nice problem
Masalah adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa kita hindari. Itu sudah sunnatullah kalau istilahnya para kiai. Sisi lain dari hidup, layaknya yin yang kehidupan. Sering kita terjebak di area ini, dan hanyut dalam masalah itu sendiri. Bahkan, mati pun tidak akan menghindarkan kitadari masalah. Kata siapa mati urusan beres? Hanya 1 yang memungkinkan kita tidak bermasalah : tidak pernah hidup.
Hampir semua kita mengeluh ketika masalah datang. Dari seluruh lapisan.Yang miskin mengeluh karena sulitnya berjuang demi sesuap nasi. Yang kaya mengeluh, capek, pengen istirahat. Yang tidak punya pacar mengeluh, iri melihat indahnya dunia orang yang berpacaran. Yang berpacaran mengeluh tentang pacarnya yang bawel, protektif, dan iri dengan kebebasan yang dimiliki para jomblo. Masalah, adalah milik semua makhluk yang hidup.
Lucunya, mungkin kita sering tidak sadar bahwa masalah bukan untuk dihindari. Menghindari masalah hanya akan menbuat kita “menabung” masalah itu sendiri. Menumpuk menjadi banyak dan besar di kemudian hari. Masalah itu harus di hadapi.
Lucunya juga, kadang kita lupa bahwa dalam situasi apapun, Tuhan memberikan sebuah hak ekslusif yang luar biasa terhadap zat bernama manusia. Hak itu bernama pilihan. Pilihan untuk menyikapi masala, pilihan untuk memposisikan masalah tersebut dalam hidup kita.
Ditengah carut marut aktifitas saya, dengan setumpuk problematika hidup, seorang sahabat bicara tentang problem kami ketika kami tengah mendiskusikannya.
” But this is a nice problem right?”
Saya tercenung. Nice problem. Sebuah istilah yang menarik.
Ya. kita sebenarnya bisa “memilih” masalah yang akan kita hadapi. Memilih untuk punya masalah yang “positif dan kondusif” daripada masalah yang “negatif. Kita bisa “mengolah dan mentransformasi” problem tersebut. Seperti air yang transformasi menjadi es, menjadi uap. Bahkan, kita bisa merubah masalah tersebut menjadi sesuatu yang menyenangkan.
Konteks ini berlaku mulai dari area mind set, sikap, sampai prilaku. Sebagai contoh, banyak orang merasa kecewa ketika kehilangan sesuatu. Kehilangan adalah sebuah masalah. Kehilangan barang, benda, sampai orang yang disayangi. Tapi bagi orang yang berada di mind set positif, masalah tersebut bisa dipandang sebagai sebuah kejadian yang menyenangkan. Mereka yang berfikir positif akan menjadi bersemangat. Karena roda kehidupan itu berputar. Bahwa setelah masalah akan hadir solusi. Setelah susah akan datang kebahagiaan. Sama seperti kutipan film ayat-ayat cinta, ketika Fahri dipenjara dan merasa kecewa dengan Tuhan-nya, kenapa dia yang merasa telah menjalankan hidup sesuai perintah-Nya namun diberi masalah sedikian rupa. Dan teman sel nya bicara
“Justru saat ini Tuhanmu tengah bicara secara langsung kepadamu anak muda…”
Dalam pekerjaan kita menghadapi berbagai permasalahan. Pekerjaan yang tak kunjung tuntas, proyek yang tak kunjung dapat, uang untuk membayar gaji karyawan yang harus tersedia, kontrakan rumah yang harus dibayar, dan sebagainya. Bagi mereka yang berpositif thinking, masalah itu justru bisa dijadikan sebagai akselerator. Jika kita sadar, dalam kondisi seperti itu kita justru bisa mengoptimalkan pemikiran, kreatifitas, dan semangat kerja. Seperti orang yang tiba-tiba bisa berlari jauh lebih kencang ketika dikejar anjing. Seperti orang yang mendapatkan dopping.
Omong-omong, saya jadi ingat omongan salah seorang “guru” saya. Waktu itu kita tengah diskusi tentang hidup.
“Makanya, setan itu jangan dihindari. Justru, kalo dateng, layani dengan baik. senyumin. Ntar kan itu setan stress sendiri. Gue dateng mau ngerusak dan mengganggu kok ini orang ngga merasa terganggu yah?. Masak kita yang stress didatengin setan. Kebalik tuh. Kalo setan dateng godain kita, suruh dia yang nyebut, nyembah-nyembah kita. wong kita sama Tuhan dijadikan makhluk mulia kok. Dulu waktu kita diciptain juga sama Tuhan setan disuruh tunduk ama kita…”
Kalimat yang aneh. Nyeleneh. Tapi menarik buat saya
Nice problem. jadikanlah dan pilihlah masalah kita menjadi masalah yang menyenangkan. Lets smile. jangan sampai gara-gara masalah bahkan untuk tersenyum saja kita tidak bisa.
Sama seperti analogi setan tadi, ketika masalah menghampiri kita, layani “dia” dengan baik. Sampai si masalah stress menghadapi kita, dan bukan sebaliknya.
So, Get a problem? make it nice :)
Popularity: 3% [?]
yap … pncerahan rasional. Tq.
kapan kita bersenang-senang lagi?
#ersis : ini juga karena sering membaca tulisan2 uda ersis hehehhe
#epat : im happy everyday bro..