ada dan tiada

Edo on February 20th, 2008

Aku. Ada. Ego. Eksis. Jati diri. Akualitas. Eksistensi.

Sepertinya benda-benda diatas penting. Dengan bahasa apapun, sepertinya semua orang ingin keberadaannya terlihat adanya. Termasuk saya.

Benarkah? Pentingkah?

Tapi bagaimana jika adanya kita meniadakan keadaan orang lain? Aku-nya kita menenggelamkan aku-nya sekeliling kita? Jati diri kita menghambat pertumbuhan lingkungan?

Ada. Benarkah penting? Jika iya, apanya yang harus ada?

Molekul, proton, neutron. Angin, Tuhan.

Ada, tapi tak terlihat. Andai terlihat, hanya dengan keluasan dan kejernihan semesta hati. Mereka bukan hanya ada, tapi dekat. Terasa. Dapat dinikmati.

Sepertinya indah menjadi angin. Mendekatkan diri dengan sifat-sifat-Nya. Yang tak terlihat adanya. Tapi terasa manfaatnya.

Eksis, tak harus terlihat. Manfaat yang lebih penting untuk terlihat.
Toh Adanya kita berasal dari ketiadaan. Dan ke-ada-an kita akan kembali kepada ketiadaan.

4 Responses to “ada dan tiada”

  1. adipati akdemanganFebruary 20th, 2008 at 15:51

    ada berarti tiada
    tiada berarti ada

    Yang meng – ada – kan
    itulah ada yang sejati

  2. Antara ada dan tiada….apa ya artinya. Kita ada karena sebelumnya tiada…udah ahh Edo, bahasamu puitis banget

  3. #adipati : 1 kata adipati : setuju
    #edratna : ah ibu.. masa sih

  4. Sebenarnya kita semua itu berasal dari tiada, akan tetapi kita berasal dari yang ada…
    Dari ada kita menjadi tiada kembali dengan kehendak yang ada…
    Makanya dalam agama selalu mengatakan bahwa kita ini disisi lain sudah tercatat apa yang terjadi di Kitab Lauh Mahfudz, akan tetapi selama itu belum terjadi dalam 1 ayatnya dan sering di lontarkan oleh Bung Karno bahwa Allah tidak akan merubah nasib sebuah kaum selama kaum itu tidak merubah nasibnya sendiri, jadi masih bisa ada perubahan apabila ada usaha dari diri kita masing-masing, sungguh Tuhan itu sangat demokratis.
    Apabila kita renungkan ternyata apa yang kita jalani ini pada akhirnya hanya ketiadaan dan menunjukkan eksistensi dari Yang Maha Kuasa tentang keberadaannya dan kekuatannya, serta kita ini bukan apa-apa.
    Yah itulah hidup, so, kemanapun engkau melangkah pada dasarnya engkau hanya menunjukkan kehebatan dari Tuhanmu.
    Entah kita jahat, entah kita baik, entah kita menjadi orang terkenal sekalipun, ternyata semua itu sadar dengan tidak sadar hanya menjadikan eksistensi Tuhan semakin kuat.

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>