Hee Ah Lee
Semalam aku baru saja selesai membaca koran hati kemaren. Mungkin terdengar aneh. Tapi aku memang baru membaca koran malam hari, sepulang beraktifitas, sebelum pulang kerumah. Aku memang terbiasa mampir ke posko, rumah yang ditempati teman-teman kantor, sekedar untuk membaca koran, bernyanyi dan bergitar, atau bermain kartu. Masalahnya sederhana : Kalau pagi belum bangun hehehe
Di kolom Tamu Kita, aku membaca berita yang sangat menarik. Tentang Hee Ah Lee, seorang remaja putri korea berusia 22 tahun, hanya memiliki kaki selutut, dan, berjari empat, seorang menderita lobster claw syndrome.
Dia hadir dalam acara peluncuran bukunya, The Four Finger Pianist yang menceritakan kisah tentang perjalanan hidupnya sehingga menjadi pianis kelas dunia. Ya, dia seorang pianist, memainkan karya-karya kelas berat seperti Chopin dan musik-musik dengan partitur yang memusingkan kepala.
Ketika diwawancarai, apa cita-citanya berikutnya? Dia menjawab : Ingin terus membahagiakan orang.
Heheh.. saya yakin pikiran kita semua hampir sama untuk 1 tema.
Jika orang dengan segala kekurangannya seperti itu mampu menjalani hidupnya dengan sangat baik, berprestasi, mampu mencengangkan dunia, lalu bagaimana dengan kita?
Dan, cita-citanya terdengar sederhana. Mudah? Hmm… nanti dulu ![]()
So, sudah berapa orang yang kita bahagiakan hari ini?
TulisanĀ terkait :
- prabu
(gambar diambil dari : simangunsong.wordpress.com)
Popularity: 5% [?]
aku udah nontos klipnya .. ada di mas yogi …. emang keren tuh permainannya.. amazing ..ucapan saya pertama kali .. baik ibunya dan dianya .. amazing…juga bahwa sang pencipta tetap memberika suatu kelebihan bagi ciptaanNya kalau kia mau eksplorasi lebih dalam terhadap “Give”
#angus : wah, boleh tuh. yogi mana nih? UPPTI kah?
Kalau tidak salah, dia pernah datang ke Indonesia. Banyak yang terkesima dengan permainan pianonya… Di balik kekurangannya itu, dia membuktikan bahwa dia mampu.
Selain Hee Ah Lee, ada juga yang terlahir dengan kekurangannya, tetapi dia juga mampu membuktikan kemampuannya. Miyuki, seorang anak dari Jepang yang lahir seberat 500 gram dan buta.
Mereka contoh yang sangat real, dengan kekurangan itu mereka bisa berprestasi. Dan itu juga tidak lepas dari peran serta ibunya.
Salam kenal mas Edo…
Btw, saya ini perempuan…
#iko : yup. saya baca juga begitu. acara kemaren adalah kali ke 2 dia hadir di Indonesia.
salam kenal juga mba Iko. Btw, saya pernah bilang mba iko cowo yah? hihihi… maap kl gt
baru tau nih….ta coba yaaa
wah aku pernah lihat liputanya di metro TV ..subhanallah….
Sungguh menyemangati, bagaimana kekurangan tidak membuat semangat kendur untuk membahagiakan orang lain
#hafidzi : monggo mas
# mr.m : wah, sayang saya ngga liat. cuma baca di koran. emang sih, dibilang juga kick andy pernah ngundang dia
#pudakonline : thats right pudak. lha yang “kurang” aja bisa gitu, lha kita yang lengkap begini mo bikin alesan apa untuk tidak bisa berbuat lebih baik? hehehhe
Ya ya, berapa orang kita bahagikan hari ini. Sesuatu yang tidak perlu dipikirkan, sebab lebih baik dilakukan. Menjadi cermin diri buat saya. Makasih Mas Edo. Salam hormat.
#ersis : wah wah.. uda ersis harus ikut bertanggungjawab lo tentang saya. kan uda ersis yang motivated saya menulis hueiuehiehi