Prasasti
Hari ini aku marah.
MARAH!
marah semarah-marahnya. Marah yang tak mampu ku lukiskan. dan kemarahan ini akhirnya yang memecah didinding rumah ini untuk diisi.
Karena aku ingin kemarahan ini tercatat. Menjadi prasasti. Agar aku selalu ingat. Karena hari ini, sebuah misi telah tergores.
Aku telah berlatih untuk menyalurkan kemarahan selama ini. Kakak ku yang aku hormati sering mengingatkanku, untuk membangun emosi yang positif. Kemarahan yang positif. Dendam yang positif. Tidak sedikit tokoh-tokoh besar lahir dari sebuah kemarahan. Dari sebuah dendam. Dari sebuah keterlecehan. Yang membedakan akhir hidup mereka hanya berakhir dimana kemarahan itu. Ketika kemarahan itu hanya berakhir pada dendam dan nafsu pribadi, hidupnya akan berakhir dengan menyedihkan. Tapi ketikake-aku-an tak lagi menjadi penting, maka kemarahan itu menjadi energi yang membesarkan.
Setidaknya, ada 4 peristiwa besar dalam hidupku yang aku catat. Peristiwa yang menciptakan kemarahan. Menciptakan dendam.
Sebuah peristiwa, disaat aku kasih kelas 5 SD,
Sebuah peristiwa ketika aku menginjak kelas 2 SMA,
Sebuah peristiwa di kaki gunung kawi ditahun 2003
Sebuah peristiwa di puncak beberapa jam sebelum Tsunami menerpa negeri Serambi Mekkah.
Dan hari ini, sebuah peristiwa kembali memuncak. Akumulasi dari beberapa pergolakan yang terjadi beberapa waktu belakangan ini.
Tak penting apa yang terjadi. tak penting pula seperti kemarahan yang menimpaku. Yang aku tahu, kemarahan ini telah menciptakan energi tak terbatas di dalam diriku.
Kemarahan ini bukan hanya tentang aku. Meski sering berawal dari ke-aku-an-ku. Kemarahan ini tentang banyak hal. Dimana aku, tak lagi menjadi penting.
Hari ini, sebuah prasasti kembali terpancang. Sebuah misi kembali tercatat. Dan aku akan selalu mengingatnya…
Popularity: 5% [?]
hore…sering-sering aja marah biar blognya update :))
matamu pat. :p
kata guru ngaji gue dulu, marah itu kalo dibalik jadi haram
dan yang haram2 itu biasanya seru dan menggoda
ayo siapin playlist! nyanyi2 kita hahahaha
oh, rupanya pentingan bikin prasasti atas kemarahan ya daripada catatan atas hidup yang pasti makin kaya sejalan waktu xixixi..
ada kalanya jadi orang pelupa bikin hidup lebih enteng, temans