Duh, wakilku.. (baca : hidup Slank!)
“what you think is who you are..”
Inilah kalimat yang pernah disampaikan oleh salah seorang guru saya kepada saya. Intinya adalah bahwa kita adalah apa yang kita pikirkan. Jika kita tersinggung ketika seseorang menyampaikan sesuatu ke kita, maka begitulah kita sebenarnya.
Beberapa hari ini baca berita, DPR komplain tentang lagu slank. DPR ngamuk, merasa lagu slank menyindir anggota dewan yang terhormat. Menuntut Slank. Terus di cabut. Mengganti komplain karena lagu slank melecehkan wanita. Tidak sopan. Seniman yang tidak berbudaya. Tidak lama, KPK menciduk anggota DPR karena kasus korupsi.
Point saya simpel. Kalau tidak berbuat begitu kenapa tersinggung? Dalam carut marut permasalahan negara, anggota dewan ternyata masih sempet ngurusin beginian.
Urusan sopan atau tidak, maka akan banyak karya seni yang harusnya di berangus. Maka lukisan di gedung-gedung pemerintah dan rumah pejabat yang menampilkan wanita sedikit seksi harus di bakar. Boneka peraga di mall harus di hancurkan. Dan lebih dari separo seniman di negeri ini harus masuk neraka.
Meski tidak sopan, slank punya massa slankers yang didengarkan oleh komunitasnya. Meski tidak sopan, at least slank jujur. Saya lebih respek bajingan jujur daripada orang baik munafik. So, maju terus slank. Majulah terus, seperti hormat saya kepada Iwan Fals. Jangan kaget jika nanti Slank bernasib sama seperti Iwan Fals, yang di daulad menjadi presiden oleh banyak orang.
Barusan diskusi topik ini sama temen, temen saya malah dengan santai bilang :
“Lha itu kan wakil rakyat. yang milih ya rakyat. Kalau protes punya wakil kayak begitu, lha kok dipilih? Kalo yang dipilih konyol, ya lebih konyol yang milih. Kalo yang dipilih dianggap goblok, maka yang sebenar-benarnya goblok adalah yang milih..”
Duh wakilku…
*bukan slankers.. tapi emang demen dengerin lagu-lagu slank
Popularity: 3% [?]
mari kita perbaiki negeri ini….
tozz with a glass illusion
halah
Kalo edo bilang dia bukan slanker, cuma demen dengerin lagu-lagu slank.
Lha kalo tape ini loh, slangker bukan kok bawaannya botol.
kayaknya lebih cocok jadi dangduter
*skip*
Ya ya ya, … konyol. Mari tinggalkan yang konyol-konyol. Mari nikmati euy
DPR itu lembaga apa sih, soale jaman gw sekolah
kaga pernah diajarin jeh.. wkwkwkk
Menuntut Slank. Terus di cabut. Mengganti komplain karena lagu slank melecehkan wanita. Tidak sopan. Seniman yang tidak berbudaya. Tidak lama, KPK menciduk anggota DPR karena kasus korupsi.
.
Tuhan itu memang Maha Adil ya…
Spektakuler banget timingnya, he he.
.
Point saya simpel. Kalau tidak berbuat begitu kenapa tersinggung? Dalam carut marut permasalahan negara, anggota dewan ternyata masih sempet ngurusin beginian.
.
Dengan UU-ITE yang baru ini, kabarnya yang seperti slank ini (libel? defamation?) jadi bisa dituntut ke pengadilan lho. Kemarin sudah diklarifikasi pula oleh Depkominfo, katanya pasal tsb bukan untuk pers, melainkan khusus blogger.
Nah lho.
.
Kayaknya masih perlu diadakan lagi tuh pertemuan dengan Menkominfo yang berikutnya dengan blogger.
#epat : pake illusion? :p
#indra : ups.. ra melu melu hehehhe
#ersis : hehehehhe.. iya sih bang. enak buat lucu-lucuan. tapi ya tetap aja ada perasaan miris
#preahlolik : DPR? ya tergantung kita mendefinisikan. Artinya bisa Daftar Pekerjaan Rumah, bisa Dukung Pak Roy, bisa Dadi Preman Rumahan, ya tergantung persepsi lah :p
#harry : heheh.. tentang UU ITE pikiran saya sederhana. ini pertama kali kita menerapkan undang-undang untuk kategori ini. namanya pertama kali diluncurkan, pasti banyak kurangnya, perbedaan persepsi dari sudut pandang yang sekian banyak. Berbeda dengan UU ketatanegaraan misalnya yang dari taun kuda ada. Dan yang ada sekarang tentu sudah melalui berbagai proses evaluasi dan penyesuaian zaman.
Saya berfikiran baik saja tentang ini. Baik yang anti maupun yang mendukung atau mendukung tapi dengan catatan. Mari diperbaiki. Toh itu adalah produk manusia yang tidak sakleg dan tidak bisa diganti.
yang penting jangan rusuh hehehhe
hahahahaha
sebelum dipilih sih biasanya mereka tampil baik, ramah, dan sok dekat sama rakyat. eh, setelah duduk di senayan, lupa deh sama yang telah memberikan mandat kepada bapak2 dan ibu2 yang terhormat itu. “Hidup Slank!”
#sawali : hehehe.. inilah nasib rakyat yang “bodoh” atau gampang digombali pak. dan tidak dalam rangka ingin membebani bapak dan para pendidik dinegara ini, inilah peran besar para pendidik. agar rakyat ini tidak lagi bodoh dan bisa dibodohi
tentang UU ITE pikiran saya sederhana. ini pertama kali kita menerapkan undang-undang untuk kategori ini. namanya pertama kali diluncurkan, pasti banyak kurangnya, perbedaan persepsi dari sudut pandang yang sekian banyak.
.
Betul, apalagi ketika dibuatnya dengan masukan-masukan dari “pakar” yang sentimen dengan blogger
.
Yah moga-moga bisa cepat disempurnakan, tanpa perlu ada collateral damage sepanjang prosesnya.