judge and destiny
Disela kesembrawutan aktifitas kantor hari ini, saya sampai lupa untuk nonton salah satu acara yang, ya.. tidak bisa dibilang favorite, tapi saya cukup mengikuti. Untuk eko memberitahukan ada layanan video streaming, sehingga saya bisa nonton Indonesian Idol, satu-satunya acara pencari bakat yang masih saya ikuti perkembangannya.
Kali ini saya tidak ingin bercerita tentang Indonesian Idol. Tapi terus terang, saya sangat terusik dengan salah satu kontestan yang sebenarnya sering diputar di iklan-iklan Indonesian Idol. Seorang lelaki, terlihat urakan, dan membawa gitar. Diiklannya, terlihat salah satu juri sampai menangis. Dan barusan, saya menonton secara lengkap sang kontestan.
Salah satu yang sampai sekarang saya terganggu dengan acara ini (yang menurut saya acara pencarian bakat terbaik), adalah moment menjual kesulitan untuk mendapatkan simpati. Masyarakat di republik ini sangat gampang merasa simpati, jika ada orang yang misal hidupnya susah, anak orang susah, dan berbagaimacam kesulitan lainnya. Mungkin ini potret masyarakat secara umum, yang mendambakan cinderella story terjadi dihidupnya.
Tapi barusan saya benar-benar ikut merinding, ketika si kontestan (sementara waktu, sampai saya tau namanya, sapa panggil satria bergitar saja) bernyanyi. Seorang pengamen jalanan. Tapi suaranya luar biasa. Saya bisa mengerti jika para juri merinding dan menangis.
Diacara ini juga disampaikan memang tentang profile sang satria bergitar. Seorang pengamen, punya 1 istri dan 1 anak. Hidup dijalanan. Selintas, dia terlihat seperti begajul yang sering kita hindari karena ketakutan.
Lalu apa yang membedakan dengan kontestan lain selain suaranya yang bagus? Entah lah. Saya melihat dia begitu tulus. Polos. Orang yang berperawakan keras karena memang menjalani hidup yang keras. Orang yang sering jika kita bertemu ditengah jalan mungkin kita cenderung akan menghidar karena terlihat jahat. Tapi justru saya melihat kebaikan didalamnya.
Ketika dia dinyatakan lolos untuk eliminasi, dia kembali ke ruangan audisi. Meminta izin untuk bicara didepan kamera. Bicara pada ibunya. Memohon restu. Tidak ada kepalsuan yang saya lihat. Yang ada adalah ketulusan. Cara dia mengekspresikan keberhasilannyapun sangat menarik.
Kita sering secara tidak sengaja menghakimi orang. Menjauh dari orang-orang yang terlihat kasar dan hidup dijalanan. Menganggap orang yang berdasi atau bersorban adalah baik. yang beranting dan terlihat lusuh adalah jahat. malam ini, sang satria bergitar mengingatkan saya untuk tidak gampang men-judge.
Dan nasib telah membawanya. Sepertinya saya sudah menemukan salah satu andalan yang saya yakinkan akan menembus 3 besar Indonesian Idol kali ini. Semoga perbedaan kasta, pola hidup, sebagai efek pergaulan sesama Idol atau bentukan para “pembentuk karakter” di acara ini tidak menyebabkan dia “hilang”. O ya. Saya setuju Indra, bahwa dia lebih terlihat punya nyawa ketika dia bersama gitarnya.
Anyway, DJ Daniel emang ancur. Gw ngakak liat dia terakhir berdandan ala Titi DJ :p
Popularity: 4% [?]
wah…. nonton lengkap juga ya, aku juga ampe merinding tuh Da pas denger si satria bergitar, suaranya bikin jatuh cinta and melayang, sexy, dan cowok banget, emang sih lebih ada roh nya kl pake gitar.
Suara nya dia emang pemberian alias anugrah dari Tuhan. Bersyukurlah orang2 yang punya suara bagus yang bisa menghibur orang2 yang suaranya pas2an (kayak gw heheh)
btw, suara daet juga bagus lho kalo nyanyi
huhuhuhuhuhu
mau ta daftarin indonesian idol dah ketuaan sih da hehehehehe (kaburrrrrrr)
#v3 : hmmm.. jadi gitu? dh punya fans baru nih? awas yah..
itu pencarian bakat ato pencarian simpati mas ?
kalo kamu punya bakat nyanyi, disini tempatnya. kalo cari simpati, cari ajah di tempat laen …
*Simon Cowell mode : ON*
#adipati : nggg… anu mas.. anu hehehehe…
Edo,….. pakar pengamat pencari bakat!
hahahaha…
opo seh?
Udah lama nggak nonton acara TV…..
Wahh Edo, cocok sebagai pengamat ya.
#epat : hush! senengane lo
#edratna : hehehhe.. just a music lover bu :p ngga berniat menggantikan simon cowell kok hehhehe