Sebagian dari Iman

Edo on April 7th, 2009

Lagi asik-asiknya bermain car madness di Facebook, diselingi membaca tulisan-tulisan bernas di blog ini, seorang teman yang baru saya kenal 2 hari lalu menyapa. Dan sebuah kalimat terlontar darinya.

“Bro, gue masih kepikiran omonganlu kemaren…”

Aku masih menyelingi bermain, chat dan lalu kembali ke laman ini. Tiba-tiba sebuah pikiran liar nan menyejukkan muncul dikepala :

Ada sangat banyak orang yang menulis diranah maya. Menguntai tulisan-tulisan cerdas yang tak henti membuat saya tercenung. Tulisan-tulisan yang bernas tentang kehidupan bermasyarakat dari orang-orang yang hidup di sebuah negeri bernama Indonesia.

Sekumpulan orang-orang gelisah. Manusia-manusia yang sebenar-benarnya hidup, karena seluruh inderanya masih bekerja dengan baik. Mereka yang telinganya panas anggota legislatif menikmati suite mahal ketika resesi melanda. Matanya masih berisikan air mata yang sewaktu-waktu mengalir melihat penghuni Sidoarjo luluh oleh lumpur. Kepalanya pusing melihat foto-foto wajah tak dikenal merusak pepohonan hijau ditengah musim kampanye. Jejari tangan masih terus mengetik untai-untai kata entah serapah ataupun semangat. Melihat, mendengar, memperhatikan dan memikirkan apa-apa yang tengah terjadi di negeri ini.

Hal yang sama berlaku bagi pembacanya .

Ditengah petikan gitar dan nyanyian rekan-rekan disekelilingku , aku tersenyum.

Terserah apa kata orang akan negeri ini. Selama masih ada orang-orang yang gelisah dan berbagi kegelisahannya, berarti negeri ini sungguh memiliki masa depan yang indah. Seperti anak-anak Aceh yang masih tersenyum ditengah amuk Tsunami.

Sambil kembali ke halaman Facebook, aku mengetikkan sebuah kalimat yang pernah disampaikan oleh seorang guru beberapa tahun yang lalu di kaki gunung Kelud yang dingin kepadaku. Kalimat itu ku ketikkan kepada teman baruku yang sedang gelisah :

“Bagus lah Bro. Gelisah itu sebagian dari iman lagi. Selamat menjadi manusia..”

*Ditulis untuk dan di Politikana,  27 Maret 2009. Sedikit di edit untuk menyesuaikan

Popularity: 8% [?]

6 Responses to “Sebagian dari Iman”

  1. Gelisah thok? Koncoan ae! :P

    Betapa banyak org di negeri ini yg di permukaan tampak begitu peduli (dalam segala bentuknya), tapi tak banyak yg bener2 melakukan tindakan berarti untuk mewujudkan kepeduliannya dalam bentuk nyata. Bahkan banyak yg ikutan gerakan kepedulian A, B, hingga Z, tapi sekedar penggembira saja, buat keren2-an, buat gaya2-an doang, buat pemanis di blog, dlsb. :(

    Mudah2-an kita semua gak berhenti di sekedar peduli dan/atau gelisah. Itu jelas belum cukup, bung! ;)

  2. #bee : hehehe.. you know me lah bee :)

  3. Asiiik mulai nulis lagi :)

  4. Numpang komentar yaks…

    Kebetulan sekali belakangan ini saya merasa kegelisahan yg kentara… hehe (sastra bgd). Selama hidup gelisah pasti datang dan pergi. Pikiran, energi, konsentrasi seakan disedot. Hati ingin seperti ini, tapi pikiran melayang jauh entah kemana. Seolah ga ada titik temu, menghapus keberadaan diri sendiri dari kenyataan.

    Kenyataan yg menggembirakan saya, ternyata kita bisa membuat “perdamaian” dengan diri sendiri. Apa yg hati rasakan dan apa yg pikiran inginkan seolah menyatu. Di saat ini entah kenapa perasaan lega muncul dengan sendirinya (seperti menjetikkan jari). Sangat menyenangkan ketika kegelisahan berubah seketika menjadi kelegaan.

    Setidaknya satu tahap sudah saya lewati, “damai” dengan diri sendiri. Tahap berikutnya mungkin bagaimana “berdamai” dengan orang lain dst.

    Salam!

  5. barokallohu fiikum

  6. pintar itu diawali dengan kebingungan…^_^

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>