Pak Dhe
Dari kemaren saya tidak bisa online sama sekali. Habis dijalanan. Dan koneksi kantorpun tengah sekarat. Pengennya sih online dari mana saja. Sayang, perangkat tidak memadai hehehe..
Balik dari Bandung, saya online di posko anak-anak. Sakau bandwidth. Seperti biasa, mengecek blog-blog favorit sayah.
Mampir di blog Pak Dhe, ternyata pak dhe tengah berulang tahun yang ke empat. Sudah lumayan tua ternyata pak dhe di alam blogsphere.
Saya rada tergelitik dengan tulisan pak dhe di blog beliau..
“..Setelah empat tahun, blog ini memang kelihatan semakin merepresentasikan personifikasi diri saya: nggak gaul, cuma punya sedikit teman, kikuk jadi pusat perhatian, cenderung soliter atau lebih nyaman berada dalam kelompok kecil. Hal itu tercermin dari jumlah pengunjung dan jumlah komentar yang semakin sedikit. Padahal, biasanya, semakin panjang usia blog, cenderung semakin populer blog itu…”
Hehehe.. tiba-tiba saya nyengir sendiri. Blog pak Dhe dengan kelas tulisan seperti itu (silahkan baca sendiri), ternyata memang sepi comment. Lalu saya lihat blog saya sendiri. Beda tipis. Tapi banyakan saya dikit. Dengan sebuah teori tidak jelas, dengan bangga saya tersenyum pada diri sendiri : hmm.. tulisan saya kualitasnya hanya sedikit dibawah pak dhe. Yes!
kekekke.. guyon guyon.. Sesekali narsis boleh tho?
Yang jelas, tiba-tiba terlintas dipikiran saya, berkaca, bertanya pada diri sendiri, motif saya ngeblog. Ngapain yah? Alasan yang paling clear yang ada dipikiran saya adalah motivasi yang selalu ditelorkan oleh Uda Ersis : Menulis.
Ya. Saya ngeblog cuma ingin menulis. Berbagi. Membiasakan diri untuk membentuk budaya positif yang sudah berkarat di tubuh saya, sampai jadi sebuah budaya betulan. Berharap “paksaan” menulis membuat saya “terpaksa” pada budaya bagus berikutnya : membaca. Membaca yang sesungguhnya. Seperti yang diajarkan oleh leluhur saya di tanah Sumatera sana : membaca pesan alam.
Anyway, yang saya tulis diatas sebenarnya bohong belaka. Dan membaca blog Pak Dhe membuat saya terpancing untuk bicara yang sebenarnya. Dengan jujur. Tanpa kebohongan. Ternyata, membohongi diri sendiri itu melelahkan…
Sebenarnya, saya ngeblog karena ingin ngetop dan populer. Makanya saya pedekate sama mas Iman. Nulis-nulis comment di blog beliau. Beliau kan sutradara. Tukang poto. Berurusan dengan TV, Camera, artis dan sebagainya. Berharap suatu saat Mas Iman menelepon saya sekedar untuk jadi figuran, yang akan mempertemukan saya dengan makhluk-makhluk indah bernama perempuan. Lalu tiba-tiba acting saya mempesona sang sutradara. Menemukan mutiara yang terpendam dan tak terasah. Dan tiba-tiba, saya sudah jadi lawan main Sandra Dewi, jadi terlibat adegan mesra dengan Bunga Citra Lestari, mengisi sampul majalah paporit bersama buanadara.
Sayang. Sepertinya mas Iman tidak mampu menangkap pesan saya. Mas Iman tidak mengerti harapan dan keinginan saya. Buana dara dibawa ke gerombolan siberat BHI. Saya malah dibawa dan dikenalkan dengan om-om waktu acara soft launching dagdigdug :(. Punahlah sudah harapan saya untuk populer.
hihihi.. kok jadi ngelantur yah? Atau jangan-jangan ini adalah posting terjujur yang pernah saya buat? kekekke..
Kembali ke topik. Kenapa saya ngeblog? Karena saya ingin menulis. Itu saja.
Anyway, selamat ultah Pak Dhe..
*lagi mabok, nungguin MU vs Barca. Badan pengen tidur, mata pengen nonton bola. ngga sinkron blas..
Popularity: 3% [?]
mabok temenan arek ikie….kekeke…
Lali ngombe obat opo kentek an obat tah arek iki ?
lapor mas iman. mas iman, ini salah satu juru ketiknya pengen dadi artis, gimana, ditrima apa enggak ?
#epat : du du du..
#adipati : hehehe.. lali ngombe