mensyukuri cobaan dan musibah
Dalam berbagai perjalanan hidup, dalam berbagai obrolan dengan berbagai kelompok orang, dalam berbagai peristiwa yang terjadi baik pada diri sendiri, peristiwa orang sekeliling, cerita tentang banyak orang besar, hampir tidak ada orang-orang sukses, berhasil, matang, tentram yang tidak melalui cobaan, musibah, masalah yang berat. Pepatah bijak bicara dengan jujur pada kita : no pain, no gain.
Tentu saja cobaan dan musibah itu bukan lah yang indah untuk dijalani. Namun jika kita mau melihat dari sudut pandang yang lain, ketika kita berada didasar putaran roda, hanya ada 1 arah berikutnya : berputar naik keatas. Sesuatu yang perlu kita syukuri. Justru orang-orang yang diataslah yang perlu ketakutan. Karena dipuncak roda, hanya ada 1 arah : berputar turun kebawah.
Saya pernah bercerita tentang romantisme masa kecil yang tidak begitu indah. Namun hal itu saat ini saya syukuri. Karena hal itu yang membuat saya (meski belum jadi apa-apa) menjadi lebih kuat. Dulu, ketika peristiwa itu terjadi, yang ada cuma rasa iri, dendam, caci maki atas ketidakadilan Tuhan. Namun sekarang saya hanya bisa bicara, Maha Adil wahai Engkau Pemilik Semesta.
Cobaan, musibah dengan kebahagiaan dan kesenangan ibarat sebuah koin mata uang. Mereka adalah kekasih sejati. Mereka bukan ibarat panah yang menjutu ke atas dan kebawah. Bahkan seorang Gibran pernah berkata :
Kesenangan adalah kesedihan yang terbuka bekasnya
Tawa dan airmata datang dari sumber yang sama
Semakin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa
Semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan
So, sebesar apa harapan kita atas sebuah kebahagiaan dan kesenangan, artinya kita juga harus siap untuk menerima besarnya cobaan dan kesedihan.
Seorang teman pernah bicara, musibah yang hadir bertubi-tubi, dan menyentuh seluruh lini kehidupan kita : keluarga, cinta, rejeki, dll, itu adalah pertanda Tuhan tengah memberikan kesempatan kita untuk upgrade, untuk masuk ke tahap berikutnya yang lebih tinggi. Bahwa ketika musibah dan cobaan itu datang, itu pertanda bahwa dimata Tuhan, kita sudah layak naik ke tahap pemahaman berikutnya, jika kita mampu melaluinya dengan baik.
Dan ketika cobaan dan musibah itu datang bertubi-tubi tiada henti, saya hanya bisa bilang
Bersyukurlah...
Karena itu artinya sebuah kebahagiaan dan kesenangan yang setidaknya setara dengan musibah, cobaan dan kesedihan yang kita alami akan segera tiba.
Bersyukurlah…
Popularity: 7% [?]
Krn ada ajaran bahwa org2 yg bersyukur tidak akan ditimpa musibah, banyak org yg bersyukur tidak secara ikhlas. Mereka bersyukur untuk menghindari musibah, bukan sbg terima kasih yg tulus. Dan ketika musibah datang, mereka pun heran, bahkan keberatan krn merasa telah melakukan “tolak bala”.
Buat org2 yg bener2 bersyukur, sebenarnya gak ada yg namanya musibah, semuanya adalah anugrah. Susah dan senang, sukses dan gagal, suka dan duka, semuanya adalah anugrah. Bahkan termasuk hal yg untuk org umum dianggap musibah. Bersyukur adalah sebuah tindakan yg aktif, bukan penerimaan yg pasif.
Ini ibarat ajaran bahwa setan terkurung di neraka saat bulan ramadhan. Tapi mengapa banyak kemunkaran tetap terjadi di bulan ramadhan? Kita lupa bahwa kitalah yg mengurung setan2 itu di neraka. Saat ramadhan, kita diberi kekuatan dan kesempatan lebih untuk mengurung setan2 itu. Ini sebuah tindakan aktif. Otomatis, jika kita tidak melakukan apa2 pada setan2 itu, ya tetep aja setan2 itu bebas berkeliaran walaupun di bulan ramadhan. Jgn salahkan setannya (pengacau), tapi salahkan “polisi”-nya (kita) yg diam saja (pdhal udah dikasi persenjataan).
#bee : great perspective bee. thank a lot. jangan bosan berbagi disini yah
aseeek….abis ini berarti gw diajak bersenang-senang kemana bro?
hehehehe….. turut berduka eniwei n just keep be you
abis ujan kan biasanya………banjir…abis banjir…berbondong2lah semua orang bergerak untuk membantu sesama (hanya yang ada keterlibatan aja sih kadang2..)…tapi kan abis itu pemerintah turun toh…membenahi ini membenahi itu, kaya polisi di pelm india yang selalu dateng terakhir…tapi at least dateng…nah setelah itu tenang lagi deh menunggu hujan dan banjir berikutnya, so..itu udah jadi siklus…
intinya…hmm…ga ada…ini tulisan bukan tentang banjir ya do?
Yang penting menjalani semuanya dengan ikhlas…..sehingga kita selalu bersyukur jika sedang mendapatkan kemudahan atau rejeki, dan selalu ingat pada Nya saat tertimpa cobaan…karena pada dasarnya tak ada cobaan melebihi kapasitas orang yang sedang diuji oleh Nya.
Dan akhirnya kita hanya bisa bersyukur dan bersabar? dua kutub ini kata Manusia Agung menjadikan keseimbangan tanpa kelas.. orang kaya dengan syukurnya dan yang tak beruntung dengan sabarnya.
#epat : berduka cita atas apa nih pe? hehehe
#ronny : hehehhe.. ada kok on korelasinya
#edratna : iya bu. meski untuk iklas itu tidak gampang. tapis aya setuju itu kuncinya
#kurt : wah.. bener kang. terima kasih atas masukannya yang mendalam
kang, aku tambahin hadis tentang bersyukur mhadapi musibah:
Didalam Syarah Arba’in An-Nawawi - Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh disebutkan bahwa ketika tertimpa musibah, di samping wajib untuk bersabar, juga disunahkan untuk ridho bahkan jika mampu, bersyukur.
aku lagi nulis buku tentang musibah, mohon doanya yaa biar bisa selesai…
tks ya nyasar baca ini ketika lagi bingung…,minimal ketika mendapat ujian yg menurutku maha berat ini (exhale) adalah memang anugerah luar biasa dari yang Maha Kuasa untukku…bahwa kebahagiaan sebenarnya sedang menungguku…,aku mau berusaha untuk ikhlas dan sabar ya betul memang seperti roda berputar….:)trims u tipnya
Artikel nya sangat bagus, klau bisa lebih di kembang kan lagi, krn dapat membantu kita lebih tabah dalam menghadapi cobaan dan lebih selalu ingat kepada Allah.. Matur tank’ u.
Maksih Atas Kata2nya….
Aku Jadi Semangat Lagi Menjalani Hidup….