kasihannya nasib pengguna pasca bayar

Edo on March 14th, 2008

Byuh, baru sadar. Dari dulu saya fikir, ketika para operator perang harga, saya fikir sebagai pengguna pascabayar saya terkena impact nya. Karena dari dulu, dimana-mana ketika harga pra-bayar turun, harga pasca bayar pasti lebih murah lagi. Logika yang masuk akal saya fikir. Toh pengguna pasca bayar relatif lebih bisa dipertanggungjawabkan penggunaan dan penggunanya. Rata-rata pelanggan loyal, dan penggunaan relatif tinggi.

Saya baru sadar kalau aturan ini tidak lagi berlaku ketika membaca berita detik i-net yang menyatakan “Pascabayar Dianaktirikan, Operator ‘Kekanak-kanakan”. Gila. Konsep costumer satisfaction ternyata tidak berlaku. Konsep makin besar penggunaan makin besar perhatian ternyata tidak berlaku. Ternyata saya yang dedicated menggunakan nomor yang sama, tidak terjebak dalam area tukar-tukar operator, dan menghabiskan hampir 1 juta rupiah untuk biaya telepon, dicuekin sedemikian rupa oleh operator. Ini sebuah anomali dalam konsep pelayanan costumer, atau ada teori baru tentang costumer loyalty yang telah bergeser?

Kira-kira apa ya pendapat seorang begawan kelas Hermawan Kertajaya tentang ini?. Memang persaingan disatu sisi menyenangkan pasar. Perang ala Red Ocean begini sebenarnya (seharusnya) yang pusing adalah pebisnisnya.  Atau justru ini malah membuktikan, bahwa dunia telekomunikasi sejak lama telah menikmati keuntungan yang luar biasa atas persaingan yang tidak tercipta? Apa yang terjadi, perang harga seperti apapun tentu tidak akan menghilangkan hukum dasar dalam bisnis dalam mendapatkan keuntungan. Jika dengan harga seperti ini mereka tetap untung, lha bagaimana dulu yah?

Enaknya bagaimana yah? Haruskah pindah ke pra bayar?

Popularity: 3% [?]

9 Responses to “kasihannya nasib pengguna pasca bayar”

  1. saya pengguna pasca bayar… belum tahu ada impact seperti ini
    tapi entahlah kalo nanti terjadi

    kalo soal customer satisfaction sepertinya selama hidup di negeri ini nggak pernah mengalami yang namanya puas!

  2. adipati kademanganMarch 14th, 2008 at 5:45 pm

    menurutku sih dari dulu operator mementingkan jumlah pengguna dulu
    perkara kartu hangus yang mencapai diatas 10% itu urusan belakangan
    setelah tarip menjadi dibelakang koma, kemudian apa … pasti balik lagi dong seperti semula 50 per detik

  3. wah gak adil nich, aku ada 3 nomor beda operator dan semuanya pasca bayar hiks pantesan aja tiap bulannya cost untuk komunikasi tinggi…. apa harus ganti prabayar?

  4. ah elu do, mencuri ide gue buat nulis aja, barusan gue pengen nulis soal itu juga. Gue pikir pikir sekarang sms pasca bayar yang sebijinya dihargai 250 perak tu jadi mahal bener. Asem emang. Tapi ya emang semua ada untung ruginya sih, terutama untuk orang2 yang ga sempet beli pulsa kayak gue, hehehehe

  5. Wah, pindah ke prabayar bagi kita bisa jadi bunuh diri. Kualitas tidak jelas, kesan ke customer tidak bagus, dan harga/biayanya bisa berubah-ubah terus.

    Saya sendiri akhirnya terpaksa pindah ke Telkomsel :(

    Ya sudahlah, mau bagaimana lagi.

  6. gak penting itu bro, yang penting jangan sampai hilang lagi hp nya huehehe

    *oot, kapan ngajak aku “seneng-seneng” maneh? :-D

  7. entah mereka belajar ilmu pemasaran dari mana ? kok ada loyal konsumen yang dianaktirikan..
    * geleng geleng kepala secara sejak tahun 1995 loyal dengan nomor Satelindo/matrix

  8. #pudak : hehehe.. sebenarnya ane juga ngga pernah ngitung bos. tapi herannya, ketika iklan penurunan harga bertubi2, kok ane bayarnya tetep2 aja ya, ngga ngefek heheheh…

    #adipati : hehehe.. mari kita lihat kang adipati

    #v3 : hehehe.. ya itu dia hun. tapi kl da et mah ngga mau ganti, terutama nomor utama.

    #upika : hihihi.. ya maap :p

    #sufehmi : itu dia mas. gimana2 kan tidak bagus jika tukar2 nomor. dalam kondisi begini toh saya tetap tidak mengganti nomor. mungkin kondisi psikologis ini juga sudah diperhatikan oleh para operator :)

    #epat : asyem luh hiueheiuhie…. kiu kiu? ayo wes!

    #iman : hahahha… yah.. banyak yang anomali emang direpublik ini. tapi gimana2 kan tetep aja negara sendiri mas :p. mungkin hermawan kertajaya perlu melakukan telaah dalam hal ini hiuehiuehieie

  9. Hayo kita perjuangkan “number portability” ! :)

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>