sepotong kisah lain tentang Soekarno

Edo on February 21st, 2008

Sedari pagi, suasana mencekam sudah terasa. Kabar yang berhembus mengatakan, mantan Presiden Soekarno akan dibawa ke rumah sakit ini dari rumah tahanannya di Wisma Yaso yang hanya berjarak lima kilometer.

Malam ini desas-desus itu terbukti. Di dalam ruang perawatan yang sangat sederhana untuk ukuran seorang mantan presiden, Soekarno tergolek lemah di pembaringan. Sudah beberapa hari ini kesehatannya sangat mundur. Sepanjang hari, orang yang dulu pernah sangat berkuasa ini terus memejamkan mata. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Penyakit ginjal yang tidak dirawat secara semestinya kian menggerogoti kekuatan tubuhnya.

Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa-dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau, kini hanya terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar. Menahan sakit. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini tergolek lemas di sisi tubuhnya yang kian kurus.

Sang Putera Fajar tinggal menunggu waktu.

Dua hari kemudian, Megawati, anak sulungnya dari Fatmawati diizinkan tentara untuk mengunjungi ayahnya. Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak mampu membuka matanya, kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara perlahan didekatkan ke telinga manusia yang paling dicintainya ini.

“Pak, Pak, ini Ega…”

Senyap.

Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir Soekarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Soekarno tampak mengetahui kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi tubuhnya terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai. Soekarno terdiam lagi.

Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang sedari tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati menjauh dan limbung. Mega segera dipapah keluar.

Jarum jam terus bergerak. Di luar kamar, sepasukan tentara terus berjaga lengkap dengan senjata.

Malam harinya ketahanan tubuh seorang Soekarno ambrol. Dia coma. Antara hidup dan mati. Tim dokter segera memberikan bantuan seperlunya.

Keesokan hari, mantan wakil presiden Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi kolega lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya menghampiri pembaringan Soekarno dengan sangat hati-hati. Dengan segenap kekuatan yang berhasil dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak terperi, Soekarno berkata lemah.

“Hatta.., kau di sini..?”

Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih. Dengan sekuat tenaga memendam kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar. Sedikit tersenyum menghibur.

“Ya, bagaimana keadaanmu, No?”

Hatta menyapanya dengan sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Dia ingin memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini.

Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika mereka masih bersatu dalam Dwi Tunggal.

Hoe gaat het met jou…?” Bagaimana keadaanmu?

Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Soekarno.

Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil.

Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga tumpah. Hatta ikut menangis.

Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani.

“No…”

Hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Hatta tidak mampu mengucapkan lebih. Bibirnya bergetar menahan kesedihan sekaligus kekecewaannya. Bahunya terguncang-guncang.

Jauh di lubuk hatinya, Hatta sangat marah pada penguasa baru yang sampai hati menyiksa bapak bangsa ini. Walau prinsip politik antara dirinya dengan Soekarno tidak bersesuaian, namun hal itu sama sekali tidak merusak persabatannya yang demikian erat dan tulus.

Hatta masih memegang lengan Soekarno ketika kawannya ini kembali memejamkan matanya.

Jarum jam terus bergerak. Merambati angka demi angka.

Sisa waktu bagi Soekarno kian tipis.

Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno yang sudah buruk, terus merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi membuka kedua matanya. Suhu badannya terus meninggi. Soekarno kini menggigil. Peluh membasahi bantal dan piyamanya. Malamnya Dewi Soekarno dan puterinya yang masih berusia tiga tahun, Karina, hadir di rumah sakit. Soekarno belum pernah sekali pun melihat anaknya.

Minggu pagi, 21 Juni 1970. Dokter Mardjono, salah seorang anggota tim dokter kepresidenan seperti biasa melakukan pemeriksaan rutin. Bersama dua orang paramedis, Dokter Mardjono memeriksa kondisi pasien istimewanya ini. Sebagai seorang dokter yang telah berpengalaman, Mardjono tahu waktunya tidak akan lama lagi. Dengan sangat hati-hati dan penuh hormat, dia memeriksa denyut nadi Soekarno. Dengan sisa kekuatan yang masih ada, Soekarno menggerakkan tangan kanannya, memegang lengan dokternya. Mardjono merasakan panas yang demikian tinggi dari tangan yang amat lemah ini. Tiba-tiba tangan yang panas itu terkulai. Detik itu juga Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua matanya tidak pernah mampu lagi untuk membuka. Tubuhnya tergolek tak bergerak lagi. Kini untuk selamanya.

Situasi di sekitar ruangan sangat sepi. Udara sesaat terasa berhenti mengalir. Suara burung yang biasa berkicau tiada terdengar. Kehampaan sepersekian detik yang begitu mencekam. Sekaligus menyedihkan.

Dunia melepas salah seorang pembuat sejarah yang penuh kontroversi. Banyak orang menyayanginya, tapi banyak pula yang membencinya. Namun semua sepakat, Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa. Yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Manusia itu kini telah tiada.

Dokter Mardjono segera memanggil seluruh rekannya, sesama tim dokter kepresidenan. Tak lama kemudian mereka mengeluarkan pernyataan resmi: Soekarno telah meninggal.

Berita kematian Bung Karno dengan cara yang amat menyedihkan menyebar ke seantero Pertiwi. Banyak orang percaya bahwa Bung Karno sesungguhnya dibunuh secara perlahan oleh rezim penguasa yang baru ini. Bangsa ini benar-benar berkabung. Putera Sang Fajar telah pergi dengan status tahanan rumah. Padahal dia merupakan salah satu proklamator kemerdekaan bangsa ini dan menghabiskan 25 tahun usia hidupnya mendekam dalam penjara penjajah kolonial Belanda demi kemerdekaan negerinya.

Anwari Doel Arnowo, seorang saksi sejarah yang hadir dari dekat saat prosesi pemakaman Bung Karno di Blitar dalam salah satu milis menulis tentang kesaksiannya. Berikut adalah kesaksian dari Cak Doel Arnowo yang telah kami edit karena cukup panjang:

Pagi-pagi, 21 Juni 1970, saya sudah berada di sebuah lubang yang disiapkan untuk kuburan manusia. Sederhana sekali dan sesederhana semua makam di sekelilingnya. Sudah ada sekitar seratusan manusia hidup berada di situ dan semua hanya berada di situ, tanpa mengetahui apa saja tugas mereka sebenarnya. Yang jelas, semuanya bermuka murung. Ada yang matanya penuh airmata, tetapi bersinar dengan garang. Kelihatan roman muka yang marah. Ya, saya pun marah. Hanya saja saya bisa menahan diri agar tidak terlalu kentara terlihat oleh umum.

Kita semua di kota Malang mendengar tentang almarhum yang diberitakan telah meninggal dunia sejak pagi hari dan sudah menyiapkan diri untuk menunggu keputusan pemakamannya di mana. Sesuai amanat almarhum, seperti sudah menjadi pengetahuan masyarakat umum, Bung Karno meminta agar dimakamkan di sebuah tempat di pinggir kali di bawah sebuah pohon yang rindang di Jawa Barat (asumsi semua orang adalah di rumah Bung Karno di Batu Tulis di Bogor).

Tetapi lain wasiat dan amanah, lain pula rezim Soeharto yang secara sepihak memutuskan jasad Bung Karno dimakamkan di Blitar dengan dalih bahwa Blitar adalah kota kelahirannya. Ini benar-benar ceroboh. Bung Karno lahir di Surabaya di daerah Paras Besar, bukan di Blitar! Bung Karno terlahir dengan nama Koesno, dan ikut orang tuanya yang jabatan ayahnya, Raden Soekemi Sosrodihardjo, adalah seorang guru yang mengajar di sebuah Sekolah di Mojokerto dan kemudian dipindah ke Blitar. Di sinilah ayah Bung Karno, meninggal dunia dan dimakamkan juga di sisinya, isterinya (yang orang Bali ) bernama Ida Ayu Nyoman Rai.

Setelah matahari tinggal sepenggalan sebelum terbenam, rombongan jenazah Bung Karno akhirnya sampai di tempat tujuan. Yang hadir didorong-dorong oleh barisan tentara angkatan darat yang berbaris dengan memaksa kumpulan manusia agar upacara dapat dilaksanakan dengan layak.

Tampak Komandan Upacara jenderal Panggabean memulai upacara dan kebetulan saya berdiri berdesak-desakan di samping Bapak Kapolri Hoegeng Iman Santosa, yang sedang sibuk berbicara dengan suara ditahan agar rendah frekuensinya tidak mengganggu suara aba-aba yang sudah diteriak-teriakkan. Saya berbisik kepada beliau, ujung paling belakang rombongan ini berada di mana? Beliau menjawab singkat di kota Wlingi. Hah?! Sebelas kilometer panjangnya iring-iringan rombongan ini sejak dari lapangan terbang Abdulrachman Saleh di Singosari, Utara kota Malang.

Pak Hoegeng yang sederhana itu kelihatan murung dan sigap melakukan tugasnya. Dia berbisik kepada saya: “There goes a very great man!!” Saya terharu mendengarnya. Apalagi ambulans (mobil jenazah) yang mengangkut Bung Karno terlalu amat sederhana bagi seorang besar seperti beliau. Saya lihat amat banyak manusia mengalir seperti aliran sungai dari pecahan rombongan pengiring. Sempat saya tanyakan, ada yang mengaku dari Madiun, dari Banyuwangi bahkan dari Bali.

Saya menuju ke arah berlawanan dengan tujuan ke rumah Bung Karno, di mana kakak kandung beliau, Ibu Wardojo tinggal. Hari sudah gelap dan perut terasa lapar karena kita tidak berhasil mendapatkan makanan atau minuman, sebab kalau pun ada warung atau penjual makanan, pasti sudah kehabisan minuman atau makanan apa pun yang bisa ditelan. Saya ingat bahwa orang Muhammadiyah tidak memberi hidangan, minum sekalipun, kepada kaum pelayat. Bung Karno adalah orang Muhammadiyah. Kota Blitar tidak siap menampung orang sekian banyak. Setelah dilakukan pemakaman jenazah Bung Karno, beberapa waktu di kemudian hari semua makam Pahlawan di Taman Pahlawan Sentul ini dipindahkan ke Mendukgerit, yang telah saya kenal sebelumnya sebagai Bendogerit.

Pemindahan ini dilaksanakan dengan alasan di lokasi pemakaman sudah penuh, tetapi pada kenyataannya kemudian ada proyek pembangunan makam Bung Karno yang memakan area cukup lebar.

Kuburannya Pun Tidak Boleh Dijenguk

Sejarah mencatat, sejak 1971 sampai 1979, makam Bung Karno tidak boleh dikunjungi umum dan dijaga sepasukan tentara. Kalau mau mengunjungi makam harus minta izin terlebih dahulu ke Komando Distrik Militer (KODIM). Apa urusannya KODIM dengan izin mengunjungi makam?

Saya bersama ibu saya dan beberapa saudara datang secara mendadak pergi ke Blitar dengan tujuan utama ziarah ke Makam Bung Karno. Tanpa ragu kita ikuti aturan dan akhirnya sampai ke pimpinannya yang paling tinggi. Saya ikut sampai di meja pemberi izin dan sudah ditentukan oleh kita bersama, bahwa salah satu saudara saya saja yang berbicara. Saya sendiri meragukan emosi saya, bisakah saya bertindak tenang terhadap isolasi kepada sebuah makam oleh Pemerintah atau rezim? Nah, ternyata meskipun tidak terlalu ramah, mereka melayani dengan muka seperti dilipat. Mungkin dengan menunjukkan muka seperti itu merasa bertambah rasa gagahnya terhadap rakyat biasa macam kami. Akhirnya semua beres dan kami mendapat sepucuk surat. Apa yang terjadi?

Sesampainya di makam kami turun dari kendaraan kami dan saya bawa surat izin dari KODIM. Surat itu kami tunjukan ke tentara yang jaga makam. Waktu tentara itu baca surat, saya terdorong untukmenoleh ke belakang. Terkejut saya. Selain rombongan sendiri, Ibu saya dan saudara-saudara, telah mengikuti kami sebanyak lebih dari tiga puluh orang, bergerombol. Mereka, orang-orang yang tidak kami kenal sama sekali, melekat secara rapat dengan rombongan kami. Saya lupa persis bagaimana, akan tetapi saya ingat kami memasuki pagar luar dan kami bisa mendekat sampai ke dinding kaca tembus pandang dan hanya memandang makamnya dari jarak, yang mungkin hanya sekitar tiga meter.

Para pengikut dadakan yang berada di belakang rombongan kami dengan muka berseri-seri, merasa beruntung dapat ikut masuk ke dalam lingkungan pagar luar itu. Ada yang bersila, memejamkan mata dan mengatupkan kedua tangannya, posisi menyembah. Saya tidak memperhatikannya, tetapi jelas dia bukan berdoa cara Islam. Mereka khusyuk sekali dan waktu kami kembali menuju ke kendaraan kami, beberapa di antara mereka menjabat tangan dan malah ada yang menciumnya, membuat saya merasa risih.

Salah seorang dari mereka ini mengatakan bahwa dia sudah dua hari bermalam di sekitar situ di udara terbuka menunggu sebuah kesempatan seperti yang telah terjadi tadi. Tanpa kata-kata, saya merasakan getar hati rakyat, rakyat Marhaen kata Bung Karno! Mereka menganggap Bung Karno bukan sekedar Proklamator, tetapi seorang Pemimpin mereka dan seorang Bapak mereka. Apapun yang disebarluaskan dan berlawanan arti dengan kepercayaan mereka itu semuanya dianggap persetan. Dalam hubungan Bung Karno dengan Rakyat, tidak ada unsur uang berbicara.

Dibunuh Perlahan

Keyakinan orang banyak bahwa Bung Karno dibunuh secara perlahan mungkin bisa dilihat dari cara pengobatan proklamator RI ini yang segalanya diatur secara ketat dan represif oleh Presiden Soeharto. Bung Karno ketika sakit ditahan di Wisma Yasso (Yasso adalah nama saudara laki-laki Dewi Soekarno) di Jl. Gatot Subroto. Penahanan ini membuatnya amat menderita lahir dan bathin. Anak-anaknya pun tidak dapat bebas mengunjunginya.

Banyak resep tim dokternya, yang dipimpin dr. Mahar Mardjono, yang tidak dapat ditukar dengan obat. Ada tumpukan resep di sebuah sudut di tempat penahanan Bung Karno. Resep-resep untuk mengambil obat di situ tidak pernah ditukarkan dengan obat. Bung Karno memang dibiarkan sakit dan mungkin dengan begitu diharapkan oleh penguasa baru tersebut agar bisa mempercepat kematiannya.

Permintaan dari tim dokter Bung Karno untuk mendatangkan alat-alat kesehatan dari Cina pun dilarang oleh Presiden Soeharto. “Bahkan untuk sekadar menebus obat dan mengobati gigi yang sakit, harus seizin dia, ” demikian Rachmawati Soekarnoputeri pernah bercerita.

dikutip dari blog mas andi di www.andists.info

Popularity: 26% [?]

39 Responses to “sepotong kisah lain tentang Soekarno”

  1. Fenomena Bangsa Indonesia…
    Apa yang salah dengan Soekarno sehingga ia harus mendapatkan perlakuan yang demikian tragis disaat kematiaannya…
    Apa yang benar dari Soeharto sehingga ia mendapatkan perlakuan yang demikian istimewanya disaat kematiannya…
    Apa yang hebat dari keduanya disaat kemaatiannya begitu banyak orang yang simpati, bahkan mengkultuskannya…
    Apakah ini semua ada kaitannya dengan kesaktian kejawen orang Jawa…? Sehingga Soeharto tega melakukan hal-hal yang diluar akal pikiran sebagai salah satu kader Soekarno ? Sehingga harus melanggar semua yang dwasiatkan dan melarang orang lain untuk masuk, apakah itu semua demi bangsa dan negaranya ?
    Yang pasti keduanya adalah orang besar, akan tetapi yang satu adalah bakat atau anugrah dari Tuhan sedangkan yang satu lagi dengan upaya merampas dan berusaha untuk mempertahankannya… Tapi keduanya tetap orang besar dengan karakteristik masing-masing.
    Sesuai dengan karakteristik keduanya yang memang berbeda, saya punya keyakinan bahwa kedua-duanya dalam menghadapi kematian amatlah sakit, Soeharto mungkin merasakan hal yang paling parah, hanya saja kita melihatnya dari sisi luar saja, bayangkan usia nya demikian panjang dengan rasa sakit yang dideranya, ya hanya dia yang merasakannya. Menyaksikan keluarganya hancur satu demi satu, melaihat pengkhianatan yang dilakukan oleh sahabat-sahabatnya, bahkan melihat istrinya yang katanya terbunuh oleh … nya, melihat anak kesayangannya terpenjara. Sesuai dengan karakteristiknya yang diam, dia hanya merasakan setiap kepedihan yang dirasakannnya.
    Begitu juga dengan karakteristik Soekarno yang selalu menggelora, kematiannya juga penuh dengan gelora,tapi mungkin yang dia rasakan tidak seperti siksaan yang dirasakan oleh Soeharto. Aku rasa semuanya pasti mendapatkan akibatnya sesuai dengan perbuatannya.
    Yah, itulah hidup, semoga saja Tuhan akan selalu menidurkan kita selamanya dengan khusnul khotimah.
    Amin.

  2. #cossalabu : sejarah adalah milik mereka yang berkuasa. tapi toh pada akhirnya keragaman cerita yang terungkap akan menjelaskan semuanya. selama kita ingin mencari, selama kita ingin belajar. bukankah begitu kang ngkos? :)

  3. adakah pemimpin yang melayani rakyatnya saat ini?

    SEMUA ORANG MENGAKUI DIRI SEBAGAI WAKIL RAKYAT.
    RASANYA HARUS MEMBELI CERMIN YANG CUKUP BESAR AGAR MEREKA “BERKACA”

    KACA INI UNTUK “MEREKA” BADUT-BADUT POLITIK!!!!

  4. Assalamu ‘alaikum Wr.Wb;
    Selamat Sore;

    Wah sangat dramatis sekali ceritanya dan wow menyedihkan sekali ya…….., saya bangga punya Presiden Republik Indonesia Soekarno dan Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia adalah Mohammad Hatta; mari kita berdoa agar Bangsa Indonesia seperti harapan mereka pada Preambule (Pembukaan UUD 1945) terwujudnya kemakmuran negara kita sesuai ajaran Pancasila (Lima Dasar).(… aduh bahasa ku……….maaf……….)
    Ok, (Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasul Allah yang terakhir).
    Amin ya Rabbal ‘alamin.

    Terima Kasih

  5. Ketika kecil aku heran mengapa orang begitu mengagung agungkan soekarno.Apakah dia titisan dewa yang perlu di puja?Tapi ketika aku mencoba mendalami soekarno maka aku sangat terkagum padany karena bagiku dia lebih dari sekedar dewa.

    Ketika aku ecoba menganalisis peristiwa supersemar aku bertanya tanya mengapa Bung karno tidak melakukan perlawanan terhadap blok soeharto?Jawabnya hanya satu,”dia mencintai persatuan indonesia”. Pada saat itu dia masih memiliki kekuatan untuk mmelakuka perlawanan namun dia tidak ingin terjadi perang saudara diantara rakyat indonesia.Baginya ibu pertiwi sudah sangat lama menangis karena terus dijajah.Bung karno tidak ingin melihat indonesia bercerai dan kemudian dikuasai penjajah lagi,karena pada saat itu inggris masih sibuk embentuk seato dengan mengatasnamaka malasyia.Untuk itulah soekarno mengorbankan dirinya.Suatu sikap yang sangat mulia.

    Semoga akan banyak terlahir soekarno soekarno baru yang mau berkorban untuk bumi pertiwi ini.

  6. Assalamu alaikum. Wr.Wb.

    Itulah kenyataan yg terjadi pada Bung Karno, betul kata Mas Guruh “Sejarah masih banyak yg dibelokan” ….Alm. Pak Harto, keluarga & antek2nya adalah manusia2 yg paling berbahagia dalam menkmati kemerdekaan Bangsa Indonesia ini. mereka hanya menikmati kemerdekaan tanpa memperjuangkan kemerdekaan itu sendiri. Banyak Orang Indonesia kebanyakan melihat dr kekurangan Bung Karno nya saja seperti: Soekarno gila wanita/tukang kawin & beliau sekuler. Padahal klo dilihat kebelakang, negara ini tidak akan seperti sekarang, jikalau bangsa ini tidak mempunyai pejuang seperti Bung Karno & pejuang2 kemerdekaan yg lainnya, masih banyak pejuang2 kemerdekaan yg terlantar hidupnya sampai sekarang, hanya orang2 yg “pro” Soeharto saja yg menikmati kemerdekaan ini, padahal mereka tidak ikut angkat senjata melawan penjajah. Akhir kata Mudah2an Bung Karno tenang disisi-Nya, dimaafkan dr semua kesalahan & diterma Amal Sholehnya…..Amin. Buat Pak Harto selamat jalan, selamat menikmati balasan atas amal perbuatan Anda, meskipun harta Anda tdk akan habis u/ 7 turunan, tp itu semua tdk ada barokahnya & sekarang dsudah kelihatan, anak2 Anda berada dalam konflik interen mereka sendiri. Semoga Rakyat Indonesia bisa “melihat” itu semua. Terima Kasih.

    Wassalam.

  7. aq harus berterima kasih kepada allah swt yang telah menciptakan sosok seperti bung karno,,,,,
    sekarang aq baru berpikir kapan lagi ya aq temui sosok seperti beliu

    ya allah
    tolong Engkau kirimi kami sosok yang sepeti

    soekarno

  8. Presiden Soekarno ada;ah pahlawan terbesar dalam RI. Dialah yang membawa RI lepas dari penjajahan belanda. namun mengapa dia harus dijajah batin dan fisiknya oleh soeharto antek amerika??!! sampai kapanpun dialah yang pantas mendapat gelar Presiden sejati RI. sampai kapan bangsa ini harus dibohongi oleh ORBA yg memberontak pada Soekarno?? ORBA lah yang mendalangi G30S dan SUPERSEMAR!! walaupun soeharto sudah mati namun tetap bisa disidang masalah pemberontakannya, korupsinya, pembunuhan jendral dan rakyat PKI, dll. MARI KITA SERET ORBA KE MEJA HIJAU AKIBAT PELANGGARANNYA YANG LUAR BIASA HEBAT DALAM SEJARAH RI!!!

  9. marilah kita semua!!lupakan masa lalu.sekarang kita bersihkanlah sikap de-soekarnoisasi dan mari kita laksanakan soekarnoisasi!!untuk mengenang jasa beliau.

  10. Dear…
    Sy anak kmrn yang baru lahir tp setelah ngebaca artikel ini hati sy sgt tersentuh,knp y bangsa indonesia ini tdk pny rs kemanusian n terima kasih ama orang yg sdh memerdekakan bangsa ini?Tp sy sgt yakin walau Bung Karno jasadnya telah kembali k ALLAH SWT akan tetapi Ruhnya masih tetap mengiringi langkah anak bangsa agar tetap lebih mencintai INA,dan dia menunggu orang yg mampu tuk membangun,mempertahankan INA agar menjadi Mercu Suar Bagi seluruh negri.Sesuai dengan agama kita masing-masing mari kita berdoa tuk Ruh Bung Karno agar membantu INA keluar dari keterpurukan,krn sy yakin Ruh beliaulah kunci INA tuk bangkit kembali,menata sgala aspek kehidupan,pemerintahan yg slama ini tidak terkendali oleh rasa kapitalisme yg sempat berkembang dan menghidupkan rasa Nasionalis di diri kita masing-masing selaku anak bangsa,agar jgn sampai INA dijajah oleh bangsa lain dari berbagai aspek kehidupan.Marilah kita bersama2 belajar tuk menjadi seorang nasionalis sejati agar bisa mempertahankan n membesarkan bangsa ini.DW

  11. ya begitulah hidup.. tapi coba pikir deh.. ga mungkin suharto sampe gitu2 banget.. dan ga mungkin sukarno sebaik itu..

    ga ada manusia sesempurna itu atau seburuk itu. sejarah itu ga lengkap. karena sejarah ditetapin oleh persepsi sang pembuat berita.

    nah jadi gimana?

    ya harus kita cari, yang bener tu kaya apa.. karena gue nangkepnya dari cerita diatas tu.. Promosi PDI Perjuangan (hehehe)

    sekarang gini, jangan pada mikir jelek deh..
    Hitler itu dibenci karena bunuh2in orang Yahudi tapi coba bayangin. kalo waktu itu dia berhasil, pastinya Palestina ga mungkin diserang kaya sekarang.

    so jangan ngagung2in orang atau jelek2in orang sampe kelewatan ah..

  12. inilah hukum karma pada bung karno dan bangsa indon akibat dosa-dosa terdahulu……

  13. Soekarno tetaplah Soekarno !!!
    Soeharto tetaplah Soeharto !!!

    takkan pernah hina seorang manusia dimata manusia,
    jika itu bukanlah hina di mata Sang Pencipta !!!

    -peace-

  14. Pak Karno mungkin jasadna yg pergi tetapi kecintaanna terhadap ibu pertiwi gak pernah padam oleh sebab itu saya percaya disuatu zaman di tanah air republik indonesia akan ada pemimpin seperti pak karno yang arif dan bijaksana serta mengerti hati nurani rakyat indonesia.apabila gak ada pak karno mgkn kita gak mgkn merasakan indahnya hidup tanpa penjajahan.Oleh sebab itu kita sbg anak bangsa jangan sampai memvonis para pemimpin2 negara yang telah berjasa bagi negara.mungkin sudah takdir para pemimpin2 kita wafat dengan keadaan seperti itu. Sekarang marilah kita sebagai penerus bangsa ikut andil didalam merubah nasib negara ini…………..

  15. Aduuuuuuuh pak soeharto kejam sekali…
    Semoga arwah pak soekarno di alam sana tenang……..
    Amiiiiiiiiin ya robbal Alamin

  16. soekarno forever……ende flores NTT indonesia jadi saksi abadi……..seandainya aku bisa membalikkan waktu dan bapak masih duduk didepan rumah mungilnya…..beliau akan bercerita perjalanan abadinya di enede flores……………..

  17. Cukup mengharukan kisah paduka tercinta.. diakhir hayatnya beliau diasingkan dan terasing dari rakyatnya. tapi kami yakin bahwa jiwa dan ruh perjuangan dan kecintaan beliau pada bangsa dan ibu pertiwi masih menggelora! masih ada dan mendapat tempat dalam jiwa2 generasi muda saat ini, tentunya jiwa-jiwa muda yang patriotik dan akan tampil secara heroik. amien…

  18. duh aya bangga sekali karena bisa tinggal di indonesia ini apalagi seseorang yang mamperjuanhkan nya adalah sosok seperti pak soekarno
    mudah2an di masa yang akan datang negara indonesia dapat di pimoin kembali oleh sosok seperti pak soekarno
    aaaaaammmmmiiiiinnnn……..

  19. duh saya bangga sekali karena bisa tinggal di indonesia ini apalagi seseorang yang mamperjuangkan nya adalah sosok seperti pak soekarno
    mudah2an di masa yang akan datang negara indonesia dapat di pimpin kembali oleh sosok seperti pak soekarno
    aaaaaammmmmiiiiinnnn……..

  20. Sebagai bagian dari rakyat indonesia sepatutnyalah kita bersyukur kepada ALLAH SWT pernah punya pemimpin seperti beliau-beliau,tapi begaimanapun mereka tetaplah manusia yang benyak kekurangan,tidak ada yang sempurna sebagai anak bangsa ini saya mengajak kepada saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air untuk tetap selalu mendo,akan mereka,kita pendam sedalam-dalamnya kekurangan mereka,dan kita junjung setinggi-tingginya kebaikan mereka,tidaklah pantas rasanya kita selalu mengorek kekurangan mereka.waspadalah saudaraku setiap kata-kata yang kita keluarkan dari hati kita akan dimintai pertanggung jawaban oleh ALLAH SWT dihari akhir nanti sebab Pengadilan ALLLAH SWT lah yang akan mengadili setiap prilaku kita diatas bumi ini walaupun seberat dzarah sekalipun dengan seadil-adilnya.

  21. saya punya buku DI BAWAH BENDERA REVOLUSI jilid 1 cetakan ke 3 tahun1964, mau saya jual ..bila ada yang minat bisa anda hubungi d akang_tsm@yahoo.com

  22. mr. albertho ignatioMay 5th, 2009 at 2:26 pm

    pemimpin sejati adalah pemimpin yang tidak mengandalkan uang
    cari dan buktikan sendiri siapa yang terbaik dari THE COUNTRY MASTER OF INDONESIA
    SOEKARNO adaalah proklamator sejati
    SOEHARTO adalah seorang diktator ulung
    SOEKARNO berhati mulia
    SOEHARTO berhati baja
    ???????????

  23. apapun yg terjadi saat ini sejarah telah menyatakan bahwa soekarno adalah pendiri bangsa ini,keabadian dan kebesaran namanya jauh lebih harum di bandingkan dengan para korptor2 yang mengaku pejuang rakyat ternyata…….mereka tikus2 berdasi yang tidak tahu diri……….semoga SOEKARNO mendapat tempat yang layak disisiNYA amin……………………..

  24. banyak badut di negeri ini yang hanya tertawa menjual gigi, berbohong demi tercukupinya kebutuhan sendiri

  25. Sungguh Tragis Siksaan tanpa pukulan yang di terima bung Karno, Tapi Pak Harto Telah menerima balasan atas perbuatan yang Pak Harto lakukan ke Bung Karno, Selamat Jalan Bung Karno… terima kasih atas perjaungan yang kamu lakukan untuk kami, tanpa mu Indonesia tidak akan seperti sekarang ini.

  26. Soekarno tetaplah Presiden RI selamanya. dialah yg memperjuangkan kemerdekaan. demi kesatuan bangsa dia rela serahkan jabtan Presiden ke soeharto tapi akhirnya dia pun harus disiksa sampai mati. apakah soeharto punya nurani?? siapapun yg berpihak pada soeharto adalah antek Orba!!! awas bahaya laten ORBA!!! Soeharto juga mendalangi pembunuhan jendral2, pembantaian PKI dan simpatisan Soekarno, menangkap soekarnois, menjatuhkan dan membunuh soekarno. bagaimanapun juga bangsa ini telah ditipu soeharto selama puluhan tahun. sampai sekarang pun soeharto masih ada yg memuja, sungguh ironis sekali!! pengkhianat bangsa dan penjajah bangsa sendiri kok dipuja!? dia pun juga krupsi setumpuk gunung2, dan membuat utang negara sebesar samudra. pantaskah dia diampuni???!!! tolong kita jgn subyektif tapi harus obyektif dalam menyelesaikan masalah soeharto. bangsa ini menunggu keadilan yg benar dan sampai kapanpun utk menunggu persidangan soeharto atas masalah HAM, Korupsi, pembunuhan soekarno,dll. kalaupun dia udah mati tetap namanya bisa disidangkan!!! anak2nya harus menanggung semua akibat perbuatannya!!! kita tidak boleh pilih kasih, ngga ada sungkan!!! pokoknya soeharto famili harus disidangkan!!!

  27. kyk nya plakunya soeharto hmmmmmm……

  28. apa bener tuuh….sebelum dan stelah mati.. sebagai anggota kluarga sulit sekali untuk menjengukya………..??????
    apa siihn bedanya makam biasa ma makam bung karno..???
    toh almarhumkan layak tuk di doakan…. alasannya apa..????
    kenapa bung karno pas lagi sakit nggak di bawa ke luar negeri aja….,
    kan pralatannya jauh lebih canggih dr kita pd waktu…??

  29. soekarno jika dikenakan hukuman hatinya slalu ikhlas dia slalu siap menjalani hukuman mskipun dia tdk mlanggar hukum..
    mungkin baginya itu adlh cobaan..

    sdngkan soeharto saat dikenakan hukuman slalu brbelit-belit dan slalu mengelak atas prbuatan trbunuhnya mahasiswa dan kasus korupsinya..
    dan smpai kematiannya pun dia bebas dr hukuman..

    trnyata benar tuhan menciptakan manusia ada yg baik dan jahat

  30. Bung Karno a/ salah satu orang pintar yg d’miliq bngsa Ind….
    tapi bahkan d’tnahx sndri Ia d’prlakukan dng tdk s’mstix,yg tak kalah mngharux…..mngapa perlakuan itu d’prlh d’ujung usiax…….?
    cb bndngx dng Pak Harto……
    sngat kontras…..

  31. soekarno dan soeharto mempunyai jasa dan pengabdian kepada bangsa ini yang sangat luar biasa maka sebagai anak bangsa kita patut untuk mengingat jasa-jasa beliau serta menghargai bukan meng-vonis,kesalahan beliau berdua, kita harus bangga mempunyai pemimpin sekaliber beliau berdua,kita doakan semoga mendapat tempat yang tinggi disisi ALLAH SWT.Amin Bravo INDONESIA jadikan Indonesia tempat yang damai untuk mengingat seta mengabdi kepada ALLAH SWT.

  32. ukarno tokoh hebat… berani menyuarakan suara rakyat… sebagai contoh “GANGANG MALAYSIA”

    tapi… jangan sampai terjerumus kalo ada orang yg mau mnyamakan dirinya seperti sukarno… contohnya : permadi

  33. jdi inget pas kecil,dulu nyebut nama Sukarno saja harus hati-hati bgt, pasang posternya saja salah2 bisa dianggap PKI, pdhl sdh thn 1999 an..padahal aq n temen2ku ngefans bgt sama beliau, ada mobil suharto lewat saja suruh berbaris dijalan2 kasi salam ( pdhl tau isinya suharto jg cuma dari platnya),pilih kabur ee disidang ditannyain alasannya..huegghh,ga enak bgt dech!!kalo sajaaa..bangsa ini terus dipimpin orang2 yang berjiwa seperti soekarno, mungkin aq akan cintaaa sekali ma indonesiaku..nasioanalismenya jdi kaya orang Jepang yang sangat menghargai negaranya dech mungkin :)

  34. Banyak anak bangsa yang tidak mau tahu sejarah perjalanan bangsa ini. Peran sangat besar bagi Bapak Bangsa kita Soekarno. Yang harus kita sadari, tanpa beliau, tak akan ada bangsa ini yang bernama : INDONESIA.

  35. Ternyata tidak ada orang yang sperti Soekarno ya dan keluarganya, mereka tahu orang tuanya di siksa pelan2 sampai kematian Beliau, namun anak2 Bung Karno tetap tabah menjalani demi menjaga keutuhan NKRI demikian juga Soekarno yang tetap diam dalam jeratan dan ikatan strategi Soeharto yang tidak ingin paham Soekarno semakin menggelora, namun Allah SWT adalah sesungguhnya Hakim Agung, Jaksa Agung. Semoga Arwah beliau Soekarno mendapatkan tempat yang terbaik dan utama, beliau bukan sekuler tapi menghormati manusia pada kodrat-Nya. Semoga banyak orang yang belajar pada kelebihan dan kecerdasan Soekarno, mampu menjadikan Indonesia menjadi NKRI yang memiliki harga diri dimata dunia, bukan karena persenjataannya, namun karena pemimpinnya yang mampu menjadi negara yang disegani karena menjunjung tinggi kemerdekaan dan anti imperialisme. SOEKARNO DIBANDING KURANG ENGKAU LEBIH BANYAK LEBIHNYA BAGI BANGSA INI.

  36. Setiap pemimpin mempunyai ego yang besar, tak terkecuali Soekarno. karena tanpa ego, mereka tak kan mampu menyatukan negara yang begitu besar ini. Ego akan baik jika di barengi dengan hati yang baik… menurutku Soekarno memiliki kedua hal ini. Ego yg besar tp juga hati yang lemah lembut, tpi juga keras hati. Soekarno memang orang yang luar biasa. Semuanya tentu telah digariskan oleh Tuhan

  37. ak hanya percaya apa yg ak liat, ap yg ak dengar…
    buka mata, hati, dan pikiran kalian… sejarah tidak terlepas dr campur tangan pihak2… apakah itu pro ataupun kontra… semua boleh beropini. jangan biarkan doktrinasi merasuki otak dan pikiran kita,,, sejarah telah banyak yg dibelokkan… dan semua itu hanya untuk kepentingan golongan. ak bukan apatis dan bukan komunis… mau itu soekarno atau itu soeharto atau siapun itu… i don’t care!!!! mereka punya jasa terhadap negeri ini. jangan selalu melihat dr kesalahan seseorang saja.. terkadang kita perlu melihat jasa2 mereka. kita tidak pantas menghakimi seseorang… SOEHARTO BEGINILAH… SOEKARNO BEGITULAH… BLA BLA BLA… siapakah kita bisa menghakimi manusia???? kita tidak selalu hadir didalam kehidupan mereka 24jam… kita tidak hadir dlm setiap pengambilan keputusan2 oleh mereka… kita hanya mendengar, membaca, melihat, dan parahnya lagi hanya ikut2an… nasionalisme dadakan!! menghakimi adalah HAK VETO TUHAN. skrng yg perlu kita lakukan… kita jangan pernah berhenti berjuang buat bangsa dan negara ini… kita hidup didunia dan masa yg berbeda… perjuangan kita bukan lagi melawan senjata,, bom,,, tentara dan lain2 tetek bengek TEMPOE DOELOE!! tp lebih mengerikan… perjuangan kita saat ini melawan pikiran2, dan egoientris manusia2 sok moderen. tetaplah kritis dalam bertindak. SALAM PERJUANGAN!!!!

  38. ma’nyossssssssssssssssssssssssssssssssssss

  39. merdeka!!!!!! itu yang sering diucapkan sang proklamator ………….mungkin dia meninggalkan kita tapi jiwa dan raga dia tidak pernah mati untuk rakyat….serta ideologi tidak pernah mati untuk selamanya .! mana pemimpin yang sekarang .mana wakil rakyat yang sekarng…………..pemimpin dan wakil rakyat yang sekarng hanya bisa………memainkan dagelan - dagelan yang dimainkan oleh anak buahnya saja.hidup soekarno dan keluarganya. kami dibelakang moe.merdeka………merdeka…………….merdeka……

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>