bahagia

Edo on February 19th, 2008

Hampir setiap orang memiliki keinginan untuk hidup bahagia. Dan mengingat saya masih terbawa suasana dalam penulisan tentang perspektif, terus terang saya masih terpengaruh. Bahwa bahagiapun adalah sebuah perspektif. Setiap orang punya pendapatnya masing-masing tentang bahagia. Punya parameternya masing-masing. Ada yang merasa akan bahagia jika sudah punya rumah. Ada yang merasa bahagia jika sudah punya harta. dan banyak parameter lainnya.

Hari ini saya mendapatkan sebuah email. Tentang orang yang bekerja, jungkir balik, ingin mencapai cita-cita. Tentang bahagia. Sampai dia lupa bahwa kebahagiaan itu sebenarnya banyak tercecer dalam perjalanannya mencari kebahagiaan yang dia maksud. Yang pada artinya, dia sudah mengabaikan kebahagiaan itu sendiri. Tulisan itu mengajak untuk “memelankan” langkah. Agar kita masih sempat menengok kekanan dan kekiri. Melihat simpul-simpul kebahagiaan. Saya setuju dengan e-mail ini. Sebagian besar. Bagus untuk dibaca banyak orang yang sudah terhanyut dalam kapitalisme kehidupan. Yang terjebak men-value-kan kebahagiaan dalam bentuk benda-benda. Materi.

Saya baca email itu lamat lamat. Saya refleksikan pada diri saya. Mungkin si pengirim email ingin mengingatkan saya untuk sejenak menikmati hidup. Thank you. I really appreaciate that. Thank again.

Saya memang seorang pemimpi. Hobi bekerja. Pengennya seabreg. Tidak sedikit orang-orang menyebut saya sebagai workaholic. Tiba-tiba saya bertanya pada diri sendiri. Apakah saya tidak bahagia?

Kembali. Saya pahami diri saya baik-baik. Saya belum terlalu tua. Saya juga tidak berusaha untuk sok sudah kenyang sama asam garam hidup. Belum. Masih jauh. Tapi at least, saya telah melewati umur saya selama ini bukan tanpa maksud dan makna.

Ada banyak peristiwa yang mempengaruhi hidup seseorang. Termasuk saya. Saya pernah mengalami fasa, tidak tahu hidup untuk apa. Meski tidak pernah terbersit dikepala saya untuk memilih pilihan pengecut. Sampai ada suatu fasa dimana kebahagiaan itu menjadi kabur. Dan saat itu masih saya ingat. Saya ingin menikmati nikmatnya bahagia, ketika melihat orang lain bahagia. Tidak hanya 1 atau 2 orang. Tapi banyak.

Itulah salah satu alasan saya memilih sebagai enterpreneur. Pernahkan anda merasakan nikmatnya melihat senyum orang-orang yang bekerja untuk anda ketika hari gajian tiba? Pernahkan anda merasakan kebahagiaan ketika orang-orang datang kekantor, bekerja dengan baik, karena dia tidak lagi pusing tentang esok akan makan apa, karena sudah ada yang ikut membantu penghidupan mereka? Sungguh, perasaan itu sangat nikmat. Indah sekali. Hilang rasanya pusing ketika deadline hutang, tagihan, pekerjaan yang tidak kunjung closing, dan lain sebagainya. Dan saya tidak ingin perasaan itu hanya dimiliki segelintir orang. Andai saya bisa mempekerjakan lebih banyak orang…

Kenikmatan itu tidak hanya milik orang yang memiliki usaha dan mempekerjakan orang. Tapi bisa dinikmati oleh orang yang bekerja pada orang lain. Bayangkan kebahagiaan yagn diperoleh oleh team kerja kita ketika kita bekerja dengan baik, menyelesaikan deadline dengan baik, dan membuat orang lain yang bekerja dengan kita menjadi nyaman dan mudah menyelesaikan pekerjaannya. Ini tergantung kita. Bukan siapa-siapa.

Beberapa hari lalu saya menonton acara Kick Andy. Waktu itu yang diwawancarai adalah BJ Habibie. Dalam salah satu potongan acara tersebut, BJ Habibie menceritakan bahwa tidak satupun mereka bersaudara yang menerima beasiswa, meskipun pintar. Semua dibiayai oleh orang tua beliau. Menariknya, beliau juga menceritakan kisah ketika ayahnya meninggal. Didepan mayat sang sang ayah, ibunya bersumpah. Bahwa anak-anaknya akan hidup dari keringatnya sendiri. Sungguh. Saya merinding ketika itu. Bahkan ketika saya menuliskan tulisan ini, saya merinding. Sebuah janji yang luar biasa, dan hanya bisa dibuat oleh orang yang luar biasa. Dan saya percaya. Ibu BJ Habibie, dalam proses mewujudkan mimpinya melewati proses berdarah-darah. Pertanyaannya adalah, apakah beliau tidak bahagia dalam prosesnya?

Saya punya impian luar biasa tentang pendidikan. Sebagai orang yang tidak mudah dalam mewujudkan pendidikan yang saya jalani. Tidak mudah untuk bisa kuliah. Oleh karena itupun saya punya mimpi sendiri. Tidak perlu saya sampaikan disini. Cukup itu jadi konsumsi saya sendiri. Tapi, dalam konteks pendidikan, saya sangat ingin kesempatan itu dapat saya fasilitasi sebaik mungkin bagi anak keturunan saya. Jika mungkin, lebih dari itu.
Saya anomali? Mungkin. Atau sepertinya begitu. Ada parameter yang tidak umum dimata orang lain. Saya tidak menyangkal banyak orang yang mengejar dunianya dan kehilangan kebahagiaan. Perbedaannya adalah pada tujuan akhir. Ketika materi itu telah menjadi tujuan akhir, bukan cuma sebatas proses, maka habislah kita terjebak dalam materialisme tersebut. Tapi jika materi itu hanya proses, ini lain cerita.

Seorang guru memberikan pesan pada saya.  Hanya orang kaya yang bisa dermawan. Hanya orang pintar yang bisa mencerdaskan orang lain. Hanya orang berkuasa yang bisa berbuat kebaikan dengan kekuasaannya. Orang miskin baik itu default. Karena orang miskin tidak punya pilihan untuk tidak berbuat baik. Tidak tahu diri namanya. Hanya orang yang kaya, berkuasa, dan pintar yang bisa membawa angin perubahan. Karena hanya mereka yang punya pilihan, untuk menjadi baik, atau tidak.
Pesan itu memang tidak bisa dimaknai secara buta. Tidak. Bisa berbahaya. Harus dipahami dengan baik agar tidaks alah kaprah dan justru malah terjebak.
Tapi, saya sangat memahami. Ada kondisi dimana perspektif kebahagiaan itu tidak bisa diposisikan secara singular. Contoh saja, ketika seseorang memutuskan menikah, maka tiap individu itu tidak lagi bisa seenaknya sendiri, termasuk dalam menterjemahkan kebahagiaan itu sendiri. Kebahagiaan itu harus dikompromikan, dibahasakan, diformulasikan menjadi formula kebahagiaan baru yang difahami dan disadari oleh kedua belah pihak. Begitu pula dalam kehidupan yang lainnya. Dalam konteks ini, saya sadar bahwa saya harus belajar. Saya tidak bisa bersikeras dengan pemikiran saya sendiri. Saya harus berdamai untuk itu.

Bagaimana pendapat anda?

13 Responses to “bahagia”

  1. Bahagia itu harus dibuat, bukan dikejar…kalau kita mengejar kebahagiaan, jangan-jangan kita malah meninggalkan kebahagiaan itu sendiri.

    Definisi masing-masing orang tentang arti bahagia juga berbeda-beda, yang penting kita harus selalu bersyukur atas setiap pencapaian yang telah kita jalani. Dengan bersyukur, kita akan merasa bahagia, karena ada orang lain yang kurang beuntung dibanding kita.

  2. #edratna : hmmm.. thank for advice, ibu..

  3. Kebahagiaan adalah apa yang dapat kita nikmati dan syukuri, jadi selama anda tidak bisa menikmatinya anda belum bahagia, tiada gunanya penuh dengan uang, istri cantik, anak baik, dsb, tapi anda tidak menikmatinya.
    Anda pasti tidak pernah berpikir bahwa ternyata kebahagiaan itu tidak hanya datang dari harta, tahta atau wanita, akan tetapi akan datang juga dari penderitaan yang dirasakan, ini dapat dilihat dari kaum sufi yang begitu menderita dalam menjalani suluknya, tapi dia amat bahagia dengan perjalanan itu, dia begitu menikmatinya, atau seperti halnya dengan orang yang mati syahid, mereka merasa amat bahagia dalam penderitaannya. So, bahagia itu adalah bagaimana kita dapat mensykuri, menikmati dan menemukan perasaan terindah tersebut dalam hati kita.
    Jadi yang dinamakan kebahagiaan adalah disaat engkau merasakan keindahan dari perasaan itu dalam suka dan duku, bersyukur. Indahnya rasa syukur menuju Kebahagiaan.

  4. Kenapa banyak orang yang menyatakan aku tidak bahagia? memang bahagia bisa kita dapatkan dengan materi (tapi itu bukan satu-satunya cara meraih kebahagiaan) bisa saja kita meraih kebahagiaan dengan cara berkumpul dengan keluarga walau tidak memiliki materi yang cukup.
    Terserah orang menilai arti bahagia tapi bagiku, kebahagiaanku adalah ketika aku bisa membahagiakan orang-orang yang aku cintai, meski akan dibutuhkan banyak pengorbanan ntah materi atau waktu. Namun disela itu kita semua WAJIB untuk bersyukur dan menghargai apa yang telah kita miliki. Jangan jadi manusia yang egois mempertahankan keinginan sendiri tanpa melihat kebahagiaan apa yang kita inginkan. Duniawi saja atau dengan kehidupan yang akan datang. who’s know? JUST BE YOURSELF…

  5. Bahagia itu relatif. Setiap orang memiliki nilai tersendiri untuk bahagia. Ada yang bahagia jika dompet selalu tebal, ada yang bahagia jika punya banyak pacar, ada yang bahagia jika melihat orang disekitarnya bahagia.
    sehingga dapat kita simpulkan bahwa kebahagiaan itu berada ditangan setiap orang, setiap orang dapat memutuskan untuk senantiasa berbahagia dengan bersyukur dengan apa yang ada pada dirinya saat ini. akan tetapi, bukan puas pada apa yang dimiliki saat ini,sekedar bersyukur untuk apa yang dimiliki untuk senantiasa tetap lebih mengembangkan diri ke depannya.
    Jadi, selamat berbahagia untuk semua orang yang berbahagia yang ada di dunia.

  6. menurut saya jangan biarkan orang laen menentukan kebahagiaan macam apa yang mesti kita raih, ikuti kata hati dan pasti akan bisa mendapatkannya..

  7. bahagia itu adalah menikmati setiap langkah hidup dengan penuh cinta terhadap keluarga, kasih sayang yang trus mengalir, penuh canda tawa bersama dengan orang orang yang disayangi, dan harta benda hanya sebagai pelengkap untuk mewarnainya, kebahagiaan itu akan sangat bermakna ketika ada cinta kasih didalamnya,dan keluarga adalah segala galanya, kelengkapan seluruh anggota keluarga memiliki peran yang sangat kuat dalam membangun kebahagiaan, materi perlu dicari tapi bukan segalanya

  8. bahagia, ketika kita bisa memberi, iklas tanpa pamrih …. bukan hanya dalam batasan harta benda ….

  9. menurut saya kebahagiaan itu g prnah ada d dunia ini.q 3smp tp q skrg mghadapi sbuah mslh yg sgt bsar,hgga bgiku kini sdah g ada kata yg nmax “bahagia” d kamusku..bhagia hnya untk mreka yg ud tua n slalu dpt ksh syg ygdia mw.if i can hope to god..i want to death now!!!!!

  10. bahagia menurut saya adalah perasaan puas atas sebuah pencapaian. Maka kebahagian memang harus di kejar. Kebahagiaan harus di usahakan.

  11. bahagia bagi saya ketika kita selalu dekat dengan sang pencipta. merasakan cinta yang begitu luar biasa

  12. bahagia menurut saya ,,,kalau orang lain bahagia dengan apa yang saya lakukan tentu secara tidak langsung saya turut bahagia. Bahagia tidak bisa dilihat dari mimik or fisikly yang mendukung or materi yang berlebihan dengan kebanyakan orang berfikir. tapi bahagia itu seperti angin dapat dirasa tapi tidak pernah bisa terlihat.

  13. bahagia menurut saya..ketika saya mendapatkan kasih sayang dan cinta kasih dari orang2 terdekat saya..saya serasa orang yang paling bahagia di dunia..karena dengan cinta dan kasih sayang yang datang pada saya dapat melunturkan semua beban dan masalah yg sedang melanda..perasaan seketika damai..ketika suatu masalah yang pelik datang menghampiri, aku selalu mengingat akan support dan dukungan dari semua org terdekatku..shingga aku tdk pernah merasa sendiri dlm menghadapi ketidakbahagiaanku..sehinggaa seberat apapun beban yang aku pikul..aku selalu mencoba untuk terus menyelesaikannya..karena aku mengingat begitu bahagianya aku..ada yg menyayangiku..dan pasti mereka jg ingin melihat aku bahagia..sehinggaa aku lebih termotivasi untuk bahagia..dan intinya nikmati dan syukuri hidup ini dengan apa yg ada di sekeliling kita dan apa yg kita punya..tak ada yg lebih indah dari itu :)

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>