
Jangan menghukum karena ikut-ikutan orang lain yg menganggap suatu tindakan tertentu itu nista, karena tindakan semacam ini dapat merugikan untuk anda sendiri kelak.
Baca dulu apa yg terdapat pada Al-Qur’an, karena Islam dimulai dengan IQRA! yang berarti: BACALAH!.
Aa’Gym is back
Saya yakin Aa’ Gym akan kembali mendapat tempat di hati media massa. Good news is good news…
sebetulnya yang menjadi persoalan bukan masalah beliau berpoligami. tapi lebih pada konsistensi atas isi dari dakwah beliau. ketika beliau dijadikan cerminan oleh ibu-ibu (mostly) bahwa pernikahan tidak berpoligami, menghormati hak hak istri. dan berjuta nasehat yang dipaparkan dalam mediasi dakwahnya. dihantam sendiri oleh kenyataan bahwa akhirnya beliau pun melakukan apa yang disarankan untuk tidak dilakukan. memang itu bukan dosa, seandainya dari awal beliau berdakwah, tidak menyampaikan nasehat yang menyarankan bahwa lebih baik tidak berpoligami, bila tidak mampu. bisa dimaklumi jika banyak pihak kecewa atas keputusan beliau. tapi memang banyak yang berlebihan menilai beliau. sama halnya jika orang tua mengatakan jangan melakukan a nak, kalo kamu tidak mampu. suatu saat orang tuanya akhirnya melakukannya juga, dan itu menyakiti si anak. kira kira begitulah. apa sih yang kita lihat dari seorang ulama? yang disampaikan, yang dilakukan dan yang dicontohkan.
-hanya pendapat seorang upika, yang belum belajar banyak dari 30 tahun kehidupannya
btw, aku ga pernah menganggap beliau bersalah kok.
cuman menyayangkan saja. ada sedikit kekecewaan, tapi karena dulu juga ga segitunya mengagumi beliau, jadi ya biasa aja kaleee
Pemilu 2009, ganti tema…
pemilihan rakyat, alias Rakyatnya di ganti..
kangen juga ama siraman rohani dari aa’.
kapan ya aa’ kembali menghiasi televisi dan radio ?
#bee : ups.. jangan diomongin disini dong bee hihih
#risvi : dalam konteks pendapat mas risvi (mas-mas kan?
), pada “prinsipnya” ya saya setuju. namun, terus terang, saya malah tersentuh dengan cara AA Gym menyikapinya di acara tersebut ketika ditanya oleh HK. ketika HK menanyakan apakah aa’ menilai ada yang salah dengan mind set masyarakat indonesia terkait kasus beliau, aa’ menjawab dengan sangat wise, bahwa dia tidak terbiasa untuk melihat kesalahan orang lain. kondisi ini justru membuat beliau lebih bertanya-tanya, apa yang salah dengan metode beliau. sebuah pilihan yang wise. beginilah seorang pemimpin (Semua kita khalifah kan?) menyikapi sesuatu. karena pada prinsipnya sesalah2nya ummat, maka pimpinannya lebih salah lagi. itu “nasib” yang harus diterima pemimpin. aa’ gym tidak berusaha untuk men-judge masyarakat indonesia, sebagaimana yang biasa kita lakukan :).
#yaser : semoga saja yaser..
#upika : nah. ini juga yang ditanyakan oleh HK di ujung akhir diskusi mereka. dan aa’ gym waktu itu menyatakan bahwa dia tidak pernah “menjanjikan” hal tersebut. sorry, aku tidak bisa mengomentarinya, karena walaupun aku kagum dengan beliau, aku jelas bukan orang yang mengikuti setiap dakwah yang dilakukan oleh aa’ gym. benar salahnya? hanya Dia yang tau :p
#tjokro : hehehhe… setelah ketemu beberapa orang hari ini, kayaknya ada benarnya kro :p.
#paydjo : yah, itu saya juga liatnya di TV :p. tapi butuh waktu yang tidak sebentar sepertinya untuk masyarakat kita menerima realitanya
@tjokro: Trus rakyat yg gak kepilih gmn? diusir dari Indonesia? diberangus (genocide)? gimana?
Ya karna inilah kenapa aku merokok, kenapa aku kenal kamu dan kenapa jg jarang mandi … hauhauahauha
#dheche : asyem. yang ada gw yang kaya gt. dulu gw ngga ngerokok. kenal elu gw jadi ngerokok kekekkeke. kl urusan jarang mandi, pengaruh siapa tuh che? *untung gw masih punya imun untuk ngga ikut2an jarang mandi heiuhieuhie
liat komentar di atas
*geleng geleng*
inget om dheche dah jadi kakek jangan disamain sama mas edo yang masih
jalanglajang coz buat seorang kakek2 mungkin mandi itu gak terlalu penting#idham : hush.. jangan kualat ama kakek2. pamali! :p
AA Gym.
Do, ada yang amat menarik dari beliau, seperti yang dikatakan bahwa potret masyarakat kita ya seperti itu, lebih suka dengan kemunafikan, lebih suka yang sembunyi-sembunyi, dari sini juga kita ketahui kualitas bangsa kita ini, terutama para wanitanya, bahkan sering kali kita sudah mendengar bahwa wanita itu adalah tiang negara.
Kita mungkin bisa ambil pelajaran, dahulu kita mempunyai Presiden yang mempunyai lebih dari 1 (satu) istri, Bung Karno, kemudian hanya 1 (satu) istri, Bung Harto. Ada hal yang menarik dilihat dari sini, mungkin ini salah, mungkin benar, ya bahas saja sendiri, ini cuma pengamatan saja.
Ketika kita berjuang dalam kemerdekaan ternyata kita dipimpin oleh seorang laki-laki yang poligami, seorang laki-laki yang begitu hebat dalam berpolitik dan mempunyai semangat kemandirian yang luar biasa. Dan itupun bukan menjadi sandungan waktu itu, terus kemana peran wanita ketika itu, bukankah ini sebagai suatu tanda. Menurut saya seorang laki-laki yang tangguh itu yang mampu memanajemen lebih dari 1 (satu) istri…he he. Ada seni tersendiri disitu, bkn hanya nafsu loh….
Ketika kita sudah merdeka memang Bung Karno lemah dari bidang ekonomi, ya memang politik beliau mercusuar dan begitu banyak permasalahan pada bangsa ini dari segi politik, Nasakom. Bung Harto kemudian mengambil alih, menjalankan pemerintatahan dengan otoriter terpimpin (metode ini jika dilaksanakan oleh pemimpin yang cinta dengan rakyat akan menghasilkan percepatan-percepatan dalam pembangunan), gabungan sosialis dan liberalism.
Bung Harto hanya ada 1 (satu) istri, disini peran Ibu Tien terlihat begitu atau cukup besar, terlebih lagi klenik-kleniknya, Bung Harto dikatakan sebagai suami yang setia, walau ada isu bahwa Dede Yusuf yang dikatakan sebagai anak dari beliau. Salut untuk Pak Harto untuk yang satu ini, beliau mampu menjaga permasalahan dengan wanita dengan sempurna.
Dua contoh ini sudah barang tentu akan menjadi pembelajaran bagi kita, yang patut dicatat adalah Bung Karno dikatakan masih keturunan dari priyayi sedangkan Bung Harto dikatakan ‘maaf’ anak tiri dari Karto Suwiryo yang ayahnya katanya majikan dari ibunya, ayahnya Probosutedjo, wallahuálam bishowab. Secara psikis kita dapat melihat bahwa Bung Harto sudah barang tentu amat membenci perbuatan dari ayahnya itu, sedangkan Bung Karno ada perasaan bangga sebagai seorang priyayi jawa, dahulu istrinya lebih dari 1 (satu).
Jelas sudah, semuanya karena era yang berbeda saja, AA Gym ada diera yang salah, walau perbuatannya tidak salah.
Wah wah.. bagaimanapun juga Aa Gym tetep guru nomor 1 ku, meski bukan bab poligami yang ingin kutiru dari beliau
thanks pak Edo..
#dion : hehehe.. saya juga pengagum beliau pak. yang penting toh pesannya, bukan siapanya. masa wajah buruk rupa cermin dibelah hehehhe. thank to visit pak dion
#cossalabu : hahahha.. tapi bagaimanapun, itu tergantung penyikapan kita. toh Tuhan sudah dengan jelas memberikan batasannya..
Turut menanti episode ke 5 Aa Gym.
btw; ketika orang memuji kita, sadarlah, itu bukan karena kita benar-benar hebat. Itu terjadi hanya karena Tuhan telah menutupi segala kebusukan dan sisi-sisi jelek kita dari pandangan banyak orang — ini juga yang dikatakan Aa pada suatu pertemuan yang saya hadiri beberapa tahun sebelum heboh poligaminya, dan itu dia ulang-ulang beberapa kali. Dan dari cara berbicaranya, seperti dia justru sedang berbicara / mengingatkan dirinya sendiri.
Perlu lebih banyak lagi orang seperti ini di Indonesia.
#sufehmi : setuju mas. kita memang perlu orang seperti ini lebih banyak lagi
AA GYM layak jadi presiden tahun 2009… Good Luck Ayo dukung bersama!!!
#sonny : hehehe. good man should do his/her right place
SUBHANALLOH, sekarang banyak orang yang sombong, bahkan yang bertitel katanya sih ustadz/ustadzah, tapi malah sering membingungkan umatnya, apalagi menanggapi masalah poligaminya AA, beliau-2 itu malah ikut menyudutkan AA, bukannya memberikan penjelasan yang bijak terhadap umat. Kayak nggak pernah baca buku-2 agama aja,spt ushul fiqih, munakahat. dll. SUBHANALLOH. JALAN TERUS DAKWAHMU YA AL MUKARROM AA.