dicari : seorang pemimpin masa depan
Entah apa yang terjadi dalam hidup saya 3 hari ini. Rasa syukur yang sangat mendalam, sebuah perasaan beruntung, 3 hari terakhir saya disodori dengan tontonan yang menarik, bacaan yang menggugah, dan dipertemukan dengan orang-orang yang luar biasa dan berkesempatan berdiskusi dengan mereka. Sebenarnya tidak cuma 3 hari terakhir. Namun, 3 hari terakhir entah kenapa topiknya mengarah pada tema yang nyaris memberikan sudut yang sama : pemimpin masa depan Indonesia. Sungguh, saya sangat beruntung, sekaligus pusing. Tapi *mengutip bahasanya sahabat saya nanang* pusing yang positif.
3 hari yang lalu, saya membaca salah satu blog favorit saya, Mas Imam Brotoseno, yang banyak mengupas tentang 2 pemimpin besar yang pernah dimiliki oleh republik ini, Bung Karno dan Pak Harto. terlepas tema yang diangkat disana, terlepas subyektifitas dan obyektifitas beliau, beberapa tulisan beliau banyak membahas tentang ini. Sayapun lalu jadi menelusuri bahasan sejenis di beberapa sumber, sampai saya juga akhirnya mendownload softcopy buku Pak Habibie, tentang detik-detik menjelang dan masa beliau menjadi Presiden ke 3 di negara ini.
2 hari yang lalu, saya harus ke Bandung untuk suatu urusan. Sambil menunggu keberangkatan, saya membaca Majalah Swa. Tema kali ini adalah tentang CEO, pada businessman papan atas Indonesia. Tulisan ini mengupas sisi lain kehidupan beberapa CEO seperti Rusdi Kirana, CEO Lion Air, Emirsyah Satar, CEO Garuda, Hermawan Kertajaya, CEO MarkPlus, Agus martowardojo, CEO Bank Mandiri dan beberapa tokoh lainnya. Tentang pengorbanan mereka, posisi keluarga bagi mereka, pilihan sulit yang harus mereka ambil. Sebuah potret real tentang kehidupan pribadi pemimpin Perusahaan. Well, read that article make me think, that theres no reason for me to feel i have been do the best. Nop. Saya jadi malu jika ingat bahwa segala upaya yang tengah saya lakukan dalam hidup saya masih belum apa-apa.
Beberapa artikel juga membahas 11 pemimpin level 5, sebuah definisi yang ditulis oleh Jim Collin, sang begawan management dalam bukunya Good to Great, tentang para eksekutif puncak kelas kakap seperti Colman Mockler, CEO Gillete, George Weissman, CEO Philip Morris, atau George Cain, CEO Abbott Laboratories. Mengagetkan buat saya, bahwa CEO of this Century, “The Neutron” Jack Welch, sang CEO General Electric (GE) yang buku dan konsep management nya menginspirasi dan dijadikan acuan oleh banyak tokoh bisnis dunia, tidak berada dalam 11 pemimpin level 5 ini. Yeah, they are not talk about Good CEO, but Great CEO. Colman Mockler, George Weissman, atau George Cain benar-benar the great CEO, benar-benar orang yang from nothing be something, pemimpin yang benar-benar mampu membalik keadaan namun sangat bersahaja bahkan dimasa puncak kejayaannya, dan mampu membalancing kehidupan profesionalnya dengan kehidupan pribadi dan keluarganya. Well, be the great was not an easy things. Dalam bahasa yang serupa namun tak sama, Peter Drucker, sang peletak dasar scientific management menjelaskan perbedaan CEO bagus dan CEO hebat.
Sorenya, setelah melalui meeting yang terus terang tidak menarik buat saya, saya dipertemukan dengan seorang da’i muda asal garut, pemimpin salah satu pesantren disana, keturunan salah seorang tokoh penyebar agama Islam terkemuka sekian abad lalu. Ketika mengakhiri sebuah meeting, duduk diberanda, berkenalan, berbasa basi, tiba-tiba saya terbawa dalam diskusi “ngalur ngidul” yang luar biasa. Berawal dari pertanyaan bodoh saya tentang nama sebuah kelompok atau aliran yang istilahnya tidak saya mengerti, mengalir begitu saja menjadi sebuah diskusi (lebih tepat sebenarnya beliau berbagi ilmu kepada saya) aliran-aliran tasawuf dan tarekat yang berkembang di Indonesia, sejarah perkembangan Islam di Indonesia, kelompok-kelompok besar, pesantren-pesantren, sejarah Kerajaan jaman Prabu Siliwangi, kerajaan demak, kecirebonan, sampai cerita bahwa saat ini ada lebih dari 430 ribu muallaf dari berbagai negara di Bali. Sungguh mencengangkan.
Sebagai orang awam, saya juga mempertanyakan kenapa begitu banyak aliran keislaman di Indonesia, apa yang membedakan, kenapa lalu ada aliran yang katanya (saya tidak berani menjudge karena toh saya tidak mengerti) sesat, dan sebagainya. Sampai kepada sebuah realita bahwa ummat Islam di Indonesia belum memiliki seorang Mufti (istilah ini juga baru saya ketahui waktu itu), seorang pemimpin yang benar-benar mampu menjadi pemersatu.
Disana saya juga bertemu dengan seorang budayawan, berdiskusi tentang industri kreatif, kekuatan bangsa yang didasari pada kearifan lokal, tentang betapa andai kita mau menyisihkan sedikit waktu untuk memahami sejarah kita sendiri, menggali akar kejayaan dan kekayaan budaya kita, akan lebih mudah bagi kita untuk kembali pada kejayaan, bukannya malah seperti tidak percaya diri lalu menghabiskan bermilyar-milyar untuk studi banding ke luar negeri, meski tentu saja ini tetap perlu dilakukan. Bahwa bangsa ini pernah sangat jaya, tidak hanya sekali, dan memiliki pemimpin yang mampu menyatukan Nusantara.
Malamnya, saya menonton diskusi Hermawan Kertajaya (HK) dan Aa’ Gym. Selain perspektif yang saya tulis di tulisan sebelumnya, diacara itu saya juga melihat, betapa “tekanan” yang dilakukan oleh HK kepada Aa’ Gym terkait kontroversi kehidupan beliau pasca memutuskan menikah kembali, saya melihat ada harapan yang besar dari seorang HK kepada Aa’Gym untuk kembali bangkit, agar Aa’Gym membuktikan bahwa konsep “management qalbu” beliau adalah sebuah konsep yang luar biasa, melebihi berbagai konsep management dan marketing yang pernah ada. Cukup mengagetkan bagi saya, ketika HK yang mengaku kagum dengan figur seorang Aa’ Gym, mencontohkan Rasulullah sebagai seorang figur pemimpin yang sangat komplit. HK menyatakan, Nabi Muhammad tidak hanya seorang pembawa pesan Tuhan/nabi, seorang ahli spiritual, namun juga seorang panglima perang yang luar biasa, kepala keluarga yang arif dan pebisnis yang profesional. Sungguh mengagetkan buat saya ketika seorang HK yang notabene non muslim menyatakan bahwa hanya umat Islam yang memiliki pemimpin agama yang sangat komplit, yang dalam istilah saya adalah seorang generalis, seorang yang sangat komplit, bukan hanya seorang specialyst penyampai pesan Tuhan (The Messanger). HK juga dengan lugas menyatakan, bahwa Aa’ Gym tidak hanya memberikan kesejukan bagi ummat Islam, namun bagi seluruh rakyat Indonesia. Bahwa Aa’ Gym adalah salah seorang tokoh, seorang pemimpin yang diharapkan mampu memberikan angin perubahan dan perbaikan bagi Bangsa Indonesia. Pertanyaan-pertanyaan HK yang mungkin terlihat menyudutkan, dimata saya adalah manifestasi kegemasan dan harapan yang luar biasa agar Aa’ Gym mampu kembali menjadi panutan, pemimpin bangsa dari sudut pandang tertentu.
Kekaguman HK terhadap Aa’ Gym dan Muhammad Rasulullah disatu sisi seakan menampar saya. Sungguh lucu jika ummat Islamnya sendiri, tidak mengagumi junjungannya sendiri.
Kemaren, setelah meeting di sebuah kementrian, saya dengan seorang teman diskusi ngalur ngidul, bicara bisnis, tiba-tiba bergeser menjadi cerita tentang masa pergerakan jaman tahun 97-98, tahun 66, tahun 45, dan pergerakan mahasiswa sekarang. Tiba-tiba bergeser memahami profil 2 tokoh besar presiden kita, membahas buku suluk Syekh Siti Jenar tulisan mas Agus Sunyoto (saya sudah pernah liat buku itu jaman kuliah, tapi ngga baca. Dan kali ini teman-teman merekomendasikan buku ini untuk saya), tentang sejarah masuknya agama-agama di Indonesia dan proses menyatunya dengan budaya masyarakat, tentang sejarah masuknya Islam pasca peristiwa karbala, tentang jaman kekhalifahan Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali dan kembali kepermasalahan Indonesia, tentang betapa complicated-nya masalah bangsa ini. Lagi-lagi, Indonesia benar-benar butuh seorang pemimpin besar, sebagaimana kejayaan Ken Arok, Prabu Siliwangi, Hayam Wuruk dan Gajah Mada, serta Soekarno dan Hatta. Tidak sekali bangsa ini menjadi penguasa, sangat strong di percaturan Internasional. Lalu ada apa dengan Indonesia saat ini?.
Beberapa minggu yang lalu, saya juga berkesempatan menggali ilmu dari seorang mantan Pangdam Siliwangi. Jika selama kuliah di malang teman-teman saya lebih banyak menambah galeri pengetahuan tentang masa jaya Majapahit, kali ini saya mendapatkan lebih banyak wacana tentang kejayaan Prabu Siliwangi, yang sangat sulit untuk ditaklukkan oleh Majapahit, sampai terjadinya perang bubat. Tentang prabu Siliwangi yang juga merupakan seorang tokoh yang complit, seorang pemimpin, ahli strategi perang, dan juga agamawan yang kuat. Tentang pengertian “Sunda” itu ternyata bukan hanya menjelaskan area di Jawa barat, tapi pengertian wilayah Sunda secara historis itu mencakupi area Asia Tenggara. Saya sempat tertawa geli sekaligus malu. Saya asli Bukittinggi, Sumatera Barat, besar di Malang, mempelajari sejarah jawa, sekarang di Jakarta, banyak diceritakan tentang sejarah betawi dan Sunda. Tiba-tiba jadi terpikir, siapa leluhurku? Jadi ingat sebuah tulisan yang masih berupa judul, karena belum ada ispirasinya. Ingin rasanya mengangkat dan melakukan analisa tentang kebangkitan melayu. Makanya, saya pernah posting di blog Bang Yusril, agar suatu saat beliau mengangkat topik kebangkitan Melayu.
Dan, hari ini, saya membaca tulisan Pak Sawali, tentang potret guru. Dimata saya, tulisan itu justru mengingatkan saya pada tontonan Aa’ Gym. Pak sawali, meski saya tidak kenal dekat namun dari tulisan-tulisannya saya yakin beliau adalah salah satu figur guru yang luar biasa, justru merasa belum berbuat apa-apa. Pak sawali, dimata saya, anda juga figur pemimpin di dunia pendidikan, layaknya saya memandang seorang Aa’Gym. Andai semua guru berintrospeksi seperti anda.
Diskusi kemaren memang berakhir dengan sebuah kondisi, betapa complicated-nya kondisi bangsa kita. Betapa dibutuhkan pemimpin yang sangat komplit, seorang spiritualis, negarawan, politisi, businesman yang benar-benar mengerti akar dari bangsa Indonesia. Pemimpin yang mampu *mengutip kalimat Naga Bonar* “maling pun tergugah nasionalismenya. Betapa dibutuhkan pemimpin yang mampu merangkai kembali puzzle, sobekan-sobekan, yang perlu dirangkai menjadi utuh. Saya sempat jadi seperti umumnya kita yang patah semangat tentang kemungkinan Indonesia mencapai kejayaannya, namun toh semua menjadi tidak penting. Kita tetap perlu optimis. Sejarah mencatat, Indonesia adalah bangsa besar.
so, dimanakan pemimpin masa depan Indonesia saat ini?
Popularity: 10% [?]
walah, jadi tersanjung sekaligus malu namaku disebut-sebut. Namun, sungguh pak edo, aku hanya guru biasa saja, jauh dari predikat guru luar biasa, apalagi figur pemimpin pendidikan masa depan. *halah* itu terlalu berlebihan, pak. kalau toh saya memublikasikan refleksi di sebuah blog bisa jadi itu justru menjadi titik kelemahan saya. hanya bisa cerewet, tetapi sejatinya tak pernah bisa berbuat apa-apa buat kemajuan dunia pendidikan. meski demikian, terima kasih juga kuucapkan kepada pak edo yang telah memberikan apresiasi tersendiri kepada sosok guru yang telah lama disanjung puji lewat elegi semu: “pahlawan tanpa tanda jasa”. *halah*
-cut-
Well, read that article make me things, that theres no reason for me to feel i have been do the best.
-cut-
saya kyak redaktur aja setelah baca postingannya sampe abis cuma keingetan untuk ngigetin mas edo soal kebiasaan salah ngetik yang bikin orang jadi gak konsen untuk nangkep maksud tulisannya
(things mungkin maksudnya thinks)
#sawali : tuh kan. emang dah, padi kl tambah isi tambah nunduk hehehhe
#idham : asiikk. punya editor gratis heheheh. thank dham. done.
pengalaman tiga hari, tulisannya panjang banget mas. Gimana kalo dibikin buku aja?
No offense, Ed. But, you need to learn English a little bit more. Aku bisa nangkep maksud kalimat2 inggrismu. Tapi tata bahasanya masih kurang tepat, sehingga makna kalimat2 itu sebenarnya kurang sesuai dgn makna yg kamu maksud.
Tentang pemimpin, seperti yg pernah aku tulis disini, pemimpin adalah cermin dari masyarakatnya. Pemimpin yg baik pasti berasal dari masyarakat yg baik pula, begitu juga sebaliknya. So, hanya berharap pada pemimpin untuk perbaikan bangsa ini rasanya kok naif ya.
Sepakat ama jurus 3M dari Aa Gym. Perbaikan bangsa ini bukan hanya jadi beban dan kewajiban pemimpin, tapi juga berlaku bagi setiap individu yg merasa sbg bagian dari bangsa ini. Ketika masyarakatnya baik, pemimpin yg baik akan muncul dgn sendirinya. Selama masyarakat kita masih belum mau membenahi diri, pemimpin yg baik juga gak akan pernah muncul. Itu sebuah keniscayaan. Hanya mitos Ratu Adil yg menyatakan pemimpin baik bisa muncul dari masyarakat yg buruk. Aku pribadi menilai mitos Ratu Adil itu cuman omong kosong belaka. Sekedar dongeng pengantar tidur.
Dgn kata lain… pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh, komprehensif.
#bee : berarti bener anjar dong bee. 2009 sebaiknya bukan pemilihan presiden, tapi pemilihan rakyat. rakyatnya yang di ganti wakakkakakak *ups.., no offence*
Sebelum cari pemimpinnya, sebaiknya ganti dulu hukum-nya. Indonesia ini butuh hukum yang sangat keras. Agar para pejabat berpikir dua kali untuk melakukan tindakan melawan hukum.
Banyangkan saja, jika mencuri dihukum minimal 30 tahun, pasti akan mengurangi tingkat pencurian. jangan seperti yang berada di KUHP sekarang, “…. dengan hukuman maksimal 6 tahun”. maksimal 6 tahun?? HUH..
Jika kata “maksimal” diganti dengan “minimal” + ditambah lama hukumannya, pasti mengurangi korupsi juga, tersangka mana yang mau menyogok kalau kena “minimal 30 tahun”? pasti ia berpikir 100x sebelum menyogok.
Tentang Rasulullah, tidak akan mungkin seorangpun dapat menyamai tindakan beliau, jangankan seorang Abdullah Gymnastiar. Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali pun (yang dijamin masuk surga) tetap tidak dapat menyamai Rasulullah.
Mereka (para Amirul Mu’minin) juga melakukan banyak kesalahan-kesalahan pada saat kepemimpinannya. Hal ini juga akan terjadi pada pemimpin negara manapun.
Hukumnya yang harus dirubah, agar seorang pemimpin nantinya tidak “memanfaatkan situasi”. Tapi apa birokrat yang sedang memimpin mau untuk merubahnya? Sangat Susah Sekali, karena mereka pastinya juga ingin “memanfaatkan situasi & hukum yang lemah”.
edo : “Entah apa yang terjadi dalam hidup saya 3 hari ini. Rasa syukur yang sangat mendalam, sebuah perasaan beruntung, 3 hari terakhir saya disodori dengan tontonan yang menarik, bacaan yang menggugah, dan dipertemukan dengan orang-orang yang luar biasa dan berkesempatan berdiskusi dengan mereka. Sebenarnya tidak cuma 3 hari terakhir.”
hmm, “jangan-jangan” anda sedang “diseret”-nya menuju Hidayah …
#ded : “hmm, “jangan-jangan” anda sedang “diseret”-nya menuju Hidayah …”
waduh..
jangan nakut2in mas. mendiskusikannya saja udah pusing kok hehehhe…
thank to visit
#risvi : hehehe.. diskusi tentang yang mana yang perlu dirubah sebenarnya seperti ayam dan telor. sulit untuk diperdebatkan. karena kalau kita bicara memperbaiki aturannya, bagaimana bisa diperbaiki jika orang yang memperbaiki tidak ingin diperbaiki? toh yang bisa mengganti adalah orangnya juga
so, terkadang saya berfikir, kenapa pemimpinnya yang jadi strong point, karena memang diperlukan seorang leader yang memiliki itikad yang besar dalam melakukan perubahan. aturan adalah produk manusia. maka si pembuat aturanlah yang menjadi “subyek” dalam konteks ini.
agym vs rasullullah? jelas tidak bisa dibandingkan. rasulullah jelas nabi terakhir yang ada dimuka bumi ini. Namun, saya fikir tidak salah jika kita berharap adanya pemimpin sekelas beliau, setidaknya mendekati kualitas kepemimpinan rasulullah.
thank to visit
keren banget!!!!!
ada age gag?
coz aQuw ska baca!!!
he..he..
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Solawat & salam selalu tercurah kepada Para Utusan ALLAH SWT.
Saya melalui tulisan ini bermaksud mengabarkan “berita baik” dari ALLAH SWT, tentang Pemimpin Masa Depan yang diharapkan oleh kita semua.
1. Mencari Pemimpin Masa Depan sesungguhnya merupakan rahasia
ALLAH SWT, ALLAH SWT akan memberitahukan kepada umat manusia yang
dikehendaki-Nya.
2. Pemimpin Masa Depan yang dapat mensejahterakan kita semua atas dasar
keridhoan dari ALLAH SWT (Hablumminallah), bukan semata-mata
pilihan manusia yang selalu berpatokan pada pandangan,
pendengaran/ucapan (Hablumminanas).
3. Dasar keridhoan dari ALLAH SWT (Insan Hablumminallah) tersebut
merupakan kunci utama dalam mensejahterakan umat manusia, karena
kepada Insan Hablumminallah ALLAH SWT telah menyerahkan seluruh
kerajaan langit dan bumi.
4. ALLAH SWT telah memberi derajat yang tinggi disisi-Nya karena
memiliki tugas dan tanggungjawab yang mulia untuk mensejahterakan
umat manusia didunia.
5. Untuk mendapatkan ridho derajat yang tinggi disisi ALLAH SWT,
Insan Hablumminallah sebelumnya telah disucikan lahir dan batinnya
dengan melewati ujian dan cobaan dalam kehidupannya.
6. Keberadaan Insan Habluminallah saat ini, belum bisa diketahui oleh
orang banyak, sekalipun itu saudaranya, tetangganya atau teman
dekatnya.
7. Kemunculan Insan Hablumminallah ini tidak bisa didasari atas
kepentingan ambisi kelompok atau golongan.
8. Kemunculan Insan Hablumminallah ini ditandai atau diiringi oleh
berguncangnya alam semesta (”seperti saat ini banyak bencana yang
sedang dan sudah terjadi”), ini terjadi semata-mata untuk
membersihkan tempat dimana urusan atau risalah ALLAH SWT akan
diturunkan.
9. Oleh karena itu saya saat ini hanya bisa menghimbau agar sabar, dan
tawakal dalam menjalani masa proses kemunculan risalah ALLAH SWT ini,
agar kesuksesan berkah rahmat ALLAH SWT, yang sudah diraih dapat
segera dinikmati oleh kita semua.
Demikian, semoga bermanfaat dan ALLAH SWT selalu menyertai kita
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh
Sholawat & salam selalu tercurah kepada Para Utusan ALLAH SWT.
Saya melalui tulisan ini bermaksud mengabarkan “berita baik” dari ALLAH SWT & Para Rosul ALLAH, tentang Pemimpin Masa Depan yang diharapkan oleh kita semua.
ALLAH SWT berfirman:
Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui.” Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Ali Imran (3) : 29
1. Mencari Pemimpin Masa Depan sesungguhnya merupakan rahasia ALLAH SWT, & ALLAH SWT akan memberitahukan kepada umat manusia yang diridhoi-Nya.
ALLAH SWT berfirman:
Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab”.(QS. Ali Imran (3) : 27)
Allah menentukan rahmat-Nya (kenabian) kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah mempunyai karunia yang besar.(QS. Ali Imran (3) : 74)
(Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli Kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat sedikitpun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. al-Hadid (57) : 29)
2. Pemimpin Masa Depan yang dapat mensejahterakan kita semua atas dasar keridhoan dari ALLAH SWT (Insan Hablumminallah), bukan semata-mata pilihan manusia yang selalu berpatokan pada hasil pandangan/pikiran, pendengaran/ucapan (Hablumminanas).
ALLAH SWT berfirman:
Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.
(QS. an-Nur (24) : 46)
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.(QS. an-Nur (24) : 55)
3. Dasar keridhoan dari ALLAH SWT (Insan Hablumminallah) tersebut merupakan kunci utama dalam mensejahterakan umat manusia, karena kepada Insan Hablumminallah ALLAH SWT telah menyerahkan seluruh kerajaan langit dan bumi.
ALLAH SWT berfirman:
Katakanlah: “Wahai Rob Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(QS. Ali Imran (3) : 26)
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong.(QS. al-Baqarah (2) : 107)
Kepunyaan Allah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allah dikembalikan segala urusan.(QS. Ali Imran (3) : 109)
Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki; dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran (3) : 129)
Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu.(QS. Ali Imran (3) : 189)
Dan kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah kembali (semua makhluk).(QS. an-Nur (24) : 42)
Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kamu berada didalamnya (sekarang). Dan (mengetahui pula) hari (manusia) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. an-Nur (24) : 64)
Kerajaan langit dan bumi. Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah dikembalikan segala urusan.(QS. al-Hadid (57) : 5)
4. ALLAH SWT telah memberi derajat yang tinggi disisi-Nya karena memiliki tugas dan tanggungjawab yang mulia untuk mensejahterakan umat manusia didunia.
5. Untuk mendapatkan ridho derajat yang tinggi disisi ALLAH SWT, Insan Hablumminallah sebelumnya telah disucikan lahir dan batinnya dengan melewati ujian dan cobaan dalam kehidupannya.
ALLAH SWT berfirman:
(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar”. (QS. al-Hadid (57) : 12)
Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu”. Dikatakan (kepada mereka): “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”. Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa. (QS. al-Hadid (57) : 13)
Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaithan) yang amat penipu. (QS. al-Hadid (57) : 14)
Sesungguhnya Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.(QS. Ali Imran (3) : 164)
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lobang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. an-Nur (24) : 35)
Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka bersyungkur dengan bersujud dan menangis. (QS. Maryam (19) : 58)
6. Keberadaan Insan Habluminallah saat ini, belum banyak diketahui, sekalipun itu keluarga, saudaranya, tetangganya atau teman dekatnya, caci maki, hinaan & fintnah beleka apabila mereka berkata yang sesungguhnya, “ini merupakan rahasia ALLAH SWT”
7. Kemunculan Insan Hablumminallah ini tidak bisa didasari atas kepentingan ambisi pribadi, kelompok atau golongan, tetapi berdasarkan kehendak dari ALLAH SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang umat-Nya di seluruh dunia.
8. Kemunculan Insan Hablumminallah (Insan Sejati/Khalifah ALLAH) ini dapat kita ketahui dengan adanya tanda-tanda berguncangnya alam semesta (”seperti saat ini banyak bencana yang sedang dan sudah terjadi, banjir bandang, gempa bumi, angina topan, kebakaran, peperangan & musim/cuaca yang tidak menentu akibat putaran Bumi / massa yang dipercepat”), ini terjadi semata-mata untuk memepercepat dan membersihkan tempat dimana urusan atau risalah ALLAH SWT akan diturunkan.
ALLAH SWT berfirman:
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. al-Hadid (57) : 22)
(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (QS. al-Hadid (57) : 23)
9. Dari jumlah milyaran penduduk di dunia, hanya kepada Insan Hablumminallah ALLAH SWT telah ridho menurunkan rahmat dan hidayah-Nya, dimana jumlah Insan Hablumminallah hanya dibawah hitungan jari tangan kita, oleh karena itu kita sebagai bangsa Indonesia wajib bersyukur kepada ALLAH SWT atas terpilihnya sebagian umat di Indonesia untuk menjalankan dan melaksanakan perintah atau amanah dari ALLAH SWT dalam membantu, membangun, menata, mensejahterakan dan memakmurkan umat di dunia. Dan untuk saat ini kami hanya bisa menghimbau kepada saudara-saudara untuk bersabar, dan bertawakal kepada ALLAH SWT dalam menjalani masa proses kemunculan risalah ALLAH SWT ini, sehingga kesuksesan berkah rahmat dari ALLAH SWT, yang sudah diraih dapat segera dinikmati oleh kita semua.
ALLAH SWT berfirman:
Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.
(QS. Ali Imran (3) : 200)
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS al-Maaidah [5]: 3)
Demikian, berita risalah ALLAH SWT ini saya kabarkan, semoga bermanfaat dan ALLAH SWT selalu menyertai kita semua. “amin”.
Mohon maaf apabila dalam menyampaikan berita ini kurang berkenan di hati anda.
Wassalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh
MENGUNGKAP MISTERI “SUPERSEMAR” TERKAIT KERIDHOAN ALLOH SWT
Assalammmu’alaikum warohmatulloh wabarokatu
Pertama-tama sebelum mengukapkan berita baik ini, kami sebagai manusia yang tidak memiliki daya dan upaya, mengucapkan mohon maaf apabila ada kata-kata dalam pengungkapan berita ini kurang berkenan di hati anda semua, tapi hal ini harus tetap kami sampaikan demi kebaikan kita bersama.
Syukur alhamdulillah atas berkah dan ramhat ALLOH SWT pada kesempatan ini kami akan mengungkap “MISTERI SUPERSEMAR”, dimana selama bangsa Indonesia berdiri belum pernah ada yang mampu mengungkapkan secara terbuka, mengingat ketidak tahuan atau ketidak pahaman mengenai hal yang satu ini, memang perlu dimaklumi karena hal ini ada kaitan langsung dengan Risalah ALLOH SWT di dunia.
Kata/kalimat/selogan “SUPERSEMAR” muncul ketika terjadi perpindahan kekuasaan dari Presiden SOEKARNO kepada Presiden SOEHARTO, dimana bangsa Indonesia sampai saat ini mengenalnya adalah “Surat Perintah Sebelas Maret” (Surat Mandat Kepemimpinan yang dibuat/ditanda tangani oleh Presiden SOEKARNO), untuk memberikan “kekuasaan” yang lebih kepada Presiden SOEHARTO untuk mengambil tindakan yang “perlu” di saat Indonesia sedang mengalami kondisi politik yang tidak menentu setelah peristiwa Gestapu tahun 1965.
Melihat situasi tersebut di atas, mari kita buka makna sesuangguhnya tentang “SUPERSEMAR” :
APAKAH SUPERSEMAR ITU ?…..
SUPERSEMAR sejatinya adalah “Wasiat Perjanjian Negara” terkait langsung dengan Risalah ALLOH SWT yang sedang berjalan di muka bumi ini, karena kandungan isinya menunjukan keberadaan atas HARTA & BENDA MILIK ALLOH SWT yang tersebar di “sebagian besar” negara-negara di dunia.
SIAPA YANG MEMILIKI HAK UNTUK MEMEGANG / MELAKSANAKAN WASIAT INI ?….
“Wasiat Perjanjian Negara” hanya bisa dipegang atau dilaksanakan oleh “Manusia Sejati” (manusia yang telah sempurna/dikukuhkan jatidirinya dihadapan ALLOH SWT), yang memiliki tali/hubungan secara langsung dengan ALLOH SWT dan Para Rosul ALLOH SWT, oleh karena itu hal ini tidak bisa dirampas atau dikuasai oleh manusia yang memiliki ambisi pribadi, kelompok atau golongan, tetapi semata-mata hanya dapat dikuasai oleh Insan yang melangkah untuk kepentingan bangsa dan negara atau umat diseluruh dunia atas ridho ALLOH SWT.
”RAHASIA DI SISI ALLOH SWT” tetap meyelimuti adanya “WASIAT PERJANJIAN NEGARA”, karena redaksi yang tersurat dan melekat kepadanya, hanya dapat dijabarkan atau diterjemahkan oleh para Rosul ALLOH SWT, terkait atas keberadaan – HARTA & BENDA MILIK ALLOH SWT – yang dinyatakan hanya berupa KODE atau SYMBOL saja.
APA MAKNA YANG TERKADUNG DALAM WASIAT INI ?…..
“Surat Wasiat ini adalah symbol / tanda / bukti induk atau bukti nyata mengenai telah diturunkan-Nya Wahyu Kepemimpinan yang diridhoi oleh ALLOH SWT” dan merupakan hak penguasaan atas harta-harta titipan ALLOH SWT untuk dipergunakan dalam membantu, membangun, menata, mensejahterakan dan memakmurkan umat di seluruh dunia.
SEJARAH DITURUNKAN-NYA WASIAT ALLOH SWT :
Didalam peradaban sejarah umat manusia salah satu utusan ALLOH SWT yang paling kaya di dunia adalah Beliau Nabi Sulaiman AS, umat muslim sendiri terkadang jarang menghayati atau menghiraukan mengenai hal ini, kenapa Beliau ini bisa menjadi utusan ALLOH SWT yang paling kaya ?!. Maka untuk membuka tabir hal ini memang membutuhkan hidayah / ridho dari ALLOH SWT dalam mengungkapkannya.
Disinilah sesungguhnya awal atau pertamakalinya ALLOH SWT menurunkan / menitipkan “WASIAT” harta-harta dunia milik ALLOH SWT kepada Beliau Nabi Sulaiman AS, hanya kemudian setelah Beliau Nabi Sulaiman AS wafat, harta benda milik ALLOH SWT tidak pernah diketahui rimbanya (menjadi rahasia ALLOH SWT), memang pada masa itu tidak bisa dipublikasikan seperti zaman sekarang yang peradabannya semakin maju (moderen).
Setelah ribuan tahun putaran zaman/masa silih berganti hingga pada akhirnya atas ridho ALLOH SWT pada tahun 1945 Bangsa Indonesia merdeka, terbebas dari belenggu penjajahan, yang kemudian saat itu pemerintahan Indonesia untuk pertamakalinya dipimpin langsung oleh Beliau Persiden SOEKARNO. Pada masa atau pase kepemimpinan SOEKARNO, ALLOH SWT melalui salah seorang Rosul-nya menurunkan Mandat atau Wasiat untuk memulai menata kembali dalam membuka tabir yang selama ini menjadi misteri umat manusia di dunia, dengan cara merekap atau membukukan atau menginventarisasi kembali mengenai harta-benda milik ALLOH SWT yang tersebar di dunia ini, melalui tangan atau dibawah kendali Persiden Pertama Indonesia yaitu SOEKARNO atas izin dan ridho ALLOH SWT.
Pada masa kepemimpinan SOEKARNO harta benda milik ALLOH SWT itu, belum sempat secara menyeluruh dipergunakan langsung oleh Beliau, hingga pada akhirnya kepemimpinan beralih kepada Beliau Presiden SOEHARTO. Pada masa kepemimpinan Beliau SOEHARTO dimulailah harta benda milik ALLOH SWT ini dibakukan melalui “badan hukum” untuk kemudian dimasukan secara bertahap dari Luar Negri ke Dalam Negri, melaui berbagai system atau cara dunia per-bank-kan. Disinilah cukup jelas peran SOEHARTO dalam kaitan risalah ALLOH SWT ini, yaitu berjuang untuk mengawal dan membakukan harta-harta milik ALLOH SWT masuk ke Indonesia. Setelah harta-harta milik ALLOH SWT berada di Dalam Negri, pada masa kepemimpinan SOEHARTO, banyak harta-benda milik ALLOH SWT ini diincar atau diburu dan disalahgunakan oleh orang-orang disekitarnya yang serakah atau tidak bertanggung jawab atau memanfaatkan situasi (hanya memikirkan kepentingan atau ambisi pribadi, kelompok atau golongan). Mereka yang menyalahgunakan harta-harta milik ALLOH SWT ini, tidak menyadari akan risalah ALLOH SWT ini, akibat hati dan pikirannya tertutup dengan bergelimangnya harta, tahta & wanita. Sesungguhnya ALLOH SWT memiliki cara untuk mengontrol atau mengendalikan dan mengawasi harta-harta itu tanpa diketahui atau disadari oleh manusia itu sendiri.
Setelah pase kepemimpinan SOEHARTO berakhir sampai dengan pemimpin saat ini, WASIAT ALLOH SWT atau manusia saat ini sering menyebut SUPERSEMAR, tidak pernah dipindah tangankan oleh Presiden SOEHARTO, karena sesungguhnya telah diambil kembali oleh Para Utusan ALLOH SWT atas izin ALLOH SWT yang selanjutnya untuk diserahkan kepada “MANUSIA SEJATI”, (Manusia yang diridhoi oleh ALLOH SWT). Sebagai PEMIMPIN SEJATI – MASA DEPAN, yang dipersiapkan sebagai kepanjangan “langkah dan tangan ALLOH SWT” di dunia untuk melaksanakan kehendak-Nya mensejahterakan seluruh Umat-Nya, terkait dengan Risalah-Nya.
Kami sebagai bagian dari bangsa Indonesia mengucapkan Syukur Alhamdulillah atas telah diberikannya rahmat dan hidayah untuk mengungkapkan berita yang sesungguhnya ini, demi kepentingan khususnya bangsa dan Negara serta umat manusia didunia pada umumnya, agar tidak terprosok semakin dalam.
Semoga dengan disampaikannya berita baik ini yang bertepatan dengan menjelang bulan suci Ramadan 1430H ini, ALLOH SWT memberikan atau menurunkan jalan terbaik untuk umat di Indonesia khususnya dan umat didunia pada umumnya.
Dan juga kami menghimbau kepada umat di Indonesia dan Umat di seluruh dunia, untuk berhenti melakukan kegiatan yang dapat merugikan bangsa/umat di Indonesia, akibat dari pemaksaan suatu paham atau mazhab yang belum tentu kebenarannya di sisi ALLOH SWT. Insya ALLOH setelah membaca secara seksama tulisan di dalam situs ini anda akan mengetahui siapa sesungguhnya dibalik berdirinya bangsa Indonesia ini, apabila anda belum juga memahami tulisan-tulisan ini segeralah bermunajat kepada ALLOH SWT agar supaya diberikan hidayah, sehingga ALLOH SWT tidak terus-menerus menurunkan azab-Nya di muka bumi ini.
Demikian, terimakasih atas perhatiannya.
ALLOH SWT SELALU BESERTA KITA……
Wassalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh.
Jakarta, 21 Agustus 2009
Jum’at Menjelang Ramadan 1430H
ttd
Insan Hablumminalloh
Assalammu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh
Salam berjuang untuk para pemuda Indonesia, sudah saatnya kita tampil meneruskan perjuangan para leluhur kita, tidak perlu pesimis atas situasi saat ini, walaupun pemuda harus memikul beban warisan masalah yang begitu rumit dan berat, ALLOH SWT sudah memberikan jalan terbaik bagi kita, kami selaku generasi muda tidak rela anak cucu kita kelak harus memikul beban dari ulah kita sendiri, Cukup sudah warisan lembaran hitam sampai di genarasi kami saat ini. Wahai para drakula penghisap rakyat segeralah bertobat sebelum ALLOH SWT membuat perhitungan atas tindakan yang kalian lakukan, kami saat ini memohon dengan keras kepada ALLOH SWT agar mereka segera dimusnahkan dari muka bumi Indonesia ini. Jangan ajari kami dengan kemunafikan, jangan wariskan kemunafikan kepada kami, kami sudah muak atas kemunafikan yang dipertontonkan di hadapan kami, sebagai generasi bangsa ini kami telah siap menerima tanggungjawab, modal kami hanya KERIDHOAN ALLOH SWT.
ALLOH SWT selalu beserta kami… amin.
Wassalammu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh
Jakarta, 10 Novemeber 2009
ttd
Insan Hablumminalloh
Ditulis oleh Pujangga Tanpa Sangka
Artikel yang sedang anda baca ini merupakan sebuah kajian tentang tokoh pemimpin bangsa, yang sekarang menjadi isu senteral di kalangan sebagian rakyat Indonesia, apalagi di saat menjelang Pemilu 2009 nanti. Di tengah gejolak bangsa yang hampir terpuruk dalam seluruh sektor kehidupan baik politik, ekonomi, agama, sosial dan budaya, di antara rakyat kita bertanya dan berandai-andai kapan bangsa ini akan bangkit menjadi bangsa bermoral yang adil dan makmur. Dari awal kemerdekaan hingga saat ini, para tokoh pemimpin bangsa telah dipilih dan diangkat silih berganti, tapi rakyat nampaknya belum menemukan seorang pemimpin pun yang berhasil membawa dan membangun rakyat sesuai dengan cita-cita bangsa. Setiap pemimpin menuai berbagai kritikan dan dianggap gagal memimpin bangsa ini.
Di sepanjang perjalanan bangsa yang tidak menentu ini, adalah wajar bila ada di benak rakyat kita punya secercah harapan. Akankan munculnya seorang tokoh yang mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa? Apakah bangsa ini akan terus menurus terpuruk tanpa memiliki seorang pemimpin yang adil dan bijak? Apakah Tuhan akan memberikan rahmat dengan menurunkan seorang hamba-Nya untuk mengatur bangsa ini agar hidup rukun dan damai? Kapan munculnya Sang ‘Ratu Adil’ sebagaimana diidamkan oleh sebagaian orang? Segudang pertanyaan muncul dari benak kita, tapi sayangnya belum ada kepastian jawaban yang jelas dan pasti.
Kiranya tulisan singkat ini akan menganulir semua pertanyaan yang ada. Meskipun kepastian jawabannya masih meraba-raba dan hanya sebuah perenungan yang belum teruji, tapi paling tidak tulisan ini cukup sekedar memberikan arahan bagaimana semestinya kita mensikapi dan memiliki pandangan jernih sesuai dengan norma dan budaya yang kita miliki. Kiranya kita sepakat, bahwa tidak ada sebuah jawaban yang mungkin dapat dijadikan patokan, kecuali persoalan tokoh pemimpin atau Ratu adil itu kita dikaji dalam berbagai sumber tulisan yang kita ketahui selama ini. Meskipun sumber-sumber rujukan itu hanya sebuah pemikiran dari para pujanga yang tidak diketehui secara pasti, tapi paling tidak lewat pemikiran mereka itu akan dapat diprediksi kemana arah dan tujuan bangsa kita ini.
B. Berbagai Pandangan Tentang Ratu Adil
Ratu Adil atau Satrio Piningit adalah sosok hamba yang masih mengundang beribu pertanyaan. Dalam persepsi orang jawa, dia adalah hamba yang berdemensi ganda, jiwanya di langit sementara jasadnya menetap di bumi. Dia tokoh yang adil dan bijak yang hidup bersama rakyat. Setiap kebijakan dan langkah dalam mengatur bangsa tidak berdasarkan hawa nafsu, tetapi keputusan yang langsung dari “atas”, suatu wangsit atau ilham yang mutlak benar dan tidak bisa dibantah. Tokoh inilah yang dimimpikan oleh sebagaian rakyat kita, yang wujud kehadirannya sampai saat ini belum diketahui secara pasti.
Dalam sejarah Islam, sosok tokoh seperti yang digambarkan di atas mirip dengan Umar bin Abdul Aziz, seorang ilmuan sekaligus tokoh spritualis. Beliau memimpin umat Islam dengan bijak, adil dan penuh kasih sayang. Terpilih menjadi khalifah dinasti Bani Umayah bukan atas kehendak pribadi atau pomosi lewat partai, tapi diangkat langsung oleh rakyat. Dia muncul disaat terjadi krisis kepercayan, moral, politik, ekonomi dan spiritual. Dalam waktu singkat 2 tahun menjadi khalifah, berhasil membangun totalitas beragama, berbangsa dan bernegara. Dalam sejarah, dia tercatat sebagai kepala Negara dan pemimpin yang zuhud, wara’, bijak, adil, dan tinggal di luar istana hidup bersama rakyat kecil.
Yang menjadi pertanyaan, apakah mungkin di negeri kita ini akan muncul tokoh pemimpin (satrio piningit) seperti Umar bin Abdul Aziz? Tentu saja pertanyaan ini tidak gampang dijawab. Umar bin Abdul Aziz lahir dan dibesarkan dalam lingkungan kultur Arab, yang berbeda dengan kultur bangsa kita. Pada masa kecilnya hingga menjadi khalifah waktunya dihabiskan untuk belajar agama. Awal diangkat menjadi khalifah bukan karena beliau pintar berpolitik dan pintar mengatur siasat ekonomi umat, tapi karena kezuhudan dan wibawa keulamaannya. Rakyat memilih beliau semata-mata atas pertimbangan dan penilaian agama, bukan factor dunia. Rakyatnya beranggapan, tidak ada seorang pemimpin yang mampu membangun dan mensejahterakan umat, kecuali pemimpin yang takwa.
Karena itu, ada sebagian kita berpendapat, bahwa adalah mustahil tokoh satrio piningit yang akan menjadi pemimpin negara kita ini seperti Umar bin Abdul Aziz. Alasannya, pertama, konsep bernegara kita diatur oleh Undang-undang, Kedua, kreteria kepemimpinan tidak menempatkan unsur ketakwaan satu-satunya indikator bagi seorang calon pemimpin. Ketiga, kemunculan calon tokoh pemimpin harus dipromosikan lewat partai.
Tokoh Satrio Piningit, apakah ia mirip Umar bin Abdul Aziz atau tidak, yang jelas dalam Serat Centini tokoh pemimpin ideal bangsa sangat dinantikan kedatangannya. Dalam keyakinan orang jawa, ia akan muncul di saat kezaliman merajalela. Adapun tokoh-tokoh pemimpin yang muncul selama ini adalah bukan tokoh sebenarnya. Kehadiran mereka adalah sebagai tokoh perantara dalam rangka proses menunggu datangnya Sang Ratu Adil alias Satrio Piningit. Aktivitas pembangunan yang dilakukan para pemimpin saat ini adalah sekedar melanjutkan apa yang sudah ada, yang belum mampu mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat seutuhnya. Kemakmuran dan kesejahteraan hanya bisa diwujudkan bila negeri ini dipimpin Satrio Piningit atau Ratu Adil.
Keyakinan masyarakat jawa di atas, ternyata sekarang telah dimanfaatkan menjadi isu kepemimpinan nasional. Menjelang pemilu 2009 nanti, sekarang sebagian pihak telah memanfaatkan sosok ‘Satrio Piningit” sebagai komoditas politik. Mereka berusaha menarik massa dengan membentuk partai-partai. Alasannya sederhana, bahwa pemimpin bangsa yang dulu dan sekarang adalah sama saja, mereka tidak mampu mesejahterakan rakyat. Maka satu-satunya cara menumbuhkan keyakinan rakyat dengan memunculkan isu-isu “Ratu Adil” dan membentuk kelompok-kelompok yang menjurus ke arah sana.
Sekarang yang menjadi persoalan, mungkinkah sang Satrio Piningit itu diangkat lewat manipulasi politik dan promosi partai-partai? Atau, percayakah kita bahwa Sang Ratu Adil muncul lewat kelompok-kelompok yang haus kekuasaan? Inilah sebenarnya pertanyaan yang perlu dijawab, agar pemahaman kita tidak tersesat dalam khayalan dan dipolitisir oleh pihak-pihak tertentu.
Ketahuilah, bahwa keinginan rakyat memimpikan datangnya seorang pemimpin ideal untuk memakmurkan bangsa ini adalah sebuah harapan murni dan suci. Tapi tentunya harus dilandasi oleh pijakan normatif, agar harapan itu betul-betul logis dan tidak tergelincir dari keyakinan. Andaikan Tuhan memenuhi harapan kita untuk mendapatkan seorang pemimpin yang adil dan bijak, adalah mustahil bila calon pemimpin itu bernaung di bawah ‘bendera’ yang haus kekuasaan. Ia tidak akan pernah muncul dan memproklamirkan dirinya untuk dipilih dan diangkat.
Maka persepsi kita tentang Sang “Ratu Adil” perlu dikaji ulang. Dalam salah satu rujukan, yaitu kitab Serat Gemo Surgoloko, bahwa sosok ‘Ratu Adil”, berbeda dengan pandangan yang selama ini berkembang. Dalam kitab itu diceritakan: “telah datang berita dari langit” bahwa bila di negeri kita ini sudah tidak ada lagi kedilan dan rakyat sudah bertindak dengan hawa nafsu dan maunya sendiri, serta setiap pergantian pemimpin belum juga membawa perubahan, maka pada saat itu pertanda Sang Ratu Adil akan segera muncul untuk membenahi bangsa.
Lebih lanjut isi kitab itu menjelaskan, bahwa Sang Ratu Adil mempunyai ciri dan tanda khusus. Dia adalah seorang hamba Tuhan yang latar belakang munculnya bukan atas kehendak bangsa, tapi semata-mata atas kemauan Tuhan. Dia terpisah dari tahta kekuasaan, hadir ke bumi semata-mata untuk merubah zaman. Ketika kondisi bangsa kacau balau, situasi politik tidak menentu, kondisi ekonomi terpuruk, prilaku maksiat menyebar di mana-mana, dan nilai-nilai moral sudah ditinggalkan, maka pada saat itu ia akan hadir menata nilai-nilai kehidupan sesuai dengan norma-norma bangsa.
Sekarang kondisi bangsa kita nampaknya hampir terpuruk pada semua tatanan kehidupan. Ini pertanda bahwa kehadiran Sang Ratu Adil akan segera muncul. Tokoh yang bakal merubah zaman itu segera menata bangsa ini dengan kekuatan yang dianugerahkan Tuhan. Tidak diketahui kapan waktunya, yang mengerti hanya dia dan Tuhannya. Dia sosok hamba yang tersembunyi di balik ‘naungan’ Tuhan. Dilahirkan dari keturunan terhormat. Tidak dipilih dan tidak pula memiliki tahta sebagaimana yang digambarkan orang. Tahtanya sunyi senyap. Belatentaranya “ghaib” dan benderanya “kebaikan”. Pada saat dimunculkan oleh Tuhan, maka pada saat itu pula bangsa ini mulai merambah menuju kea rah perbaikan. Seluruh tatanan kehidupan bernegara tertata dengan sendirinya, hingga bangsa ini merasa hidup aman dan tenteram.
Karakteristik akhlak dan prilakunya adalah takwa yaitu selalu taat dan tidak pernah melanggar aturan Tuhan. Dia seorang pemberani, tidak takut menghadapi tantangan dan kesulitan. Ia akan tampil terdepan dan bertanggungjawab untuk menyelamatkan bangsa. Memiliki kekuatan bathin atau penglihatan mata hati yang tajam, yang dengan kekuatan itu ia dapat menembus semua tatanan kehidupan. Hubungannya dengan sesama makhluk bersifat pemurah dan kasih sayang. Cinta kasihnya sesema umat melebihi cinta terhadap dirinya sendiri. Bersikap adil dalam segala hal, tanpa pandang bulu. Keadilannya merata pada semua makhluk, tanpa dibatasi dan dipengaruhi oleh sekat-sekat sosial dan budaya. Meskipun ia memiliki kelebihan, tapi tetap merendah dan tidak pernah sombong. Dia tidak mengharapkan pujian. Tidak pernah bangga bila dipuji dan tidak pernah rugi atau kecewa bila dihina. Tidak punya tendensi politis dan ekonomis. Ia berbuat ikhlas untuk bangsa semata-mata karena Tuhannya.
Pada sisi pribadinya yang lain, ia adalah seorang tokoh piningit (tersembunyi) yang amanah dan jujur. Ia seorang yang dapat dipercaya dan bertanggungjawab, serta jujur dalam tindakan dan perkataan. Setiap tindakannya merupakan suri tauladan. Dan setiap yang mendengarkan ucapannya akan membekas di hati dan mempengaruhi prilaku. Demikianlah sosok pribadi Sang Ratu Adil alias Satrio Piningit itu. Jadi ringkasnya, ia bukanlah sosok manusia biasa, tapi seorang hamba yang dianugerahkan oleh Tuhan dengan berbagai kelebihan, baik lahir maupun bathin.
C. Tanda-tanda Kehadiran Sang ‘Ratu Adil’
Pada saat ia muncul, pada saat itu pula tatanan kehidupan mulai berubah. Perubahan itu bukan karena ia memiliki kekuasaan dan ikut dalam struktur pemerintahan, tapi karena rahmat Tuhan yang dilimpahkan padanya. Lewat limpahan rahmat yang diberikan kepadanya itu, kondisi zaman akan berubah, sehingga setiap orang merasakan tenteram dan damai.
Dalam kondisi sekarang ini, diduga bahwa Sang Ratu Adil itu akan segera muncul, bahkan mungkin sudah berada di tengah-tengah kita. Karena ia tidak memiliki tahta dan istana, maka sangat mustahil keberadaannya diketahui oleh banyak orang. Dalam rujukan Serat Gemo Surgoloko dikatakan, awal kemunculannya ia langsung menghimbau kepada seluruh elemen bangsa, bahwa: “sudah saatnya sekarang bangsa ini memilih pemimpin yang adil dan bijak. Dan sudah saatnya rakyat menata ekonomi, politik, social, budaya dan hamkam. Sudah saatnya rakyat memperbaiki moral dan prilaku sesuai dengan nilai-nilai bangsa”. Demikian titah dan harapan Sang Ratu Adil. Setelah bertitah, tidak lama kemudian mulai terjadi perubahan pada seluruh sector kehidupan.
Pada tahap awal akan terlihat pada sektor pemerintahan, yaitu munculnya pemimpin-pemimpin atau pejabat yang adil dan jujur serta bertanggungjawab. Para pemimpin membenahi pribadinya dan berprilaku sesuai dengan keinginan hati nurani rakyat. Tidak ada lagi manipulasi politik dalam system pemilihan pemimpin. Rakyat dengan sendiri mengerti siapa sebenarnya yang pantas untuk diangkat dan dipilih, dan siapa yang tidak. Pemimpin yang berpribadi jelek akan tersingkir dengan sendirinya.
Berbarengan dengan itu, para tokoh politik pun tidak lagi sikut menyikut satu sama lain. Mereka tidak bersaing berebut kekuasaan, tapi berlomba-lomba berbuat baikan serta memberikan contoh tauladan kepada rakyat. Komuniaksi antar para tokoh politik berjalan harmonis, dan bersama-sama sepakat berjuang demi bangsa dan negara, tanpa memperdulikan siapa pun yang menjadi pemimpin negeri ini. Aktivitas dan kretivitas mereka semata-mata demi kemajuan dan kemakmuran rakyat.
Perubahan juga akan terjadi pada sektor hukum. Di era Satrio Piningit penegakan hukum berjalan adil dan bijak. Hukum tidak dapat dibeli dan dimanipulasi begitu saja. Hukum berjalan sesuai undang-undang, tanpa dipengaruhi factor kedudukan dan keturunan. Siapa pun yang melanggar hukum wajib diadili dan diberi sanksi sesuai tingkat pelanggaran. Para penegak hukum diangkat berdasarkan keahlian dan siap untuk dihukumi jika mereka juga melanggar undang-undang. Sistem perundang-undangan dibuat secara bijak berdasarkan nilai-nilai bangsa, bukan atas intervensi dari dan masukan pihak luar.
Kemudian, setelah sistem pemerintahan tertata dan penegakan hukum diberlakukan secara adil dan bijak, maka tercipta sebuah tatanan ekonomi kerakyatan yang merata. Pondasi ekonomi dibangun semata-mata untuk kesejahteraan rakyat. Pada saat ini tidak ada lagi korupsi, penipuan dan monopoli. Masuk dan keluarnya harta milik negara sesuai dengan aturan. Negara tidak lagi menerima bantuan dari bangsa asing, sebab kekakayaan negara sudah dikelola dengan baik dan cukup untuk menghidupi rakyat. Bersamaan dengan itu akan tercipta lapangan kerja, sehingga rakyat dengan mudah mencari nafkah sesuai dengan keahlian masing-masing.
Pada sisi lain, hubungan harmonis akan terlihat antara kelompok kaya dan miskin. Mereka hidup saling bantu membantu satu sama lain. Para pejabat, pedagang, pegawai, petani, nelayan dan para buruh mencari nafkah dengan cara halal, sehingga merasa puas dan berkah dengan rezki yang diperoleh. Pada saat ini masing-masing orang merasakan hidup dalam kecukupan. Sekalipun profesinya hanya sebagai tukang batu atau kuli, mereka tetap bersyukur dan hidup tenteram. Tidak ada iri dengki, keserakahan dan kesombongan. Kemudian tidak pula saling memangsa dan merendahkan satu sama lain.
Bersamaan dengan itu pula tercipta suasana keamanan yang betul-betul aman. Tidak ada tindak kriminal, demo-demo dan tindakan-tindakan yang merusak keutuhan bangsa. Para jenderal dan prajurit bersatu membantu dan mengamankan rakyat. Sosok para panglimanya adalah kasatria, jujur, bertanggungjawab dan berani mengorbankan jiwa raganya tanpa pamrih demi bangsa dan negara.
Dalam kondisi ekonomi dan keamanan yang stabil, maka hubungan antar budaya pun berjalan baik dan harmonis. Tidak ada lagi perpecahan antar umat beragama atau sesema umat seagama. Tidak ada lagi perpecahan antar etnis. Tidak ada lagi aktivitas rakyat yang menimbulkan perselisihan dan kekacauan. Antar sesama umat saling hidup berdampingan dan menghormati satu sama lain. Bahkan hubungan dengan bangsa lain pun ikut berjalan harmonis tanpa memusuhi dan dimusuhi. Setiap negara asing berlomba menjalin hubungan internasional tanpa niat menjajah atau ikut campura tangan dalam aktivitas dalam negeri. Bahkan, banyak pula negara asing ikut belajar atau mencotohi bangsa kita bagaimana cara mengatur dan membangun negera.
Dilukiskan dalam Serat Gemo Surgoloko, bahwa setelah Sang Ratu Adil bertitah, peran media massa akan berbalik arah. Tidak ada lagi mengisukan berita-berita berbau fitnah. Tidak ada lagi isi berita yang bertentangan dengan nilai-nilai bangsa. Semua berita dikemas sesuai etika, yang tidak memancing kemarahan dan menyinggung hati rakyat. Para penyiar, wartawan dan ilmuan menjadi mitra kerja pemerintah dan rakyat. Mereka menyiar dan menulis untuk membangkit semangat rakyat dalam membangun bangsa.
Dalam kondisi seperti di atas, maka para tokoh agama tampil sebagai pendamping sekaligus penasehat pemimpin. Kedekatan tokoh agama dengan para pemimpin bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan, tapi semata-mata untuk memberikan nasehat agar para pemimpin tidak keliru dalam membuat setiap kebijakan. Pada sisi lain, para tokoh agama berserta para pendidik berusaha mengayomi dan mendidik rakyat menjadi bangsa yang cerdas. Mereka memberikan suri tauladan terbaik, sehingga produk pendidikan menghasilkan anak didik yang berprilaku sesuai dengan nilai-nilai bangsa.
Prilaku rakyat ikut menyesuaikan kondisi sosial, ekonomi dan politik yang ada sudah tertata. Budaya negatif seperti perjudian, pemerasan, pembunuhan dan perzinahan berangsur-angsur hilang. Himbauan Sang Ratu Adil tentang ‘pertaubatan budaya’ akan menjadi kenyataan. Para pelaku maksiat insaf dan kembali menjadi bangsa bermoral yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusia.
Demikianlah sebuah gambaran negara di saat Sang Ratu Adil sudah benar-benar muncul di bumi. Lantas, dimanakah dia pada saat proses perubahan itu terjadi? Dalam Serat Gemo Surgoloko tidak dijelaskan secara pasti. Tapi yang jelas ia berada bersama-sama kita. Ia tinggal di istana sunyi. Sesekali ia keluar untuk memberikan himbaun dan nasehat. Tapi pada saat yang bersamaan ia pergi tanpa diketahui. Ia bertindak atas perintah ‘langit’ yang sulit dimengerti. Ia ada, tapi tiada. Ia di utus Tuhan untuk menjaga makhluk di bumi.
D. Penutup
Apa yang dituangkan di atas semata-mata rekleksi dari berbagai rujukan, dengan tujuan membangkitkan tekad dan kesadaram bahwa bangsa ini masih punya harapan untuk hidup damai dan tenteram. Betapa bahagia dan indahnya kehidupan bangsa ini andaikan Tuhan benar-benar menurunkan Sang Ratu Adil sesuai dengan ilham dan ramalan. Kita tentunya akan tetap berharap, jangan berputus asa, sebab Tuhan Maha Adil apa yang semestinya diperbuat untuk setiap makhluknya di bumi.
SEMOGA BERMANFAAT. AMIN…
Pujangga Tanpa Sangka