Menulis

Edo on June 3rd, 2011

sebenarnya ada beberapa alasan yang membuat aku malas menulis hal-hal yang tidak substansial. Apa lagi di blog, status facebook, twitter.

selain kadang suka merasa lebay, apa-apa kok diceritain. Hal lainnya adalah : apa yang gw tulis membuat orang jadi mengerti siapa gw :)

Norak? ya, kedengerannya sepertinya norak. tapi kadang gw suka salut sama orang-orang yang jarang berbagi di publik. Dimata gw, mereka seperti orang yang sangat terkendali. Meletakkan masalah padapada tempatnya, mampu menghadapi berbagai problematika yang mereka hadapi, kegelisahan yang mereka rasakan. To be honest, gw suka ngeri dan hormat (tergantung kontekstualnya) terhadap orang-orang yang sulit dibaca. Singkatnya : terlihat seperti orang yang tidak punya masalah.

Dari dulu kayaknya gw emang suka ngiri-an. Dulu jaman SMA liat orang bisa gitar, pengen bisa gitar. Abis kayaknya keren. Cewe-cewe sepertinya pada terpesona dan terhipnotis sama cowo-cowo yang bisa maen gitar hehehehe. Pas kuliah, liat orang pinter (jago database, jago program, etc) kayaknya keren. Dengan wajah cool, berkaca mata atau berambut gondrong, kayaknya keren gila. Ditambah jaman film AADC. Cowo cool kayaknya laku deh (owh, ok. jadi ini semua sebenarnya urusan perempuan? owh, cmon doo :p). pokoknya, kalau ada orang punya kelebihan tertentu, gw suka pengen kayak gt juga.

Ada hikmahnya. Gw suka terdorong untuk mempelajari sesuatu. Biar keren kayak mereka. Cuman lama-lama capek juga. Mereka belajarnya 1. Lha gw semua pengen bisa. Capek juga lama2. Akhirnya sadar juga bahwa setiap orang punya potensi dan kapasitasnya masing-masing. Dan atas kapasitas dan kompetensinya itu,mengikut pula sepaket dengan kelemahan dan kekurangannya. Tapi item ini sepertinya lebih masuk akal. Memahami diri sendiri, mencari potensi yang sudah Tuhan titipkan, mengoptimalkannya, dan menjalankan peran yang sudah gw pilih sendiri.

Balik ke soal menulis, begitulah pikiran gw. But, gue adalah gue. Ada masa nya gw rajin berbagi. Ada masanya gw juga males berbagi. Masalah lebayy apa ngga, tergantung lah. Cuma kita yang tahu apa itikad yang mendasari setiap perbuatan yang kita lakukan.

Lebih baik,  be our self. Dan jadilah insan yang optimal atas peran yang dipilih. Ga perlu terlalu sibuk atas apa yang terjadi di sekitar. Percaya dan yakin lah atas kapasitas yang dimiliki. Bukan berarti lalu kita tidak mendengar dan mencermati lingkungan. Itu tetap harus dilakukan. Karena apa yang terjadi di internal dan di eksternal saling melengkapi dan menyeimbangkan. Tapi kuncinya : tetap diri sendiri.

Baik buruk benar salah pada akhirnya ternyata tetap dipengaruhi oleh nilai-nilai yang di anut oleh setiap individu atau nilai yang disepakati oleh sekelompok manusia. Hanya kita yang tahu, apakah nilai yang kita yakini, sebenar-benarnya benar :).

Popularity: 4% [?]

8 Responses to “Menulis”

  1. ya mungkin berbagi info dikit gg pa lah admin. soalnya sekecil apapun kata mungkin akan ada manfaatnya.. terus aja menulis asal gg lebay. haha nitip link juga ya. mungkin anda mau membacanya. http://guidegadgets.com/gadget.....il-summer/

  2. Halah… Bilang aja lagi males nulis. Kebanyakan alibi ku, Ed. :D

  3. Duh… Sampe salah ketik, maksud gw “kebanyakan alibi lu, Ed!” hehehe…

  4. ahh… you know me so well bee :p

  5. mas sy mau nanya tetapi sy minta maaf sebelumnya …

    yang dimaksud pada tulisan ttg mengenang arief maulana itu apa arief maulana hendarsyah anak teknik brawijaya yang asalnya dari sukabumi?

  6. so, singkat kata sekarang dah bisa maen gitar lom? :p
    udah gondrong berkacamata dan bisa bikin program lom? :p

  7. mampir mz,, salam kenal>>
    maaf pertamax,,, memang menulis sesuatu hal yang menyenangkan>>>

  8. Mending lebay, daripada enggak Pede…
    Yakin deh!

    Yuks terus nulis!

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>