teknik komunikasi

Edo on March 28th, 2008

Apakah teknik komunikasi yang paling mak nyos? Jika pertanyaan itu dikembalikan kepada saya, maka tekniknya mengacu pada pepatah (saya tidak tahu ini pepatah darimana) :

“kalau ingin terkenal, kencingi sumur zamzam”

Tidak percaya? Lihat saja. Berita yang menarik untuk diberitakan adalah berita yang kontroversial. Secara prinsip, berita yang menguak sisi negatif seseorang jauh lebih menjual daripada berita baik. Saya masih yakin meski tidak didukung oleh data-data berita paling populer adalah infotainment.

Saya setuju sekali tentang apa yang disampaikan oleh tukang ketik di bloknya. Inilah fenomena komunikasi. Tidak penting benar atau salah. Tidak penting pinter atau bodoh. Pinter dan bodoh pun tergantung dari sisi mana kita melihatnya.

Ingat kasus video porno Yahya Zaini? Siapa yang kenal dengan Maria Eva waktu itu. Mungkin hanya segelintir orang. Sekarang? hmmm… jangan tanya. Mendunia bo’. Saya yakin dia mendapatkan undangan manggung dimana-mana. Inilah yang namanya Nikmat membawa berkah.

mau lebih jauh lagi? Inul Daratista. Sebelum kontroversi goyang ngebornya, Inul hanya manggung di panggung dangdut di pinggiran kota di Jawa Timur. Sekarang? Jangankan Inul. Ada banyak artis dangdut yang tiba tiba naik daun pasca goyang ngebornya Inul. Ada yang mengusung goyang gergaji, goyang patah-patah, dan sebagainya.

Yang lebih simpel? Bagi para blogger? Gampang. buatlah judul posting anda yang bertema tidak jauh dari selangkangan. Sediakan content porno di blog anda. Dijamin, dalam waktu singkat blog anda akan populer. Nulis serius? Hmm…. kayaknya susah deh buat ngetop :p

Dalam kondisi masyarakat kita, memang tontonan kontroversial, sajian ala cinderella, kegiatan yang bisa membawa orang menuju puncak kesuksesan secara singkat alias ngetop secara instant, konsep tidak kerja tapi bisa kaya dan sebagainya sepertinya telah menjadi budaya. Dan dengan budaya masyarakat seperti ini, maka teknik komunikasi yang paling tokcer adalah menyediakan apa yang masyarakat butuhkan.

Masih dalam topik hangat belakangan ini baik tentang UU Anti Pornografi, pertarungan pakar telematika dengan komunitas blogger dan hacker menarik untuk disikapi. At least buat saya, cukup menyenangkan ada cukup banyak bacaan yang bisa membuat saya tersenyum sambil geleng geleng, disela kesumpekan aktifitas sehari-hari. Memang, dalam beberapa diskusi dengan teman-teman tidak sedikit yang menyayangkan. Alasan yang paling banyak mengemuka adalah masyarakat mendapatkan informasi yang tidak layak. Kasihan masyarakat ini semakin bodoh.

Timbul pikiran nakal di otak saya. Jika kita memang menganggap perlu balancing bagi masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan yang benar tentang IT, kenapa ya tidak ada tokoh lain yang muncul ke permukaan? Sehingga masyarakat memiliki pilihan, layaknya perang harga yang terjadi di operator saat ini, bukankah masyarakat yang diuntungkan?

Akan menarik sebenarnya jika tokoh-tokoh blogger dan hacker seperti mas Enda, atau kang BR bisa muncul untuk memberikan pemahaman yang berimbang tentang dunia blogger. Tentu saja butuh disampaikan dengan “bahasa versi masyarakat”. Karena susahnya juga, wartawan sebagai ujung tombak penyampaian informasi kepada masyarakat rata-rata juga dibebani dengan rating informasi yang tinggi. Sehingga jika “tidak menarik menurut publik” wartawan juga cenderung malas meliput. Dalam kondisi seperti ini, benar dan salah, idealisme dan sejenisnya adalah benda tabu. Dalam istilah saya jadi “Ngga penting!”

Pernah juga ketika saya berdiskusi dengan salah seorang tokoh IT menyikapi hal ini. Dia cuma bilang “males ah. ngapain juga gw kudu ngeladenin. ngabisin energi. ngga level”.

Yah, masalahnya ini bukan soal level atau tidak. Ini bukan tentang pakar A vs Pakar B. Tapi tentang keadilan masyarakat untuk mendapatkan sebuah informasi yang benar. Informasi yang mencerdaskan.

So? Gimana nih suhu suhu blogger dan hacker? :)

Tulisan menarik terkait :

- Mas Iman

- Ndorokangkung

- didit

Terima kasih buat mbah-mbah blogger yang memberikan angin kesejukan. Saya jadi belajar tentang berkomunikasi dengan baik. At the end, the truth will be come..

Popularity: 11% [?]

12 Responses to “teknik komunikasi”

  1. bagaimana jika kita tanyakan kepada suhu hacker dan seorang blogger senior juga ? ;)

  2. #epat : sepakat!. bagaimana pendapat anda, pak pakar?

  3. Salah satu quote favorit saya adalah dari Edmond Burke, yaitu “all that is necessary for the triumph of evil is that good men do nothing
    .
    Saya pribadi sih cenderung hapus saja kata “good” di quote tersebut karena takutnya bikin ge-er :) secara saya tidak merasa bahwa saya sudah layak masuk kategori “good men”. Namun, perlu ada tindakan ketika suatu kejahatan akan merajalela, atau kezaliman tersebut akan jadi bisa merusak ke berbagai penjuru.
    .
    Walaupun banyak yang cenderung menghindari konflik dalam soal ini, saya kira ini tidak tepat. Jadi sejak beberapa hari yang lalu kita sudah kasak-kusuk koordinasi respons untuk ini.
    .
    Alhamdulillah beberapa blogger terkenal sudah akan merespons fitnah “blogger = hacker”. Dan Menkominfo juga sudah minta bertemu dengan komunitas blogger. Alhamdulillah.
    .
    Memang sekarang ini zaman fitnah. Pertanyaannya adalah apakah kita akan biarkan saja, atau kita akan berbuat sesuatu?
    .
    Mengenai soal menjadi narasumber alternatif, memang tidak mudah. Misal, pak Budi Rahardjo mengaku bahwa beliau jarang bisa angkat telpon masuk (karena sering mengajar / presentasi). Sedangkan pakar kita punya beberapa handphone & semuanya bisa dihubungi kapan saja oleh wartawan.
    .
    Beberapa pakar IT “betulan” justru sering berbelit-belit dalam penjelasannya, sampai ada wartawan yang curhat ke saya :)
    Saya juga jadi mengelus dada, oke lah S3 / S2 / pakar, tapi mbok ya jangan jadi arogan karena itu.
    .
    Saya sendiri sejauh ini mencoba membantu melayani kawan-kawan wartawan sebaik-baiknya (baca: simplifikasi masalah, bahasa awam, topik populer, dst), namun siapa sih saya, huehehe. Cuma sekali2 ada wartawan yang mengkontak saya. Saya di balik layar saja sudah hepi, biar kawan2 yang lain saja yang jadi tokoh / pakar alternatif :)

  4. Mudah sekali kok membedakan, mana org yg pinter beneran dgn org yg sok pinter (beneran). Org yg pinter beneran pasti merasa dirinya bodoh, atau setidaknya masih kurang pinter. Akibatnya, dia -si org pinter ini- gak terlalu pede untuk menonjolkan dirinya. Banyak alasan, takut salah (krn merasa masih kurang ilmu), ada yg lebih pinter (ntar dikira sok), bahasanya njlimet susah dipahami (susah loh menjelaskan hal rumit dgn bhs yg mudah dicerna), dst, dll, dlsb.

    Sebaliknya, org yg sok pinter sudah merasa jago duluan, sudah merasa pakar walaupun ilmunya (nyaris) kosong. Dia -si org sok pinter ini- butuh pengakuan, butuh perhatian, untuk mengangkat percaya dirinya. Semakin banyak org yg mau mendengarkannya, semakin pede dia, semakin merasa pinter pula. Perkara yg mendengarkan itu org awam atau org paham, itu gak penting, yg penting ada yg mau dengerin, syukur2 sampe dijadikan narasumber atau acuan.

    Tapi, bagaimanapun juga, org yg sok pinter ini gak sepenuhnya salah. Seharusnya ada 1-2 org lah dari golongan org2 yg bener2 pinter, atau setidaknya sedikit lebih pinter dari yg sok pinter itu, tampil untuk menyampaikan hal yg sebenarnya. Kalo gak ada yg muncul, ya salahnya org2 yg pinter itu juga, knp info yg salah dibiarkan beredar di publik tanpa sanggahan, tanpa koreksi. Bhs sedikit njlimet juga gak masalah, daripada gak ada sama sekali. Dalam hal ini, diam sama dgn membenarkan (scr gak langsung).

    So, mungkin udah waktunya bagi Edo untuk tampil menyampaikan informasi yg benar. Khusus di kasus ini, rasanya Edo masih mampu. Kalo lebih teknis, backing toh juga banyak, tinggal call dan forward aja. Berani? ;)

  5. #harry : quote menarik uda harry..
    ini emang problem lucu. banyak orang baik yang dianggap bisa memperbaiki situasi tapi tidak berani karena takut dia akan tercebur dengan sendirinya menjadi tidak baik. Impactnya jadi tidak berbuat dan cuma mengamati. padahal, menurut saya, ketika seseorang memutuskan berbuat yang didasari oleh niat baik, meskipun dia tetap terpeleset, itu masih jauh lebih baik daripada do nothing.

    inget quote yang sangat inspiring dari Tuhan saya. Lupa kalimat benernya. tapi pointya kira-kira begini.
    “jika kau melihat kebathilan, lawanlah. jika kau tidak mampu, bicaralah. jika tidak juga mampu, jangan ikut melakukan. dan itu adalah selemah2nya iman”.

    sayang sekali rasanya jika Tuhan yang menciptakan kita, yang kita ingin sedekat mungkin bersamanya, jauh dari kita karena kelemahan kita sendiri…

  6. #bee : daleeeeeeeem wakakkaka. sepakat sih bee. tapi kalo tak pikir jangan lupa ketakutan kita untuk riya dan takabur menyebabkan kita kufur nikmat. Kelebihan yang diberikan ya akuilah sebagai kelebihan, asal tidak berlebihan.

    dan item kedua juga bener bee. anyway, thank buat “kepercayaannya”. aku yakin dan percaya tentang hukum “kepantasan” bee. ketika masanya tiba, dia akan tiba :). sama seperti aku percaya akan labih tokoh2 seperti pendiri google, atau pendiri yahoo dari orang-orang seperti dirimu…

  7. saya merasakan kesejukan itu dan terima kasih karna telah memberikan penyejukan ke dalam hati saya

  8. wah ngaco tipsnya……..

  9. wah…banyak org2 ahli IT disini y.
    Q bingung mau coment apa.
    tapi baik artikel ataupun coment-coment kakak diats, sedikit banyak ilmu Q bertambah. thx y all. ^^
    oh y mau tanya, gmn caranya agar Q lebih paham tentang dunia perinternetan? klo mau jawab, kirim ke emailQ aj y kk. ^^

  10. salam, analisis yg bagus nih, memang bukan hanya masyarakat secara umum bahkan orang2 yg secara pribadi sudah mendapatkan pendidikan dan bergaul dalam lingkup pengetahuan sering dikebiri oleh berita2 sensai, dan ini memang jadi gejala yg sering digunakan oleh siappaun untuk jadi terkenal, bikin sensasi lebih gila, lebih cepat terkenal.
    orang2 baik dan cerdas jarang berfikir untuk menyodorkan kebenaran jauh lebih gila. karena melakukan hal gila dan bikin sensasi akan mempertaruhkan integritas diri mereka sendiri.
    dan ya para artis itu, para pembikin sensai itu..adalah orang2 biasa yg berani bikin sensai karena memang gak punya integritas dan rasa hormat pada dirinya sendiri. terbukti juga kan boss, mereka juga begitu cepat hanyut dihempas angin digantikan oleh yg lain.
    good thread..i support u.

  11. eh dsar cadas ia omonganya pepatah itu??? sumpe deh bkal trknal loe2 smw…

  12. memang, semakin aneh semakin di top markotop…semoga damai senantiasa. semoga kita tidak bablas dalam kesesatan…
    aku malah jadi bingung..apa malah nglantur…
    trims tulisannya segar….. kayak embun pagi….

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>