100 Tahun Kebangkitan Indonesia

Edo on May 20th, 2008

Hari ini, tepat 100 tahun Kebangkitan Indonesia.

Hari ini, saya membaca banyak tulisan dengan berbagai perspektif tentang 100 tahun Indonesia. Ada yang bangga. Lebih banyak yang menggugat. Wajar. 100 tahun memperingati kebangkitan bangsa ini diikuti dengan berbagai kondisi yang tidak mengenakkan : kenaikan BBM yang biasa diikuti dengan berbagai kenaikan bahan pokok, ketersediaan pangan yang tidak memadai, pemerintah yang masih bolong dimana-mana, dan berbagai cerita sedih lainnya.

Hari ini, saya menonton acara yang spektakuler perayaan 100 tahun kebangkitan nasional yang megah ditengah himpitan yang ada.

Hari ini, dikoran saya masih membaca pro kontra banyak orang tentang berbagai kebijakan pemerintah. Ada yang mendukung dengan berbagai alasan. Ada yang mengejek dan menganggap ini hanya bagian dari persiapan kampanye 2009. Ada yang melawan dengan berbagai alasan pula.

Hari ini, saya membaca tulisan - tulisan tentang gugatan penetapan tanggal 20 Mei sebagai tanggal Kebangkitan Nasional. Well, saya tidak berani comment apa-apa. Belum cukup kompetensi saya menyikapi hal ini. Tapi, tanpa bertendensi apa-apa, buat saya tanggal hanyalah tanggal, selama esensi dari penetapan tanggal tersebut saya dapatkan.

Hari ini, saya membaca tulisan mantan presiden India, DR Abdul Kalam yang dikirimkan oleh Mas Satrio di milis Technomedia.

Hari ini saya membaca tulisan mas Yodhia yang bermimpi dengan Chindianesia, kebangkitan Indonesia 20 tahun yang akan datang.

Saya tak ingin berpolemik dengan berbagai carut marut yang ada. Saya hanya seorang individu, yang isinya cuma banyak mengeluh dan belum banyak berkontribusi. Tapi sudahlah. I just wanna do the best i can. As simple as that. This is me, ordinary people yang bermimpi menjadi extraordinary, hidup dinegara extraordinary yang belum mampu lepas dari banyak ketidakmampuan.

Saya hanya ingin berbuat. Cuma warga negara yang tetap bangga dan percaya dengan masa depan sebuah republik bernama Indonesia. Cuma individu yang percaya bahwa perbaikan tidak mungkin terjadi dalam energi pesimistis dan ketidakpercayaan diri. Yang percaya bahwa protes apapun tetap perlu dilakukan sebagai fungsi kontrol sosial, sebagaimana kepercayaan yang coba saya bangun bahwa ditengah kebrengsekan pemimpin negeri ini masih ada sebagian diantara mereka yang benar-benar ingin negeri ini maju.

At least, saya belum mampu menciptakan eforia kebanggaan sebagaimana yang dilakukan oleh srikandi-srikandi pebulu tangkis Indonesia.

Saya percaya kebangkitan ini bukan sekedar eforia. Saya percaya, Indonesia akan berada dalam lingkaran negara adidaya. Suatu saat nanti? Kapan? Time will tell. Its depend on us, right?

So. Mari berbuat, berbuat dan berbuat. Tidak ada perubahan yang mungkin terjadi tanpa bertindak.

Selamat 100 tahun kebangkitan Indonesia!

9 Responses to “100 Tahun Kebangkitan Indonesia”

  1. Bangkit negeriku! Harapan itu masih ada! :D

  2. #yohang : setuju mas yohang :)

  3. 20 Mei 2008…

    Tepat Seratus tahun perayaan Kebangkitan Nasional negeri ini…
    Negeri Indonesia…

    Bersamaan dengan berjalannya tiap huruf dilayar notepad ini,
    terdengar alunan lagu bendera Eross Candra yang dinyanyikan 3 DIVA.

    Dilihat dari semua pendukung kegiatan, persiapan, para tamu yang hadir,
    sepertinya memang bukan parayaan biasa…
    Ya…
    Perayaan 100 tahun kebangkitan Indonesia…
    Ya…
    Negeri yang beragam…
    Ya…
    Negeri yang kaya…
    Ya…
    Negeri yang indah…
    Ya…
    Seperti perayaan ini.
    Perayaan yang megah, indah, sepaktakuler dan hanya ada 1 kali dalam 1 abad.

    Terdengar indah suara alunan lagu Merah Putih yang dinyanyikan oleh lebih dari sepuluh ribu warga Indonesia,
    terdengar indah bila mereka bersatu.

    Tapi…

    Apa hanya saat menyanyikan lagu saja kita bersatu,
    Apa hanya saat merayakan 100 tahun kebangkitan nasional saja terlihat keindahan nusantara,
    Apa hanya ada 1 kali dalam 1 abad kemegahan ini terdengar,
    Apakah itu semua tidak dapat kita rasakan setiap hari..?

    Perayaan 100 tahun Kebangkitan Bangsa diperingati dengan pertunjukan yang megah di Gelora Bung Karno,
    Dilihat oleh lebih dari 100 juta warga negera Indonesia yang menantikan kenaikan harga BBM..

    Bukan…
    Bukan kenaikan harga harga BBM,
    tapi pengurangan subsidi BBM.
    Menyelamatkan APBN negara,
    Lebih dari 80% subsidi dinikmati orang mampu sehingga subsidi harus dikurangi.

    Itu kata-kata yang sering diucapkan oleh para politikus pendukung pemerintahan ini.
    Kepandaian bertutur kata sama seperti saat mereka berpolitik.
    Kata-kata yang menyejukan hati, memberi ketenangan, memberikan harapan…

    Sungguh mempesona…

    Seperti perayaan ini…
    Perayaan yang megah dan butuh dana besar tentunya,
    Perayan yang megah memang perlu untuk membangkitkan gairah,
    semoga tidak hanya berhenti di perayaan saja,
    dan semoga perayan ini bermakna,
    tentu saja bermakna…

    Perayaan 100 tahun kebangkitan bangsa yang megah,
    diriringi dengan demo di sepanjang negeri karena kenaikan BBM,
    kisruh pilkada,
    korupsi yang makin besar dan kompak di negeri ini, tapi semoga tidak ada kasus korupsi dalam perayaan ini.
    Sehingga tidak akan mengurangi semangat kebangsaan yang sedang gencar diserukan.

    Dan semoga tidak hanya seruan,
    bukan hanya kalimat manis,
    sekedar kata-kata penyejuk hati,
    tapi sikap dan tindakan yang nyata,
    karena hidup adalah perbuatan, perbuatan yang nyata,
    dan bukan perbuatan diam, perbuatan tidur, perbuatan kejahatan atau perbuatan tercela.

    hehehehee…

    “hidup adalah perbuatan”
    itu yang saat ini sering terdengar di televisi-televisi dan sepertinya tulisan ini semakin ngaco…
    sama seperti negeriku yang semakin lama dipimpin oleh orang-orang yang semakin ngaco…

    Negeri yang sangat kaya, indah dan megah tapi dipimpin oleh orang-orang yang ngaco…
    Sungguh kasian ibu pertiwi.

    Ketika para pemimpin yang diberi kepercayaan terlena dengan kepercayaan rakyat,
    kepercayaan yang membuat mereka “tertidur” dikursi yang empuk.
    “tertidurkan…?”

    Saya rasa mereka masih punya nurani dan tidak akan mungkin sengaja tidur ketika mereka harus membela rakyat,
    mengemban kepercayaan yang telah diberikan.

    Atau mungkin mereka tertidur karena lelah memikirkan bangsa ini,
    yah mungkin begitu,
    atau anggap saja begitu,
    harus husnudzon kan…?,
    paling tidak mengurangi dosa kita sendiri.

    Jadi pemimpin memang susah,
    Presiden, wakil rakyat, gubernur, bupati atau lainnya…
    kalo memang tidak mampu jadi pemimpin g’ usah mencalonkan diri jadi pemimpin…
    apalagi di negeri yang sedang susah ini,
    agak diragukan semua perkatan mereka, janji mereka…
    apa benar mereka ingin memperbaiki negeri yang susah, banyak utang and kisruh dimana-mana ini namun masih banyak mamiliki kekayaan alam yang berlimpah, atau
    hanya mau mengambil kekayaan negeri untuk diri sendiri.

    Pemimpin yang baik dan benar-benar ingin memperaiki bangsa ini harus siap jatuh miskin, atau
    paling tidak pertambahan harta mereka sama atau lebih, namun sedikit saja alias g’ banyak,
    kali nanti setelah jadi pemimpin hartanya berlipat ganda jadi 2 kali atau bahkan lebih…

    SAYA yakin dia bukanlah pemimpin yang baik dan benar-benar ingin memperbaiki negeri ini.
    Tidak ada pemimpin yang baik yang punya niat memperkaya diri di negeri yang sedang susah ini,
    seperti membangun rumah,
    pemilik rumah ya harus mengeluarkan harta yang dimilikinya untuk membangun rumahnya dengan bijak.

    Harta bangsa ini sangat banyak, kalo punya wewenang menggunakannya,
    gunkanlah dengan bijak sama seperti saat memebangun rumahmu yang megah,
    bangun negeri ini manjadi benar-benar megah seperti rumahmu sendiri,
    jangan hanya rumahmu saja yang megah,
    apalagi membangun rumah yang megah dengan harta bangsa yang sedang butuh pembenahan.

    Bangun rakyat ini sama seperti membangun keluargamu,
    dan jangan gunakan rakyat untuk membangun keluargamu.

    Pikirkan masa depan anak bangsa sama seperti kau pikirkan masa depan anak-anakmu,
    dan jangan kau pikirkan masa depan anak-anakmu dengan mengorbankan masa depan anak bangsa.

    Hei..!
    Para calon pemimpin…
    calon pemimpin yang siap bertempur di PEMILU tahun depan,
    mampukah kalian, siapkah kalian, tuluskah kalian,
    menang pemilu jangan membuat dirimu lupa,
    karena banyak tugas menunggu,

    ini hanya sebuah tulisan,
    tak bermakna apapun tanpa perbuatan,
    karena hidup adalah perbuatan,
    musuh bangsa adalah rakyat kita sendiri,
    musuh utama diri kita adalah diri kita sendiri,
    kalahkan diri kita dan berbuatlah seuatu,
    sesuatu yang bermanfaat bagi negeri ini…

    teriring do’a dari seorang anak negeri di peringatan 100 tahun kabangkitan bangsa,
    Amin…

    Maju negeriku…
    Maju bangsaku…
    Maju tanah airku…

    Hei…
    generasi muda..!

    Mari bangun negeri ini…
    Mari bangun bangsa ini…
    Mari bangun Indonesia..!

    Seperti kata Presiden kita saat ini,

    INDONESIA PASTI BISA…!

    tuch diajakin Presiden, pasti bisa,
    jangan hanya bisa nyusahin orang tua,
    demo yang akhirnya rusuh, sekali-sekali g’ rusuh bisa g’ sih,
    kasiankan teman-teman kita,
    yang g’ salah ditangkapi oleh para aparat,
    aparat yang g’ punya nyali yang hanya berani berbuat di balikseragam mereka,
    menjalankan tugas tapi bukan berarti punya hak untuk memukuli,
    apalagi menembak mati,
    dituduh profokator lah,
    biang kericuhan lah,
    padahal cuma dicurigai and dituduh,
    gitu aja udah dipukuli apalagi kalo beneran ya..?

    hehehehe…

    aku percaya dengan teman-temanku yang berjuang disana,
    aku percaya mereka tidak akan melakukan perbuatan sebodoh itu,
    itu hanya fitnah..!
    Jangan pernah takut dengan fitnah,
    oleh para aparat,
    aparat yang g’ punya nyali yang hanya berani berbuat di balikseragam mereka.

    Revolusi dan Reformasi berasal dari para kaum muda, mahasiswa..!
    Hanya orang bodoh yang percaya para mahasiswa biang kerusuhan saat demo.
    Orang tua kita yakin itu,
    tiada semangat yang lebih hebat dari kepercayan dari orang tua kita.
    So jangan pancing para aparat untuk buat kericuhan,
    toh akhirnya kita juga yang akan difitnah dan disalahkan,
    dan akhirnya membuat susah orang tua yang sudah memberi kepercayaan kepada kita.

    Presiden bilang Indonesia bisa maju,
    “its true”
    hanya saja kapan…
    bisa buat lebih cepat g’?

    Send my email ya kalo tahu caranya,
    sudah saatnya kita berbagi..!

    INDONESIA PASTI BISA…!

  4. saya bangga menjadi penduduk indonesia, saya juga bangga memiliki banyak keragaman budaya yang tidak dimiliki oleh negara lain dan itu juga yang diakui oleh negara lain tentang indonesia serta kekayaan yang melimpah dibumi pertiwi dan nusantara ini, jadi indonesia harus bangkit lagi menjadi negara yang labih maju, berkembang dan tetap menjaga indonesia seutuhnya dengan segala tumpah darah indonesia. Bangkitlah indonesiaku 100 tahun sudah indonesia mempertahankan dan memperjuangkan kemerdekaan.Indonesia Bisa…..!!!!

  5. Indonesiaku yang kucintai dan kubanggakan 100 tahun sudah indonesia bangkit dan dengan semangat perjuangan 1 abad ini aku sangat bersyukur bisa merasakan 1 abad yang belum tentu semua umat manusia bisa memperingati hari yang bersejarah ini, patutlah indonesia menghayati makna kemeredekaan bangsa indonesia makna yang dalam bagi seluruhnya, nusantara dibumi yang sangat kaya ini, semoga kita bisa bangkit juga menjadi orang yang perduli dengan negara kita. Terima kasih.

  6. Bangsaku, negeriku, tanah airku, dan seluruh tumpah darahku bangkit sudah dan teruslah bangkit 100 tahun kemerdekaan yang aku banggakan.

  7. saya seorang TNI bangga dan akan terus menjaga bumi pertiwi ini sesuai dengan pedoman kerja dan tanggung jawab saya.

  8. maju… itu yang kita perlukan untuk bangkit…

    salam 100 tahun kebangkitan indonesia

Trackbacks/Pingbacks

  1. devide et impera

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>