Komentar Bunda Enny akhirnya memecah kebuntuan saya untuk menulis. Yah, tidak ada salahnya bercerita tentang kemana saja saya menghilang :) .

Awal tahun ini sebenarnya dimulai dengan penuh keruwetan. Tidak sedikit masalah yang harus diselesaikan di kantor. But thank, dengan segala keterbatasan, dan tentu saja teman-teman di kantor yang solid dan pantang menyerah, pelan-pelan berbagai permasalahan dapat diselesaikan.

Dalam perjalanan beberapa bulan ini, ada beberapa hikmah yang saya dapatkan. Ketika berbagai permasalahan menghimpit; kenaikan BBM, demo disana sini yang menyebabkan beberapa janji dan pertemuan bisnis menjadi tertunda dan terganggu (sungguh, entah kenapa saya kehilangan simpati atas demo-demo yang sering terjadi belakangan ini), krisis energy yang sangat mengganggu (lha, bagaimana tidak. Usaha saya sangat tergantung oleh orang-orang yang tergantung dengan hidup tidaknya komputer/laptop mereka. kalau listrik mati, mau ngapain?), naiknya berbagai komoditi, berita yang dipenuhi dengan issue-issue korupsi dan ditangkapnya banyak tokoh-tokoh politik, dan ramainya pembicaraan menuju 2009, dan berbagai permasalahan lainnya, saya dan teman-teman mencoba untuk tidak terpengaruh oleh itu semua.

Salah satu hal yang menginspirasi saya adalah ucapan Mario Teguh tentang fokus.  Dalam salah satu tayangannya, Mario Teguh pernah “menyentil” mentalitas bangsa ini yang senang mengeluh, iri hati, dengki, dan selalu melihat kelemahan serta pesimis, sibuk menghabiskan energi untuk memikirkan bagaimana mengalahkan orang lain. Padahal, mengeluh itu membutuhkan energi. Iri hati, dengki terhadap keberhasilan dan kesuksesan orang lain menghabiskan waktu dan energi pula. Sibuk memikirkan kelemahan dan masalah kita juga menghabiskan waktu dan energi. Bayangkan jika energi itu dihabiskan untuk hal-hal yang positif, memikirkan solusinya, optimis atas segala yang kita miliki meskipun penuh keterbatasan. Tentu akan lebih bermanfaat. Tidak ada gunanya menghabiskan energi memikirkan musuh, memikirkan bagaimana mengalahkan mereka. Memikirkan bagaimana menyingkirkan mereka dari medan pertarungan. Ketika kita sibuk memikirkan orang lain, orang lain itu telah terus berlari tanpa pernah memikirkan kita. So, untuk apakah perbuatan sia-sia itu?

“Fokuslah pada potensi yang kita miliki. Tidak perlu pikirkan kelemahan kita. Tidak perlu sibuk memikirkan orang lain. Fokus terhadap potensi diri yang kita miliki agar kita semakin kuat, dan itu akan menyebabkan segala kelemahan kita seakan terabaikan..”

Itulah yang kami coba lakukan. Meskipun tengah dibelit hutang yang tidak sedikit, pindah dari kantor di gedung yang karena terlalu membebani cash flow perusahaan, beberapa pekerjaan yang seperti tidak ada ujungnya, pembayaran yang macet, kami mencoba “menutup mata”. Then? Alhamdulillah.  1 bulan terakhir ini cash flow kembali hijau. Kantor baru yang sudah kami 4 bulan terakhir akhirnya mampu kami “selamati”. Tumpengan sederhana mengawali lembaran baru di rumah sederhana dibilangan Kebayoran Baru.

Optimis. Fokus. dan Trust.

Ya. Saya tidak pernah kehilangan kepercayaan pada tim kecil ini. Saya percaya pada etos kerja teman-teman. Percaya mereka akan memberikan semua energi terbaik mereka. Karena ditempat sederhana inilah mimpi-mimpi kami, kami awali. Dont ever  doubt your team.

Benar kata Paulo Coelho dalam bukunya Sang Alchemist. Ketika seluruh energi kita bersatu bersama semesta, maka semesta juga akan bersatu bersama kita. Banyak hal-hal yang sepertinya ajaib yang kami alami.

Beberapa waktu lalu saya dihadiahi sebuah buku yang sangat bagus oleh seorang guru dari dapur sebelah. Buku yang sangat inspiratif. Berbicara tentang trend industri kedepan. Bicara tentang pergeseran dalam pola pengelolaan perusahaan. Dan dari buku itu, saya menyimpulkan hal sebagai berikut :

“Kedepan, sudah bukan jamannya yang besar mengalahkan yang kecil. Bukan jamannya lagi yang memiliki uang dan aset banyak selalu bisa mengalahkan yang tak bermodal.  Bukan jamannya lagi kekuasaan dan kedekatan dengan penguasa yang menjamin kesuksesan seseorang. Sekarang adalah jamannya yang cepat mengalahkan yang lambat. Yang kreatif mengalahkan yang tidak kreatif. Yang professional mengalahkan yang tidak profesional. “

Ini bukan sebuah slogan belaka. At least, saya mulai merasakannya. Saya tidak pernah menyangka dalam beberapa pekerjaan terakhir, ketika bersaing secara normatif dengan beberapa perusahaan besar yang bahkan ketika saya masih kuliah mereka pernah menjadi impian tempat saya bekerja, kami dapat mengalahkan mereka. Saya sih ngga peduli ini hanya sebuah kebetulan atau tidak. At least, gue pernah menang bidding lawan mereka hehehe…

Team. Saya harus menyampaikan rasa syukur berkumpul dengan orang-orang gila ini. Meskipun masih jauh dari yang namanya professional, tapi semangat dan keinginan yang kuat untuk tidak menjadi “loser” ternyata cukup ampuh. Saya sadar betul, akan datang masanya dimana ini saja tidak cukup. Butuh sebuah manajemen yang baik, pengelolaan yang tepat, jaringan yang luas, dan berbagai komponen lainnya. Tapi setidaknya, ada keyakinan dan rasa percaya diri yang tumbuh. Selama rasa percaya diri itu tidak berevolusi menjadi rasa sombong, saya percaya ini adalah modal yang tidak kecil.

Sejarah, telah membuktikan bahwa seorang David pernah mengalahkan seorang Goliath …

Saya yakin saat ini banyak sekali lahir usaha-usaha kecil yang dimulai oleh orang-orang muda. Saya cuma bisa bilang, jangan takut berhadapan dengan pemain-pemain lama dan besar. Yakinlah dengan kekuatan diri sendiri. Fokus. Petakan kelebihan yang kita punya. Tetaplah kreatif dan inovatif. Dan yang paling penting, jangan pernah kecewakan sedikitpun para pelanggan kita. Jangan pernah berhitung dan tawar menawar tentang kepuasan pelanggan. Layani dengan baik. Ciptakan senyum diwajah mereka ketika menghantar kita pulang setelah melakukan sesuatu untuk mereka.

Ini adalah masanya. Bukan kita, para pebisnis pemula yang harus takut, tapi para pebisnis besar yang saking besarnya kesulitan untuk memutar arah mereka-lah yang harus grogi. Kita punya kelincahan, kelenturan, fleksibilitas, kreatifitas, inovasi, jalur birokrasi yang pendek, semangat dan keinginan belajar yang besar, daya serap terhadap percepatan pergeseran pengetahuan yang tinggi, kemampuan untuk berfikir “out of the box“. Ketidak-berpengalaman-an kita justru menyebabkan kita terlepas dari penjara “menurut pengalaman saya” yang justru menyebabkan kita tidak lagi optimal memanfaatkan isi kepala. Dan suatu saat nanti, mereka, para pebisnis besar itu akan melirik kita. Tidak malu-malu dan tidak gengsi lagi untuk mengandeng kita sebagai mitra strategis mereka.

Ini adalah masa kita. Dan kita harus optimis. Tapi jangan pernah sombong dan jumawa.

Saya tidak mau terjerat dalam keluh kesah berbagai problematika yang menghantam bangsa ini. Indonesia butuh rasa bangga. Indonesia butuh optimisme. Andai para enterpreneur memiliki optimisme yang kuat, yang saya yakin akan mampu menjadi pondasi bagi pergerakan ekonomi bangsa, saya percaya kejayaan Indonesia tinggal menghitung waktu.

Tidak ada gunakan berdebat tentang kesalahan orang lain. Berbuat sajalah seoptimal mungkin. Sayang sekali jika waktu yang terbatas ini kita habiskan hanya untuk berkeluh kesah, memaki pemerintah, meratapi nasib yang tak kunjung membaik, sibuk membandingkan diri dengan keberhasilan orang lain sementara kita tidak berbuat apa-apa.

Saya sangat tidak bersimpati dengan iklan yang lama kelamaan terlihat sekali kepentingannya, yang dilakukan oleh salah seorang tokoh politik belakangan ini. Namun saya harus setuju dengan tagline yang dia ambil.

Hidup, adalah perbuatan!

*gambar diambil dari  www.gigantism.com

9 Responses to “Siapa bilang orang kecil tidak bisa menang!”

  1. Edo! keep rock the world bro.
    *aku koncomu kan? :-p

  2. maju perut pantat mundur do! *iki lak hobi’ne tape*

  3. adipati kademanganJuly 18th, 2008 at 09:36

    Gyaa … hajar terus. Majuuuuu …. sikat, gasakth, bakar … bakar.
    *Lhoh kok jadi demo sih*
    Berpikir positif itu mas akan menambah kekuatan. Semakin tidak memikirkan keurangan-kekurang yang ada pada diri, maka semakin kuat dalam pencapaiannya. Sudah tidak ada waktu lagi untuk mengeluh dan merasa kurang.

  4. > Saya tidak pernah kehilangan kepercayaan pada tim kecil ini.

    Mudah2-an sebaliknya juga demikian. ;)

    BTW, aku juga baru sempat balik ngurusin blog nih, setelah sebulanan lebih terbengkalai krn super sibuk ama PSB Online. Kadang aku juga heran, para seleb blog yg tiap hari posting (bahkan kadang sehari lebih dari 1 posting), kerjanya apa ya? Atau memang gak kerja? Duitnya udah meteran dan karungan? :D

  5. #epat : yakin tha dadi koncoku? ngerti konsekwensine ora? kekeke

    #dudi : kurang dud, plus jempol bergoyang. tape bangeth kekeke

    #adipati : yup. itu dia kuncinya adipati. mari ber-positive thinking :)

    #bee : heheh.. semoga bee. biarkan saja itu mengalir :)
    itu karena mereka telah merdeka bee, dan kita belum heheheh

    #to all : welcome back, brother..

  6. Edo said
    #to all : welcome back, brother.

    kebalik mas
    Welcome back brother :)

  7. Jangan pernah menyerah…yup..motto itu harus terus terngiang-ngiang di kuping.
    Seperti kata saya pada anak-anak”..selama masih bisa bangun, berjuanglah…selama masih bisa berpikir, berpikirlah untuk memberi solusi.”
    Masalah adalah untuk dipecahkan, kalau kita kalah hari ini, pelajari apa kelemahan kita dan kelebihan pemenang…dan kedepannya kita harus harus yakin akan bisa menang. Justru persaingan ini yang membuat otak kita berpikir, bagaimana caranya agar berhasil.

    Hmm Edo, seminggu kemarin aku juga sibuk banget, rasanya badan sakit semua…jika sudah begitu, selesai menyelasaikan urusan, menulis posting yang ringan. Kalau waktu longgar barulah yang agak serius, tapi dipoles agar lebih ringan dan bisa dipahami awam.

  8. #idham : hehehehe.. ya ya ya.. im back :p

    #edratna : heheh.. jangan sampe sakit bunda. nanti saya kekurangan guru belajar finance heuihieuhei…

  9. apanya yang ruwet? bersemangatlah!!!

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>